Oleh Sudono Syueb, Bidang Kominfo DDII Jatim
Dewandakwahjatim.com, Surabaya – Kita ini tak lebih dari kumpulan waktu yang setiap hari merembes atau menyusut satu per satu.
انت زمن بتسرب
(Kamu adalah waktu yang merembes)
Kalimat انت زمن يتسرب ini mengandung sentuhan puitis dan filosofis yang mendalam tentang hakikat waktu dan kehidupan, dan mungkin beririsan dengan kutipan atau perasaan yang mengungkapkan kecepatan hilangnya usia atau momen indah.
Berikut beberapa makna dan gambaran yang mungkin dimaksud atau diilhami oleh kata-kata ini:
- Hilangnya usia: Deskripsi “merembes” sering digunakan untuk mengungkapkan hilangnya usia dalam kecemasan atau penantian, seperti ungkapan yang menunjukkan bahwa impian kita adalah pasir emas yang merembes di antara jari-jari kita.
- Waktu dan diri: Mungkin berarti bahwa manusia itu sendiri adalah “waktu” yang berjalan di bumi, dan dengan setiap momen yang berlalu, sebagian dari keberadaannya yang fisik merembes, seperti yang digambarkan oleh Ahmad Khalid Tawfiq tentang perasaan merembesnya waktu dan kemajuan usia sebagai sesuatu yang merayap ke jiwa dengan cepat.
- Tagihan psikis: Ada ungkapan terkenal yang mengatakan, “Tidak ada yang akan membayar tagihan usia Anda yang merembes karena kesedihan atau kebencian”.
Jika kamu merujuk pada kutipan tertentu dari penulis atau penyair, atau merasa sesak karena kecepatan waktu, apakah kamu ingin kita membahas perasaan ini lebih lanjut atau mencari saran untuk memanfaatkan momen sekarang?
Sementara itu Hasan al-Bashri berkata:
ياابن ادم، انما انت ايام، اذا ذهب يوم ذهب بعضك
Wahai anak Adam, kamu hanyalah (kumpulan) hari-hari, jika satu hari pergi, maka sebagian dari kamu telah pergi.
Berdasarkan makna yang mendalam ini, berikut adalah cara kamu dapat membuat “hari-hari” yang tersisa menjadi berharga:
- Investasi, bukan konsumsi: Jangan memperlakukan hari-mu sebagai waktu yang harus berlalu saja, tapi sebagai bagian dari diri-mu yang pergi; jadi, jadikanlah sebagai pencapaian, akhlak yang baik, atau ibadah.
- Fokus pada “sekarang”: Masa lalu telah berlalu, masa depan tidak pasti, kamu hanya memiliki momen ini; jadikanlah sebagai titik perubahan.
- Dampak yang berkesinambungan: Coba tinggalkan ilmu yang bermanfaat, amal sholeh, atau kenangan yang baik, agar “sebagian dari kamu” tetap hidup bahkan setelah hari-hari-mu berlalu.
Singkatnya
اجعل ما تبقى منك راءس مال تستمره فيها ينفعك في اخرتك ودنياك ولا تبدده فى التوافه
Jadikan apa yang tersisa dari kamu sebagai “modal” yang kamu investasikan untuk kebaikan akhirat dan duniamu, dan jangan membuangnya pada hal-hal yang tidak penting.
Sumber: dari brrbagai sumber
Admin: Kominfo DDII Jatim
