Ketika Penyesalan Berlapis dan Abadi

Oleh: Dr. Slamet Muliono Redjosari
Pengurus Dewan Dakwah Jawa Timur

Dewandakwahjatim.com, Surabaya – Allah tidak pernah memberi peluang manusia untuk masuk neraka, tetapi manusia confong kepada setan yang menyeru menuju neraka. Al-Qur’an menunjukkan bahwa Allah selalu mengingatkan manusia untuk mencita-citakan menikmati surga dan mengingatkan bahaya neraka. Tetapi kebanyakan manusia lalai dan justru memilih jalan menuju kebinasaan. Jalan kebinasaan dibalut oleh setan dengan keindahan dan kesenangan, sehingga banyak manusia terpesona untuk mengikuti jalan itu. Allah juga menunjukkan bahwa surga penuh dengan jalan terjal dan mendaki, namun pada akhirnya penuh dengan kenikmatan abadi dan tiada tara. Sementara siksaan neraka merupakan jalan kebinasaan yang tidak pernah berakhir.

Beragam Jalan Petunjuk

Sebagai pencipta sekaligus pemelihara alam semesta, Allah senantiasa menginginkan kebaikan pada semua makhluknya. Oleh karenanya, Allah senantiasa menunjukkan jalan menuju kebaikan. Allah pun mensugesti manusia untuk menempuh jalan yang beragam untuk meniti jalan menuju surga. Allah menunjukkan hal itu sebagaimana firman-Nya :

وَا للّٰهُ يَدْعُوْۤا اِلٰى دَا رِ السَّلٰمِ ۗ وَيَهْدِيْ مَنْ يَّشَآءُ اِلٰى صِرَا طٍ مُّسْتَقِيْمٍ

“Dan Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga) dan memberikan petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus (Islam).” (QS. Yunus : 25)

Allah secara langsung mengambil peran aktif untuk mengajak hamba-hamba-Nya menuju tempat yang membahagiakan dan abadi, berupa surga. Berbagai sarana untuk mencapai surga diciptakan oleh Allah, di antara shalat wajib dan shalat sunnah, berbuat baik kepada sesama manusia atau makhluk Allah yang lain.

Allah juga mendorong manusia untuk mencegah dirinya dari berbuat kedzaliman yang menimpa dirinya atau orang lain, di antaranya mengagungkan atau memuliakan selain Allah. Manusia seringkali berlebihan dalam berbuat yang tidak pernah disyariatkan. Manusia begitu kagum terhadap malaikat hingga mengagungkan menyembahnya. Sehingga hal ini akan menjadi penyesalan besar. Dikatakan menyesal, karena malaikat sendiri berlepas diri dari perbuatan manusia yang mengagungkan dirinya di luar batas. Hal itu dinarasikan Al-Qur’an dengan baik, sebagaimana firman-Nya :

قَا لُوْا سُبْحٰنَكَ اَنْتَ وَلِيُّنَا مِنْ دُوْنِهِمْ ۚ بَلْ كَا نُوْا يَعْبُدُوْنَ الْجِنَّ ۚ اَكْثَرُهُمْ بِهِمْ مُّؤْمِنُوْنَ

“Para malaikat itu menjawab, “Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu.” (QS. Saba’ : 41)

Malaikat sebagai makhluk yang suci dan tak pernah melakukan kemaksiatan saja demikian takut dengan siksaan Allah, sehingga menolak dirinya diagungkan manusia. Namun tipu daya iblislah yang membuat manusia banyak yang salah jalan. Betapa tidak, banyak manusia menempuh jalan menyimpang karena tipu daya setan yang memperindah barang yang jelek menjadi menarik. Banyak manusia mengira bahwa perbuatan dosa mereka akan diampuni Allah karena Allah Maha Pengampun, sehingga manusia menghalalkan perbuatan haram atau mengharamkan yang halal.

Beragam Tipu daya Setan

Di tengah petunjuk yang banyak, manusia juga disamarkan dengan jalan menyimpang. Di antara tipu daya setan yang memperdaya manusia adalah dengan menumbuhkan angan-angan dan memperindah perbuatan yang menyimpang, bahkan setan memiliki kemampuan untuk menebar janji kepada manusia sehingga banyak yang terpedaya. Bahkan setan akan mengingkari kepada hari pembalasan. Hal ini sebagaimana Allah katan berikut :

وَقَا لَ الشَّيْطٰنُ لَـمَّا قُضِيَ الْاَ مْرُ اِنَّ اللّٰهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَـقِّ وَوَعَدْتُّكُمْ فَاَ خْلَفْتُكُمْ ۗ وَمَا كَا نَ لِيَ عَلَيْكُمْ مِّنْ سُلْطٰنٍ اِلَّاۤ اَنْ دَعَوْتُكُمْ فَا سْتَجَبْتُمْ لِيْ ۚ فَلَا تَلُوْمُوْنِيْ وَلُوْمُوْۤا اَنْفُسَكُمْ ۗ مَاۤ اَنَاۡ بِمُصْرِخِكُمْ وَمَاۤ اَنْتُمْ بِمُصْرِخِيَّ ۗ اِنِّيْ كَفَرْتُ بِمَاۤ اَشْرَكْتُمُوْنِ مِنْ قَبْلُ ۗ اِنَّ الظّٰلِمِيْنَ لَهُمْ عَذَا بٌ اَ لِيْمٌ

“Dan setan berkata ketika perkara (hisab) telah diselesaikan, “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekadar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku tidak dapat menolongmu, dan kamu pun tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu menyekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.” Sungguh, orang yang zalim akan mendapat siksaan yang pedih.” (QS. Ibrahim : 22)

Setan mampu menyihir manusia dan menggelapkan pandangannya sehingga tidak membedakan jalan petunjuk dan jalan kebinasaan. Setan mampu memberikan angan-angan kosong dengan berbagai janji indah yang mempesona. Salah satu di antara jalan setan yang akan menjadi penyesalan adalah ketika manusia mengambil sekutu sebagai sesembahan. Misalnya, manusia mengagungkan kuburan para ulama yang mereka anggap berjasa. Manusia justru berharap, meminta dan menyandarkan dirinya pada penghuni kubur itu. Padahal di hari kiamat nanti para sesembahan itu akan dihadirkan dan menolak dirinya telah memberi manfaat kepada manusia. Hal ini ditegaskan Allah sebagaimana firman-Nya :

وَيَوْمَ نَحْشُرُهُمْ جَمِيْعًا ثُمَّ نَقُوْلُ لِلَّذِيْنَ اَشْرَكُوْا مَكَا نَكُمْ اَنْتُمْ وَشُرَكَآ ؤُكُمْ ۚ فَزَيَّلْنَا بَيْنَهُمْ وَقَا لَ شُرَكَآ ؤُهُمْ مَّا كُنْتُمْ اِيَّا نَا تَعْبُدُوْنَ

“Dan (ingatlah) pada hari (ketika) itu Kami mengumpulkan mereka semuanya, kemudian Kami berkata kepada orang yang menyekutukan (Allah), “Tetaplah di tempatmu, kamu dan para sekutumu.” Lalu Kami pisahkan mereka dan berkatalah sekutu-sekutu mereka, “Kamu sekali-kali tidak pernah menyembah kami.” (QS. Yunus : 28)

Akhir dari sandiwara setan berupa tipu daya itu adalah penyesalan. Betapa tidak, sesembahan yang diharapkan bisa mendatangkan kebaikan dan menjadi penolong di akherat justru memberatkan dirinya. Bahkan sesembahan itu berlepas diri dan membuat manusia masuk neraka dan mendapat siksaan yang berlipat-lipat.

Surabaya, 23 Desember 2022

Admin: Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *