Kebaikan akan Abadi dan Kesetiaan Tidak Sia-Sia

Oleh Sudono Syueb, Bidang Kominfo DDII Jatim

Dewandakwahjatim,com, Surabaya – Ada ungkapan yang mencerminkan nilai kemanusiaan dan akhlak yang luhur, yang menegaskan bahwa perbuatan baik tidak akan hilang sia-sia betapapun lamanya waktu berlalu seperti berikut ini:

المعروف يبقى والوفاء لا يضيع”

“Kebaikan akan tetap abadi dan kesetiaan tidak akan sia-sia”

Berikut ini beberapa makna penting yang terkait dengan hal ini dalam budaya Arab dan Islam:

Perbuatan baik dalam Sunnah Nabawiyah

Terdapat hadits-hadits Nabi SAW yang menguatkan makna ini, di antaranya yang paling terkenal:

  1. Perlindungan dari keburukan: Rasulullah ﷺ bersabda:

«صنائع المعروف تقي مصارع السوء والآفات والهلكات».

«Perbuatan-perbuatan baik melindungi dari kematian yang buruk, bencana, dan kebinasaan».

  1. Ada Balasan di akhirat:

أهل المعروف في الدنيا هم أهل المعروف في الآخرة. 

Orang-orang yang ahli kebaikan di dunia adalah orang-orang yang ahli kebaikan di akhirat.

Hikmah dan pepatah yang diwariskan:

  1. Kekal dan berbekas*:

“المعروف يبقى، والوفاء لا يضيع، وصنائع الخير ترجع لأصحابها وإن طال الزمان”.

“Kebaikan akan tetap ada, kesetiaan tidak akan sia-sia, dan perbuatan baik akan kembali kepada pelakunya meskipun waktunya lama”.

  1. Nasihat Imam Ali*:

«لا يزهدنك في المعروف من لا يشكر لك؛ فقد يشكرك عليه من لا يستمتع منه، وقد تدرك من شكر الشاكر أكثر مما أضاع الكافر».
الوفاء والصدق

«Jangan sampai orang yang tidak berterima kasih kepadamu membuatmu enggan berbuat baik; karena bisa jadi orang yang tidak menikmati kebaikanmu itu akan berterima kasih kepadamu, dan bisa jadi engkau mendapat dari rasa syukur orang yang bersyukur lebih banyak daripada yang disia-siakan oleh orang yang kufur».

  1. Kesetiaan dan kejujuran*:

“ومن يصنع المعروف في غير أهلهِ.. يُلاقي الذي لاقى مجيرُ أمِّ عامرِ”.

‘Kesetiaan dianggap saudara dari kejujuran dan keadilan, yaitu kejujuran lisan dan perbuatan sekaligus’.

Kisah tentang kebaikan

  1. Mujir Ummu ‘Amir*: Dijadikan perumpamaan untuk berbuat baik kepada yang bukan keluarganya. Seoerti kata hikmah: “ومن يصنع المعروف في غير أهلهِ.. يُلاقي الذي لاقى مجيرُ أمِّ عامرِ”. “Barangsiapa berbuat baik kepada yang bukan ahlinya.. ia akan menemui apa yang ditemui oleh Mujir Ummu ‘Amir”.
  2. Kisah Utsman bin Thalhah*:

يُذكر كمثال على الشهامة والوفاء بالمعروف حتى قبل إسلامه، خاصة في موقفه مع أم سلمة أثناء هجرتها. 

Disebutkan sebagai contoh keberanian dan kesetiaan dalam berbuat baik bahkan sebelum ia masuk Islam, terutama dalam sikapnya terhadap Ummu Salamah saat hijrahnya.

Demikian semoga bermanfaat

Admin: Kominfo DDII Jatim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *