Gen Z Harus Tahu Mohammad Natsir, Sang Perdana Menteri RI yang Dirikan Dewan Dakwah 59 Tahun Lalu

Oleh: Dra. Nanis Sudarmisih
Bidang HUMAS & MEDIA KB PII Wati Jatim

Dewandakwahjatim.com, Surabaya – ​Generasi Z (Gen Z) saat ini perlu mengenali akar sejarah perjuangan bangsa melalui sosok penting, Mohammad Natsir.

Pada tanggal 26 Februari 1967, Mohammad Natsir bersama sejumlah tokoh nasional resmi mendirikan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) di Masjid Al-Munawarah, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Langkah monumental ini diambil setelah pembubaran Partai Masyumi, sebagai wadah baru untuk melanjutkan perjuangan membina akidah umat, mencetak kader ulama, serta mengokohkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui jalur dakwah dan pendidikan.

​Warisan Emas Sang Negarawan dan Ulama Berintegritas

​Mohammad Natsir bukan nama asing dalam sejarah Indonesia.

Beliau merupakan mantan Perdana Menteri kelima Republik Indonesia dan pencetus Mosi Integral Natsir tahun 1950 yang berhasil menyatukan kembali negara-negara bagian bentukan Belanda ke dalam NKRI.

Ketika ruang politik bagi para tokoh Muslim dipersempit di era Orde Lama dan awal Orde Baru, Natsir tidak memilih untuk berhenti berjuang.

Natsir mengalihkan seluruh energinya ke medan dakwah demi menyelamatkan masa depan generasi bangsa.

​Langkah strategis ini sejalan dengan petunjuk Al-Quran mengenai pentingnya keberadaan sekelompok orang yang fokus menyerukan kebaikan dan memperbaiki tatanan sosial masyarakat:

​”Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang munkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali ‘Imran: 104)

​Bagi Gen Z yang hidup di era digital, sosok Mohammad Natsir menawarkan teladan tentang integritas, kesederhanaan, dan konsistensi.

Meskipun pernah menjadi pejabat tinggi negara, kehidupan pribadinya dikenal sangat bersahaja, bahkan ia sempat tinggal di rumah kontrakan dengan jas yang memiliki tambalan.

Ketika mendirikan Dewan Dakwah, gerakan ini dimulai dari sebuah ruang sempit bekas gudang masjid tanpa modal finansial yang besar, melainkan digerakkan oleh keyakinan yang kokoh.

​Tiga Poros Utama Gerakan dan Dampaknya Bagi Indonesia

​Sejak awal berdirinya hingga saat ini, Dewan Dakwah konsisten bergerak menggunakan strategi jangka panjang dengan berfokus pada tiga poros utama: masjid, pesantren, dan kampus.

Institusi ini telah mendirikan sekitar 800 masjid di berbagai wilayah dan mengelola ribuan lembaga pendidikan di seluruh pelosok negeri, termasuk Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir untuk mencetak dai yang siap dikirim ke daerah pedalaman.

​Rasulullah SAW menegaskan bahwa upaya menyampaikan ilmu dan petunjuk kebaikan adalah tugas mulia yang dampaknya akan terus mengalir:

​”Demi Allah, jika Allah memberikan petunjuk kepada satu orang saja melalui perantaraanmu, itu lebih baik bagimu daripada unta-unta merah (harta paling berharga pada masa itu).” (HR. Bukhari dan Muslim)

​Melalui visi tersebut, Dewan Dakwah berfungsi sebagai benteng pertahanan akidah dari arus sekularisasi, pendangkalan iman, dan perang pemikiran (ghazwul fikri).

Lembaga ini memastikan bahwa estafet nilai-nilai luhur keislaman dan nasionalisme tetap terjaga melintasi berbagai pergantian generasi.

​Relevansi Nilai Perjuangan di Era Digital

​Mengenal rekam jejak Mohammad Natsir memberikan perspektif baru bagi anak muda tentang cara berkontribusi kepada masyarakat.

Tantangan digital saat ini membutuhkan pemuda yang memiliki ketajaman berpikir, moralitas yang kuat, dan komitmen sosial yang tinggi kualitas yang melekat erat pada kepribadian para pendiri bangsa di masa lalu.

​Eksistensi institusi dakwah ini membuktikan bahwa dedikasi tulus yang dibangun di atas dasar ilmu dan keimanan mampu melewati ujian zaman.

Mengetahui sejarah para muassis atau pendiri bangsa bukan sekadar romantisasi masa lalu, melainkan fondasi penting bagi generasi muda untuk melangkah ke depan tanpa kehilangan identitas nasional dan nilai spiritual.

​Sumber Literatur:

​Sejarah Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia

Dokumentasi Resmi DDII (dewandakwah.or.id & dewandakwahjatim.com)

​Biografi Politik Mohammad Natsir – Data Sejarah Tokoh Bangsa

​Buku “Setengah Abad Dewan Da’wah Berkiprah Mengokohkan NKRI” karya Tiar Anwar Bachtiar

Admin: Kominfo DDII Jatim

Editor: Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *