Hikmah Membasuh Luka Hati Orang Lain

Oleh Sudono Syueb, Bidang Kominfo DDII Jatim

Dewandakwahjatim.com, Surabaya – Selalu saja ada orang-orang yang peduli (felantropi) pada penderitaan orang-orang lain dan membantu meringankannya, menghiburnya, membasuh luka hatinya dan memberikan jaminan ekonomi padanya secara ikhlas tampa pamrih

Mereka meyakini bahwa perbuatan untuk orang hakikatnya berbut baik untuk diri sendiri.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

هَلْ جَزَآءُ الْاِ حْسَا نِ اِلَّا الْاِ حْسَا نُ 
“Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula).”
(QS. Ar-Rahman 55: Ayat 60)

Ada kata hikma Arab yang berbunyi:

“من سار بين الناس جابراً للخواطر أدركه الله في جوف المخاطر”
تعني أن من يحرص على إدخال السرور على قلوب الآخرين، ومواساتهم، وتخفيف آلامهم، يُجازيه الله بلطفه وعنايته، ويحفظه من المهالك والمخاطر، حتى في أحلك الظروف. هذا السلوك يعتبر من أسمى الأعمال الإنسانية وعبادة جليلة، تُظهر رقي النفس وسلامة الصدر.

Artinya:
“Barangsiapa berjalan di tengah manusia sambil menghibur hati mereka yang terluka (karena penderitaan), maka Allah akan menyelamatkannya di tengah bahaya yang paling dalam”

Dan bahwa siapa saja yang berusaha memasukkan kebahagiaan ke hati orang lain, menghibur mereka, dan meringankan penderitaan mereka, maka Allah akan membalasnya dengan kelembutan dan penjagaan-Nya, serta melindunginya dari kebinasaan dan bahaya, bahkan dalam kondisi paling gelap sekalipun. Perilaku ini termasuk perbuatan manusiawi paling mulia dan ibadah yang agung, yang menunjukkan keluhuran jiwa dan kebersihan hati.

Makna ungkapan:

  1. Jabirul khawathir: جابر الخواطر
  • Yaitu orang yang berusaha memperbaiki hati yang hancur, menenangkan jiwa manusia, dan memperhatikan mereka dengan kata yang baik atau perbuatan baik.
  1. Allah akan menyelamatkanny:
    ادركه الله
  • Maksudnya Allah akan meliputinya dengan penjagaan, perlindungan, dan perhatian khusus-Nya.
  1. Di tengah bahaya:
    فى جوف المخاطر
  • Yaitu di tengah krisis berat dan kebinasaan yang bisa menimpa manusia.

Keutamaan menghibur hati orang lain:

١. حغظ الله للعبد

  1. Penjagaan Allah untuk hamba: Siapa yang memudahkan urusan manusia, Allah akan memudahkan urusannya, dan siapa yang menghibur hati mereka, Allah akan menghibur hatinya saat butuh.

٢. تقي مصارع السوء

  1. Melindungi dari kematian buruk: Sebagaimana disebutkan dalam cuitan, bahwa perbuatan baik melindungi dari keburukan.

٣. منهج الانبباء

  1. Manhaj para Nabi: Menghibur hati adalah akhlak orang-orang mulia, di mana perasaan dijaga dan kata-kata dipilih.

٤. اماطة الاذى عن الطريق

  1. Menyingkirkan gangguan di jalan: Menghibur manusia dan kata “aku percaya padamu” adalah pelampung keselamatan, sama seperti menyingkirkan gangguan dari jalan.

Contoh menghibur hati:

  • Menghibur orang yang sedih.
  • Ucapan yang baik.
  • Membantu memenuhi kebutuhan orang.
  • Berlemah-lembut dalam perbuatan dan tidak menyakiti orang lain.

Ungkapan ini, meskipun terkenal sebagai hikmah atau pepatah, mencerminkan konsep Islam dan akhlak yang asli, yang maknanya mirip dengan hadits Nabi “Perbuatan baik melindungi dari kematian yang buruk”.

Barangsiapa berjalan di tengah manusia sambil menghibur hati yang terluka, maka Allah akan menyelamatkannya dari bahaya yang paling besar. Agama kita adalah agama menghibur hati, seorang wanita menghibur hati seekor anjing lalu masuk surga… maka bagaimana dengan orang yang menghibur hati manusia?

Perhatikan sabda-sabda Nabi ﷺ berikut ini:

وفى الحديث يقول ﷺ: مَن كان في حاجة أخيه كان الله في حاجته، ويقول ﷺ: والله في عون العبد ما كان العبدُ في عون أخيه. ومن هذا أنه كان عليه الصلاة والسلام يحثّهم على مساعدة إخوانهم والإحسان إليهم، وأنَّ معهم مَن ليس له مال من إخوانهم من المهاجرين وغيرهم، وهكذا في السّفر حثّهم على الحمل والرِّفد.

Artinya:
Dalam hadits, Nabi ﷺ bersabda: “Barangsiapa yang membantu keperluan saudaranya, maka Allah akan membantu keperluannya”, dan Nabi ﷺ juga bersabda: “Allah senantiasa menolong hamba selama hamba itu menolong saudaranya.” Termasuk dari hal ini adalah bahwa Nabi ﷺ menganjurkan mereka untuk membantu saudara-saudara mereka dan berbuat baik kepada mereka, dan bahwa di antara mereka ada saudara-saudara mereka dari kalangan Muhajirin dan selainnya yang tidak memiliki harta. Begitu juga dalam perjalanan, beliau menganjurkan mereka untuk memberi tumpangan dan bantuan.

Sumber: fb, instagram,
https://binbaz.org.sa dan Al-Qur’an

Admin: Kominfo DDII Jatim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *