WASPADAI EMPAT PERKARA!

Oleh: Dr. KH. Fathur Rohman, M.Pd.l., Ketua Dewan Da’wah Jawa Timur dan Direktur PPIC eLKISI, Mojokerto

Dewandakwahjatim.con, Mojokerto – Ada empat perkara yang semestinya menjadi bahan muhasabah dalam perjalanan hidup seorang mukmin. Rasulullah ﷺ mengajarkan sebuah doa yang sangat dalam maknanya:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ دُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari hati yang tidak khusyuk, jiwa yang tidak pernah merasa cukup, ilmu yang tidak bermanfaat, dan doa yang tidak didengar.”

Pertama, hati yang tidak khusyuk — مِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ.
Inilah hati yang keras, sulit tersentuh oleh ayat-ayat Allah, tidak mudah menangis karena dosa, dan tidak bergetar ketika nama Allah disebut. Ia mungkin banyak mendengar nasihat, tetapi sedikit yang masuk ke dalam hati. Banyak ilmu yang dipelajari, tetapi tidak membuatnya semakin takut kepada Allah.

Kedua, jiwa yang tidak pernah merasa cukup — وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ.
Bukan berarti kita tidak boleh memiliki cita-cita. Namun, waspadalah ketika keinginan berubah menjadi kerakusan. Sudah memiliki banyak, masih merasa kurang. Sudah mendapatkan nikmat, masih sibuk menghitung milik orang lain. Dunia boleh berada di tangan, tetapi jangan sampai menguasai hati.

Ketiga, ilmu yang tidak bermanfaat — وَمِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ.
Ilmu seharusnya membuat seseorang semakin dekat kepada Allah, semakin rendah hati, semakin baik akhlaknya, dan semakin bermanfaat bagi sesama. Jangan sampai ilmu hanya memenuhi kepala, tetapi tidak mengubah perilaku. Sebab ilmu tanpa amal dapat menjadi hujjah yang justru memberatkan pemiliknya.

Keempat, doa yang tidak didengar — وَمِنْ دُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ.
Jangan hanya bertanya, “Mengapa doaku belum dikabulkan?” Tetapi bertanyalah kepada diri sendiri: “Bagaimana keadaan hatiku? Bagaimana makananku? Bagaimana usahaku? Apakah aku masih bergelimang dosa?”

Perbaikilah hubungan dengan Allah, perbanyak taubat, dan jangan pernah berhenti berdoa.

Empat perkara ini layak menjadi alarm kehidupan:
jaga hati, kendalikan nafsu, amalkan ilmu, dan perbaiki doa.
Sebab yang paling berbahaya bukan ketika kita kehilangan dunia, tetapi ketika hati kehilangan rasa takut kepada Allah, jiwa kehilangan rasa cukup, ilmu kehilangan keberkahan, dan doa kehilangan keikhlasan.

Semoga Allah membersihkan hati kita, mencukupkan jiwa kita dengan qana’ah, menjadikan ilmu kita bermanfaat, serta mengabulkan doa-doa kita.
اللَّهُمَّ آمِين.
(Fathur Rohman)

Admin: Kominfo DDII Jatim

Editor: Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *