MASYARAKAT MADANI ADALAH MASYARAKAT YANG BERADAB

Oleh: Dr. KH. Fathur Rohman, M.Pd.l., Ketua Dewan Da’wah Jawa Timur dan Direktur PPIC eLKISI, Mojokerto

Dewandakwahjatim.com, Mojokerto – Masyarakat madani bukan sekadar masyarakat yang maju secara ekonomi, tinggi pendidikannya, atau modern dalam teknologi.

Masyarakat madani adalah masyarakat yang beradab: masyarakat yang menjadikan iman, akhlak, keadilan, persaudaraan, dan kepedulian sebagai fondasi kehidupan bersama.

Allah memberikan gambaran yang sangat indah dalam Surat Al-Hasyr, terutama ketika menggambarkan kehidupan kaum Muhajirin dan Ansar.

Allah berfirman:
وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Dan mereka mengutamakan orang lain atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan barang siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
(QS. Al-Hasyr: 9)

Inilah salah satu karakter masyarakat madani: mampu mendahulukan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi.

Kaum Ansar bukan hanya menerima kaum Muhajirin sebagai saudara, tetapi juga rela berbagi rumah, harta, dan kehidupan.

Mereka tidak bertanya, “Apa yang akan saya dapat?” tetapi justru berpikir, “Apa yang bisa saya berikan?”
Masyarakat yang beradab tidak dibangun oleh manusia-manusia yang hanya pandai menuntut hak, tetapi oleh manusia yang juga sadar akan kewajibannya.

Lebih jauh, Allah mengabadikan doa generasi setelah mereka:
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا
“Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah lebih dahulu beriman, dan janganlah Engkau jadikan dalam hati kami kedengkian terhadap orang-orang yang beriman.”
(QS. Al-Hasyr: 10)

Perhatikan! Masyarakat madani tidak hanya bersih tangannya, tetapi juga bersih hatinya. Tidak mudah iri, dengki, memfitnah, merendahkan, atau menghancurkan sesama.

Karena itu, membangun masyarakat madani sesungguhnya dimulai dari membangun manusia yang beradab. Dari keluarga yang mendidik dengan kasih sayang. Dari sekolah dan pesantren yang menanamkan ilmu sekaligus akhlak. Dari masjid yang menjadi pusat pembinaan umat. Dari pemimpin yang amanah. Dari masyarakat yang suka menolong dan menghormati perbedaan.

Allah menutup Surat Al-Hasyr dengan mengingatkan kita tentang kebesaran-Nya dan nama-nama-Nya yang indah.

Seakan-akan kita diingatkan: peradaban yang kokoh harus selalu berpijak kepada kesadaran akan Allah.
Maka, masyarakat madani bukan sekadar masyarakat yang pintar, tetapi masyarakat yang benar; bukan hanya masyarakat yang kaya, tetapi masyarakat yang dermawan; bukan hanya masyarakat yang maju, tetapi masyarakat yang berakhlak.

Mari membangun masyarakat madani: berilmu, beriman, bersaudara, peduli, adil, dan beradab. Karena ketika adab hilang, kemajuan bisa berubah menjadi kehancuran.(Fathur Rohman)

Admin: Kominfo DDII Jatim

Editor: Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *