Jangan Jadi Bunglon Sosial

Oleh Sudono Syueb, Bidang Kominfo DDII Jatim

Dewandakwahjatim.com, Surabaya – Ternyata nasihat jangan jadi bunglon dengan berpura-pura menjadi orang lain itu nasihat yang mengglobal, termasuk di dunia Arab. Coba perhatikan lbrah ini:

“لا تغير طبعك لترضيهم، ولا تبدل صوتك لتعجبهم، ولا تخالف مبادئك لتوافقهم، لا تتصنع لرضاهم؛ أنت لك بصمة، فعش بما يرضيك”. 

“Jangan ubah watakmu untuk menyenangkan mereka, jangan ganti suaramu agar mereka kagum, jangan langgar prinsipmu agar cocok dengan mereka, jangan berpura-pura demi ridha mereka; kamu punya ciri khas, maka hiduplah dengan apa yang membuatmu ridha”.

Ungkapan ini adalah ajakan terang-terangan untuk berpegang pada jati diri yang sejati dan menjauhi kepura-puraan serta kepalsuan demi menyenangkan orang lain.
Kalimat ini sering muncul sebagai bagian dari nasihat terkenal dalam pengembangan diri dan sastra sosial.

Dimensi mendalam dari nasihat ini:

١. رفض التلوّن الاجتماعى

Menolak jadi bunglon sosial

Yang dimaksud dengan “suara” di sini bukan hanya nada suara, tapi juga pendapat, sikap, dan prinsip yang diungkapkan seseorang.

٢. تقدير الذات

Menghargai diri sendiri.

Setiap manusia punya ciri khas unik yang membedakannya dari orang lain, dan usaha meleburkan ciri khas itu ke orang lain akan menghilangkan rasa hormat seseorang pada dirinya sendiri.

٣. راحة البال

Ketenangan batin.

Berpura-pura butuh usaha terus-menerus dan melelahkan pikiran, sedangkan menjadi apa adanya dan jujur memberi manusia kedamaian batin.

Admin: Kominfo DDII Jatim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *