Sebaik-baik Harta di Tangan Orang yang Baik

Oleh: Dr. KH. Fathur Rohman, M.Pd.l., Ketua Dewan Da’wah Jawa Timur dan Direktur PPIC eLKISI, Mojokerto

Dewandakwahjatim.com, Mojokerto – Harta pada hakikatnya hanyalah titipan Allah. Ia bukan ukuran kemuliaan seseorang, bukan pula jaminan kebahagiaan.

Harta menjadi bernilai ketika berada di tangan orang yang baik, karena melalui tangan itulah harta dapat berubah menjadi sarana ibadah, kebermanfaatan, dan jalan menuju keridhaan Allah.

Orang yang baik tidak memandang harta hanya sebagai sesuatu yang harus dikumpulkan, tetapi sebagai amanah yang kelak akan dipertanggungjawabkan. Ia mencari dengan cara yang halal, menggunakannya dengan bijaksana, dan mengeluarkannya untuk kebaikan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
«نِعْمَ الْمَالُ الصَّالِحُ لِلْمَرْءِ الصَّالِحِ»
“Sebaik-baik harta adalah harta yang dimiliki oleh orang yang saleh.”

Harta di tangan orang baik dapat menjadi makanan bagi orang lapar, obat bagi orang sakit, pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan, masjid yang makmur, pesantren yang berkembang, dakwah yang menjangkau pelosok, dan pertolongan bagi mereka yang sedang dalam kesulitan.

Sebaliknya, harta yang berada di tangan orang yang tidak baik bisa menjadi sumber kesombongan, keserakahan, bahkan menjadi alat untuk menzalimi sesama. Karena itu, persoalannya bukan semata-mata berapa banyak harta yang kita miliki, tetapi untuk apa harta itu kita gunakan.

Jangan merasa hina karena memiliki harta yang banyak, selama harta itu diperoleh dengan cara halal dan digunakan untuk kebaikan. Dan jangan pula merasa mulia hanya karena memiliki kekayaan, jika kekayaan tersebut membuat hati jauh dari Allah dan manusia di sekitar kita semakin menderita.

Alangkah indahnya jika orang-orang baik memiliki kekuatan ekonomi. Dengan kekayaan yang halal, mereka dapat membangun sekolah, pesantren, rumah sakit, pusat dakwah, membantu fakir miskin, membuka lapangan pekerjaan, dan membiayai perjuangan menegakkan kebaikan.

Harta yang baik di tangan orang baik adalah kekuatan besar bagi umat.
Maka, jangan hanya berdoa agar Allah memberikan kita harta yang banyak. Berdoalah agar Allah memberikan harta yang halal, berkah, dan bermanfaat, sekaligus menjadikan kita orang yang mampu mengelolanya dengan amanah.
Sebab pada akhirnya, yang akan membuat harta kita bernilai bukanlah jumlahnya, tetapi kebaikan yang lahir dari harta tersebut.

Jadilah orang baik. Carilah harta dengan cara yang baik. Dan gunakan harta itu untuk sebanyak-banyaknya kebaikan.

Admin: Kominfo DDII Jatim

Editor: Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *