Tetes-Tetes Air dalam Susu Sapi itu Sebagai Asbab Banjir Bandang

Oleh Nur Hasanah, Anggota Bidang Tabligh dan Ketarjihan (BTK) PDA Kab. Sidoarjo

Dewandakwahjatiim.com, Sidoarjo – Ada kisah terkenal yang inspiratif tentang akibat dari kecurangan mencampur susu dengan air bertahun tahun yang dilakukan seorang peternak sapi perah maka terjadilah banjir bandang yang menghanyutkan semua sapinya. Ringkasan kejadiannya adalah:

أن رجلاً كان يملك بقرة ويخلط لبنها بالماء ليبيعه للناس ويحقق ربحاً أكثر.

Ada seorang laki-laki memiliki beberapa sapi perah dan ia mencampur susunya dengan air (bertahun-tahun) untuk dijual kepada masyarakat agar mendapatkan keuntungan lebih banyak.

Lalu apa yang terjadi ?

بينما كانت البقرة ترعى في أحد الأودية، جاء سيل جارف مفاجئ فأغرق البقرة وأخذها معه.

Ketika sapi-sapi itu sedang merumput di salah satu lembah, tiba-tiba datang banjir bandang lalu menenggelamkan sapi itu dan membawanya pergi menghilang.

جلس الرجل حزيناً يندب حظه، فسأله بعض الناس عن سبب حزنه، فأخبرهم بأن السيل قد ذهب ببقرته.

Laki-laki itu duduk bersedih meratapi nasibnya. Beberapa orang bertanya kepadanya tentang sebab kesedihannya, lalu ia memberitahu mereka bahwa banjir telah membawa sapinya.

Anaknya berkata kepadanya:

 “يا أبتِاه، إن تلك القطرات من الماء التي كنت تخلط بها اللبن قد اجتمعت كلها وصارت سيلاً، فذهبت بالبقرة وما معها”.

“Wahai ayahku, sesungguhnya tetesan-tetesan air yang dulu engkau campurkan ke dalam susu itu telah berkumpul semuanya dan menjadi banjir, lalu membawa pergi sapi beserta semua yang ada padanya”.

Dari kisah ini tersebarlah peribahasa rakyat yang terkenal:

مال اللبن للبن ومال الماء الماء
“Harta susu untuk susu, dan harta air untuk air”.

Pribahasa tersebut membeti pelsjaran bahwa keuntungan yang halal itulah yang akan bertahan dan barokah, sedangkan yang diperoleh lewat kecurangan akan hilang sebagaimana ia datang dan menyisakan adzab di akhitrat.

Demikian semoga bermanfaat

Admin: Kominfo DDII Jatim

Editor: Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *