Oleh Adi Purnomo, S Pd., Sekretaris DDII Kab. Banyuwangi
Dewandakwahjatim.com, Banyuwangi –
KEKUASAAN dan IMARAH di Kalangan BANGSA ARAB sebelum ISLAM.
- Raja-Raja di Yaman.
- Raja-Raja di Hirah
- Raja-Raja di Syam.
- Imarah di Hijaz.
- Kekuasaan di Berbagai Penjuru Arab.
- Kondisi Politik.
Yaman 650 SM. Suku yg ada di Yaman dari kalangan Arab Aribah adalah Kaum Saba’. Mrk hidup mulai 20 abad SM. Puncak peradaban dan pengaruh kekuasaan mereka
dimulai 11 tahun SM.
Perkembangan mereka bisa dibagi menurut tahapan-2 berikut ini :
- Abad-abad sebelum tahun 650 SM.
- Sejak 650 SM hingga tahun 110 SM.
- Sejak 115 SM hingga tahun 300 M.
- Sejak tahun 300 M hingga masuknya Islam ke Yaman(638 M)
Sejarah Yaman ditandai dengan berbagai kerajaan kuno dan imamah yang memerintah selama ribuan tahun, dari peradaban Saba hingga kerajaan modern.
Berikut adalah beberapa raja dan penguasa terkemuka di Yaman berdasarkan catatan sejarah:
Raja-Raja Yaman Kuno dan Pra-Islam
- Ratu Balqis (Sheba): Ratu terkenal dari kerajaan Saba yang berpusat di Ma’rib.
- Tubba’ Abu Karib (Tubban Asad):
Raja Himyar yang terkenal, diyakini sebagai salah satu penguasa yang membawa pengaruh Yahudi ke Yaman.
- Saif bin Dzi Yazan:
Raja Himyar terakhir yang berjuang melawan penjajahan Habasyah (Abyssinia) dengan bantuan Persia.
- Abrahah:
Penguasa Yaman dari Habasyah yang terkenal dengan upayanya menghancurkan Ka’bah.
Kerajaan Mutawakkilite Yaman (Abad ke-20)
- Imam Yahya Muhammad Hamid ed-Din (Yahya):
Raja pertama Kerajaan Mutawakkilite Yaman (memerintah 1918-1948) yang menyatukan wilayah Yaman Utara setelah runtuhnya Kekaisaran Ottoman.
- Imam Ahmed bin Yahya:
Penerus Imam Yahya yang memerintah Yaman dan memperluas sanjak (wilayah administratif) menjadi delapan.
(Wikipedia)
Penguasa/Imam Lainnya.
Wangsa Rassids dan Al Qasimi:
Imam-imam Yaman yang memerintah selama berabad-abad, terutama di wilayah dataran tinggi.
Almanach de Saxe Gotha
Secara historis, Yaman terbagi menjadi wilayah utara yang sering dipimpin oleh Imam (Kerajaan Mutawakkilite) dan wilayah selatan yang sempat berada di bawah pengaruh Inggris. Saat ini, Yaman berbentuk republik, bukan kerajaan.
Islam masuk ke Yaman sekitar tahun 630-631 M (tahun 6-10 Hijriah), saat Nabi Muhammad SAW masih hidup.
Penyebaran Islam di Yaman terjadi melalui dakwah, di antaranya diutusnya Ali bin Abi Thalib ke Sana’a dan Mu’adz bin Jabal ke Al-Janad (Taiz) untuk mengajarkan Islam dan memimpin dakwah di wilayah tersebut.
(Wikipedia)
Berikut adalah detail masuknya Islam ke Yaman:
- Awal Masuk: Pada tahun 628 M (6 H), gubernur Persia di Yaman, Badhan, memeluk Islam, yang menandai awal pengaruh Islam.
- Utusan Rasulullah:
Nabi Muhammad SAW mengirim sahabat ke Yaman untuk dakwah, di antaranya Ali bin Abi Thalib, Mu’adz bin Jabal, dan Abu Musa Al-Asy’ari.
- Penerimaan Suku: Kabilah Bani Hamdan tercatat sebagai salah satu yang pertama menerima Islam secara massal.
- Pusat Penyebaran: Pembangunan Masjid Agung Sana’a dan masjid di Al-Janad (dekat Ta’izz) menjadi penanda kuat awal penyebaran Islam.
(Wikipedia)
Islam diterima dengan cepat dan Yaman kemudian berkontribusi besar dalam perluasan wilayah Islam selama masa Kekhalifahan.
journal.uiad.ac.id
Raja-Raja di HIRAH :
Raja-raja di Hirah (Al-Hirah) berasal dari dinasti Lakhmids (Bani Lakhm), sebuah kerajaan Arab kuno yang menjadi negara vasal kekaisaran Persia Sasaniyah di Irak selatan. Mereka memerintah dari sekitar abad ke-3 hingga abad ke-7 Masehi.
Islami.co
Berikut adalah beberapa raja penting dari Hirah:
- ‘Amr bin ‘Adi:
Dianggap sebagai raja Lakhmids pertama yang memerintah Al-Hirah, menurut tradisi Arab.
2.Imru’ al-Qays I bin ‘Amr:
Raja yang berupaya menyatukan suku-suku Arab dan beralih ke Kristen.
- Al-Mundzir III bin al-Nu’man (memerintah 503–554): Salah satu raja paling terkenal dan kuat yang sering berperang melawan Kekaisaran Bizantium dan sekutunya, Ghassanid.
- Amr bin Hind (Amr IV): Dikenal sebagai raja yang kuat dan kejam pada masa pra-Islam.
- Al-Nu’man III bin al-Mundzir (memerintah 580–602): Raja Hirah terakhir yang beragama Kristen Nestorian. Ia digulingkan oleh kaisar Persia Khosrow II, yang menandai melemahnya kendali Lakhmid sebelum akhirnya wilayah tersebut ditaklukkan oleh kaum Muslimin.
Kerajaan ini runtuh setelah ditaklukkan oleh pasukan Muslim di bawah pimpinan Khalid bin Walid pada masa kekhalifahan Abu Bakar.
Raja-Raja di Syam :
Berdasarkan literatur sirah Nabawiyah dan sejarah pra-Islam, wilayah Syam (yang mencakup Suriah, Lebanon, Yordania, dan Palestina saat ini) sebelum penaklukan Islam berada di bawah dominasi Kekaisaran Romawi Timur (Byzantium), namun dipimpin oleh raja-raja Arab bawahan yang dikenal sebagai Banu Ghassan atau Ghassanid.
Berikut adalah beberapa raja/penguasa di Syam yang tercatat dalam sejarah:
- Banu Ghassan (Raja-raja Ghassanid):
Mereka adalah suku Arab yang masuk Kristen dan memerintah Syam atas nama Romawi. Salah satu raja yang terkenal dalam literatur Islam adalah Al-Harits bin Abi Syamr al-Ghassani.
- Habib bin Malik:
Dalam beberapa riwayat kisah terbelahnya bulan, disebutkan nama Raja Habib bin Malik sebagai penguasa di Syam yang meminta pembuktian kerasulan kepada Nabi Muhammad SAW.
- Raja Hiraclius (Heraclius):
Kaisar Romawi Timur yang berkuasa saat Nabi Muhammad SAW mengirim surat dakwah ke negeri Syam. Hiraclius berkedudukan di Syam (Yerusalem) saat menerima berita tentang Nabi.
- Raja Herodus: Disebutkan dalam kisah-kisah terkait Nabi Yahya AS sebagai penguasa yang tidak senang dengan penegakan syariat.
Secara administratif, kerajaan-kerajaan Arab di Syam pada masa pra-Islam bertindak sebagai penyangga (buffer state) antara Kekaisaran Romawi dan Jazirah Arab.
Islam masuk ke wilayah Syam (Suriah, Palestina, Yordania, Lebanon) secara masif melalui penaklukan pada masa Kekhalifahan Rasyidun, dimulai tahun 634 M di bawah Khalifah Abu Bakar dan berlanjut di era Umar bin Khattab.
Penaklukan ini memuncak setelah Pertempuran Yarmuk (13 H/634-636 M), menggeser kekuasaan Bizantium.
Berikut adalah poin penting sejarah masuknya Islam ke Syam:
- Perkenalan Awal:
Nabi Muhammad ﷺ pernah mengunjungi Syam untuk berdagang, salah satunya saat usia 12 tahun bersama pamannya, Abu Thalib.
- Pertempuran Awal (Masa Nabi):
Pertempuran Mu’tah pada tahun 629 M adalah kontak militer awal.
- Penaklukan Utama (634-638 M):
Khalifah Abu Bakar dan Umar mengirim panglima seperti Khalid bin Walid untuk menguasai wilayah tersebut.
- Puncak Penguasaan: Kota-kota penting seperti Damaskus, Homs, dan Yerusalem (Baitul Maqdis) berhasil dikuasai, menjadikan Syam bagian integral dari wilayah Muslim.
- Pusat Pemerintahan:
Pada masa Dinasti Umayyah (661 M), Damaskus menjadi ibu kota kekhalifahan.
(Almanhaj).
IMARAH di HIJAZ :
Hijaz adalah wilayah pesisir barat Arab Saudi di sepanjang Laut Merah yang dikenal sebagai pusat spiritual, sejarah, dan geografis Islam.
Wilayah ini mencakup dua kota suci utama, Mekah dan Madinah, serta Jeddah, dan merupakan tempat lahirnya Nabi Muhammad SAW.
Secara geografis, Hijaz membentang dari perbatasan Yordania di utara hingga Jazan di selatan, ditandai dengan Pegunungan Sarah (Sarawat).
(Digilib Uinsa)
Karakteristik Utama Wilayah Hijaz:
- Pusat Keagamaan: Rumah bagi Masjidil Haram (Mekah) dan Masjid Nabawi (Madinah), yang menjadi pusat ibadah haji dan umrah.
- Geografi:
Terletak di sebelah barat laut Arab Saudi, memisahkan wilayah Tihamah (pesisir) dan Najd (dataran tinggi).
- Sejarah Politik: Pernah menjadi bagian dari Kesultanan Utsmaniyah, memperoleh kemerdekaan singkat (1916–1926), sebelum disatukan ke dalam Arab Saudi.
- Pusat Ekonomi & Wisata:
Jeddah berfungsi sebagai kota pelabuhan utama dan pintu masuk peziarah, sementara Taif dikenal dengan iklim sejuk dan pariwisatanya.
- Budaya:
Penduduk Hijaz sering dianggap lebih kosmopolitan karena sejarahnya sebagai pusat pertemuan peziarah dan perdagangan dari seluruh dunia.
(Wikipedia)
IMARAH di HIJAZ ;
Imarah (pemerintahan/kepemimpinan) di Hijaz, khususnya Mekah sebelum Islam, didominasi oleh suku-suku Arab seperti Jurhum, Khuza’ah, dan akhirnya Quraisy.
Kepemimpinan berfokus pada pengurusan Ka’bah, berpusat pada tokoh kharismatik seperti Qusay bin Kilab, dan seringkali berbasis kekuasaan suku (kabilah) serta penguasaan ekonomi, bukan kerajaan terpusat.
Berikut adalah poin-poin penting mengenai imarah di Hijaz:
- Kepemimpinan Awal (Masa Nabi Ismail): Setelah Nabi Ismail ‘alaihissalam, kepemimpinan Mekah sempat dipegang oleh suku Jurhum.
- Dominasi Suku Khuza’ah: Suku Khuza’ah berkuasa selama kurang lebih 300 tahun dan memegang kendali penuh atas Mekah serta Ka’bah.
- Era Qusay bin Kilab (Quraisy):
Qusay berhasil yg mengambil alih kekuasaan dari Khuza’ah (setelah Hulail bin Habasyah) dan menyatukan suku-suku Quraisy. Ia membangun Darun Nadwah sebagai pusat musyawarah dan membagi tugas kepengurusan Ka’bah.
- Karakteristik Pemimpin: Pemimpin kabilah bertindak seperti diktator yang kuat, memiliki hak istimewa atas harta rampasan perang, serta bertanggung jawab atas keamanan, jamuan jamaah haji, dan otoritas hukum.
Kondisi Sosial:
Sebelum Islam, Hijaz sering diwarnai persaingan antar suku, dengan posisi penyair yang sangat tinggi sebagai penyambung lidah kabilah.
Kisah Muslim
Kekuasaan di berbagai penjuru Arab :
Kekuasaan di berbagai penjuru Arab pra-Islam umumnya disebut sebagai Imarah (keemiran) atau kekuasaan kesukuan, di mana wilayah dipimpin oleh kepala suku atau raja kecil yang independen. Bentuk kekuasaan ini mencakup sistem kesukuan yang terfragmentasi, kerajaan-kerajaan kecil, maupun wilayah di bawah pengaruh kekuatan asing seperti Persia atau Romawi.
(Kisah Muslim)
Berikut detail mengenai kekuasaan di berbagai penjuru Arab:
Sistem Kesukuan:
Kekuasaan utama berada di tangan kepala suku (Syekh) yang mengatur kabilah.
Imarah (Keemiran):
Wilayah-wilayah tertentu yang dikuasai oleh Amir (penguasa/pemimpin).
Kerajaan Kecil:
Terdapat kerajaan seperti Nabath di Petra dan Palmyra di Suriah.
Wilayah Pengaruh:
Wilayah seperti Yaman (di bawah kekuasaan Sassanid/Persia), Hirah (di bawah Lakhmid), dan Ghassan (di bawah Bizantium/Romawi).
Kepemimpinan Makkah:
Dikelola oleh suku-suku kuat seperti Quraisy dan Khuza’ah.
(Kisah Muslim)
Secara ringkas, sebelum Islam, kekuasaan di Jazirah Arab bersifat tersebar dan sering kali terikat pada loyalitas suku, bukan satu pemerintahan pusat yang tunggal.
(Al Ukhuwah)
Kondisi Politik di Jazirah Arab :
Kondisi politik di Jazirah Arab sebelum Islam (masa Jahiliyah) ditandai dengan ketiadaan pemerintahan pusat, yang mana sistem politik berbasis pada kabilah (kesukuan) yang otonom dan sering berperang.
Kekuasaan absolut dipegang oleh pemimpin suku, sementara wilayah Arabia utara terpengaruh konflik kerajaan besar Bizantium dan Persia.
(Islami.co)
Berikut detail kondisi politik pra-Islam:
- Sistem Kesukuan (Kabilah): Kesetiaan tertinggi diberikan kepada suku (ashabiyah), bukan negara. Konflik antar suku sering terjadi, seringkali dipicu perebutan sumber daya terbatas.
- Tidak Ada Pemerintah Pusat:
Seluruh Jazirah Arab, terutama wilayah pedalaman, tidak memiliki struktur pemerintahan terpusat. Keamanan hanya dijamin oleh kabilah masing-masing.
- Pengaruh Asing:
Wilayah perbatasan utara dipengaruhi oleh Kekaisaran Bizantium dan Persia Sasaniah. Beberapa suku Arab menjadi sekutu atau bawahan mereka, seperti kerajaan Ghassan (pro-Bizantium) dan Hirah (pro-Persia).
4.Hierarki Sosial:
Terdapat jurang pemisah antara tuan dan budak, serta kaya dan miskin. Pemimpin suku memiliki kekuasaan penuh atas wilayah dan anggota kelompoknya.
- Hijaz sebagai Pusat: Wilayah Hijaz (termasuk Mekah) menonjol sebagai pusat religius dan perdagangan, terutama dengan peran suku Quraisy, namun tetap dalam struktur kesukuan.
(Journal on Education)
Kondisi politik
bawah payung ajaran Islam.
Demikianlah info dan gambaran tentang Kerajaan, Raja-raja dan Imarah di Jazirah Arab di Era sebelum Islam.
Mudah-mudahan bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan dan wawasan kita tentang Sejarah Rasullullah Muhammad S.A.W. dan bisa menambah rasa cinta kita kepada Nabi kita, Rasullullah Muhammad S A W. dan juga meningkatkan serta memperkuat keimanan dan ketaqwaan kita.
آمِــــــــــيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِــــــــــيْنَ
Afwan.
(وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ) ;
Wallahu a’lam bishawab;
“Dan Allah lebih mengetahui kebenaran yang sesungguhnya”.
“And Allah knows the real truth better.”
جَزَاكُمُ اللهُ خَيْرًا
Jazakumullahu khairan.
“Semoga Allah membalas anda semua dengan kebaikan”.
(بَارَكَ اللهُ فِيْكُم)
Barakallahu Fiikum;
“Semoga Allah memberkahi anda semua”.
“May Allah bless you all.”
Sumber / Sources :
- Kitab Sirah Nabawiyah karya Syaikh Syafiurrahman Al Mubarakfurry terbitan Pustaka Al Kautsar Jakarta.
- journal.uiad.ac.id
- islami.co
- almanhaj
- digilib Uinsa
- kisah muslim
- Al ukhuwah
- journal on education
- Wikipedia
- AI.
Pukul. 06.00.
Rabu,
21/22 Ramadhan 1447 H /
11 Maret 2026 M.
Wednesday,
11th March 2026 AD.
Wednesday,
March 11th, 2026 AD.
Jalan Mardi Tani No. 33
Rt04/Rw01, Dusun Wadungdolah, Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Propinsi Jawa Timur ( East Java), Indonesia.
Rewritten by Adi Purnomo bin Mughofir bin H. Jalal Makhali bin H. Rais bin H. Ilyas.
Phone : 0823 3863 5057
Admin: Kominfo DDII Jatim
