Oleh Nur Hasanah, Anggota Bidang Tabligh dan Ketarjihan (ATK) PDA Kab. Sidoarjo
Dewandakwahjatim.com, Sidoarjo – Ada kata hikmah dari Arab yang bicara tentang hakikat waktu sebagai kehidupan
الوقت لا يرحل فحسب، بل هو الحياة نفسها التي تمضي ولا تعود. إن الشعور بهروب الوقت هو تذكير دائم بقيمته وأهمية لاستغلال كل لحظة فيه.
Artinya:
Waktu tidak hanya berlalu, tapi ia adalah kehidupan itu sendiri yang pergi dan tidak kembali. Perasaan bahwa waktu berlalu adalah pengingat terus-menerus tentang nilai dan pentingnya memanfaatkan setiap momen di dalamnya.
Banyak penyair yang telah menyanyikan tentang berlalu waktu, dan di antara bait-bait indah dan terkenal yang menggambarkan makna ini adalah karya penyair Essam Abu Shawish:
الوَقتُ يَرحَلُ وَالحَيَاةُ قِطَارُ …يمضِي كَمَا شَاءَت لَهُ الأَقدَارُ
وَالكُلُّ فِيهِ مُسَافِرٌ وَمُسَيَّرٌ … من ذَا الَّذِي فِي الرَّكبِ قَد يَختَارُ
إِنَّا ضُيُوفٌ وَالحَقِيقَةُ أَنَّهُ … لا بُدَّ يَومًا يَنْتَهِي المِشْوَارُ
Waktu berlalu dan kehidupan adalah kereta…
Berjalan seperti yang diinginkan takdir
Semua orang di dalamnya adalah musafir dan diatur…
Siapa yang di antara rombongan yang bisa memilih?
Kita adalah tamu, dan kebenaran adalah…
Akhinya, suatu hari perjalanan akan berakhir
Bagaimana kita menghadapi berlalu waktu?
Menyadari nilai: Waktu adalah sumber daya satu-satunya yang jika pergi tidak bisa diganti atau dibeli.
Hidup di saat ini
Daripada menyesali apa yang telah berlalu atau khawatir berlebihan tentang masa depan, fokus pada apa yang bisa kamu lakukan hari ini.
Mengatur prioritas
Orang-orang sukses tidak memiliki waktu lebih dari yang lain, tapi mereka lebih mampu mengatur prioritas mereka.
Sumber: Aljazeera.net dan Webtab
Admin: Kominfo DDII Jatim
Editor: Sudono Syueb
