Oleh Nur Hasanah, Anggota Bidang Tabligh dan Ketarjihan (ATK) PDA Kab. Sidoarjo
Dewandakwahjatim.com, Sudoarjo – Sering kali kita menganggap bahwa rusaknya ikatan kasih sayang antara kita dengan keluarga, teman dan komunitas itu karena pihak ke tiga. Padahal yang merusak itu diri kita sendiri. Mari perhatikan peoatah Arab berikut ini:
لا يهدم المودة بين البشر إلا ثلاثة: كثرة الخطأ، وكثرة الكذب، وقلة الاهتمام.
Tidak ada yang merusak kasih sayang antar manusia kecuali tiga hal: banyaknya kesalahan, banyaknya kebohongan, dan sedikitnya perhatian.
تعتبر هذه المقولة من الحكم الشهيرة والمتداولة في الأدبيات الاجتماعية لتلخيص أسباب انهيار العلاقات الإنسانية؛ وإليك تفصيلها:
Pepatah ini termasuk hikmah terkenal dan sering beredar dalam literatur sosial untuk merangkum sebab-sebab runtuhnya hubungan antar manusia. Berikut rinciannya:
١. كثرة الخطأ: تكرار الأخطاء والزلات دون اعتذار أو محاولة للإصلاح يستهلك رصيد الشخص لدى الآخرين، ويجعل الغفران أمراً صعباً مع مرور الوقت.
Banyaknya kesalahan
Mengulangi kesalahan dan kekeliruan tanpa meminta maaf atau berusaha memperbaiki akan menghabiskan “tabungan” seseorang di mata orang lain, dan membuat memaafkan menjadi sulit seiring waktu.
٢. كثرة الكذب: الصدق هو أساس الثقة، وبمجرد أن يحل الكذب مكانه، تنهار جسور الأمان بين الطرفين ويحل الشك محل اليقين.
Banyaknya kebohongan
Kejujuran adalah fondasi kepercayaan, dan begitu kebohongan menggantikannya, maka runtuhlah jembatan rasa aman di antara kedua pihak dan keraguan menggantikan keyakinan.
٣. قلة الاهتمام: الإهمال وعدم المبالاة يقتلان المشاعر تدريجياً، فالعلاقات الإنسانية تحتاج دائماً إلى التقدير والسؤال الدائم لتستمر وتزدهر.
Sedikitnya perhatian
Kelalaian dan ketidakpedulian membunuh perasaan secara perlahan, karena hubungan antar manusia selalu butuh penghargaan dan perhatian terus-menerus agar tetap langgeng dan berkembang.
Admin: Kominfo DDII Jatim
Editor: Sudono Syueb
