Oleh Adi Purnomo, S.Pd., Sekeretaris DDII Kab. Banyuwangi
Kitab Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiurrahman Al Mubarakfurry terdiri dari.
58 Bab. Dalam kesempatan ini akan dibedah Bab 1 s.d. Bab.4.
Bab.1 menerangkan tentang letak geografis negeri arab dan bangsa arab serta Kondisi bangsa arab sebelum Islam (Jahiliyah).
Bab.2 tentang :
Jazirah Arab : Posisi Geografis, Kondisi Penduduk, dan Agama sebelum Islam( pada masa Jahillyah.
Bab.3 tentang :
Kondisi Bangsa Arab, Agama, Sosial dan Politik sebelum Islam atau dalam konteks kronologis awal berfokus pada “Silsilah dan Nasab Nabi Muhammad SAW” hingga masa kelahiran beliau.
Bab 4 tentang :
- Kondisi Bangsa Arab.
- Agamanya
- Adat isriadad sebelum Islam ( Sisa-2 peradaban di Yaman ).
- Ringkasan Bab. 1 telah ditulis pada tulisan sebelum ini.
- Ringkasan Bab.2.
Ringkasan Bab 2 Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfurry
Bab 2 dalam buku Ar-Rahiq al-Makhtum (Sirah Nabawiyah) karya Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri membahas tentang “Jazirah Arab: Posisi Geografis, Kondisi Penduduk, dan Agama Sebelum Islam” (kadang dirangkum sebagai masa Jahiliyah).
Berikut adalah ringkasan poin-poin penting dari bab 2 tersebut:
I. Posisi Geografis dan Geografis.
1.1. Posisi Strategis:
Jazirah Arab dikelilingi oleh gurun pasir (Nufud) dan laut (Laut Merah, Teluk Persia), menjadikannya benteng alami yang terisolasi namun strategis secara perdagangan.
I.2. Kondisi Alam:
Iklim yang sangat panas dan gersang mempengaruhi kerasnya kehidupan dan karakter penduduknya.
II. Kondisi Sosial dan Politik (Jahiliyah).
II.1. Pengertian Jahiliyah:
Bukan sekadar bodoh dalam baca-tulis, tetapi kebodohan dalam hal moral, agama, dan perilaku manusiawi (barbar).
II.2. Sistem Kabilah (Suku):
Masyarakat terbagi dalam suku-suku yang loyalitasnya sangat tinggi. Hal ini memicu peperangan antar suku yang berkepanjangan.
II.3. Moralitas Rendah:
Praktik seperti membunuh bayi perempuan hidup-hidup, perbudakan, dan ketidaksetaraan gender sangat umum.
II.4. Pemimpin Politik:
Tidak ada pemerintahan pusat; kepemimpinan didasarkan pada oligarki suku (keluarga Quraisy memegang peran penting di Mekkah).
III . Keadaan Agama dan Kepercayaan.
III 1. Penyembahan Berhala:
Mayoritas penduduk menyembah berhala (paganisme). Ka’bah dikelilingi ratusan berhala.
III.2. Sisa-sisa Ajaran Hanif:
Masih ada penganut ajaran Nabi Ibrahim (Tauhid) meskipun sedikit, serta pengaruh Yahudi dan Nasrani di wilayah tertentu.
IV. Keadaan Ekonomi.
IV.1. Perdagangan & Peternakan:
Mata pencaharian utama adalah berdagang (terutama Quraisy) dan menggembala kambing/unta.
Inti Bab 2:
Syaikh al-Mubarakfuri menggambarkan bahwa dunia, terutama Arab, berada dalam titik terendah moralitas dan spiritualitas (kegelapan Jahiliyah) sebelum cahaya Islam datang melalui Nabi Muhammad SAW.
Keadaan ini menciptakan kebutuhan akan bimbingan wahyu untuk perbaikan total moral dan sosial.
uin-malang.ac.id
III. Ringkasan Bab.3.
Ringkasan Bab 3 Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfurry.
Bab 3 dalam kitab Ar-Rahiqul Makhtum (Sirah Nabawiyah) karya Syaikh Shafiyurrahman al-Mubarakfuri umumnya membahas tentang :
1."Kondisi Bangsa Arab,
- Agama,
- Sosial, dan
- Politik Sebelum Islam” atau dalam konteks kronologis awal, berfokus pada
- “Silsilah dan Nasab Nabi Muhammad SAW” hingga masa kelahiran beliau.
Berdasarkan struktur buku tersebut, berikut adalah ringkasan poin-poin penting pada bagian awal (bab 1-3):
Nasab dan Silsilah Nabi SAW:
Penulis merinci nasab Nabi Muhammad SAW yang terbagi menjadi tiga bagian:
Nasab yang disepakati oleh sejarawan (sampai Adnan).
Nasab yang diperselisihkan (dari Adnan hingga Ibrahim AS).
Nasab dari Ibrahim AS hingga Adam AS.
Keluarga Nabi SAW:
Menjelaskan tentang kabilah Quraisy, nasab mulia Nabi dari garis keturunan Hasyim, serta kedudukan tinggi Bani Hasyim di kalangan Arab.
Kisah Abdul Muthalib dan Zamzam:
Menjelaskan latar belakang kakek Nabi, Abdul Muthalib, yang mendapatkan kembali mata air Zamzam dan nazarnya untuk menyembelih salah satu anaknya (Abdullah, ayah Nabi), yang kemudian diganti dengan 100 ekor unta.
Kelahiran Nabi Muhammad SAW:
Nabi Muhammad SAW lahir di Mekkah pada tahun Gajah, pada bulan Rabiul Awal, dalam keadaan yatim karena ayahnya, Abdullah, wafat saat Nabi masih dalam kandungan.
Inti Pesan:
Bab-bab awal ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW lahir dari garis keturunan yang paling bersih dan mulia, serta membuktikan penjagaan Allah SWT terhadap nasab Nabi dari perbuatan jahiliyah yang tercela.
IV. Ringkasan Bab. 4
Berdasarkan kitab Ar-Rahiqul Makhtum (Nektar yang Tersegel) karya Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Bab 4 umumnya membahas tentang :
I. “Kondisi Bangsa Arab,
II. Agama, dan
III. Adat Istiadat Mereka Sebelum Islam” (atau dalam beberapa terjemahan difokuskan pada sisa-sisa peradaban di Yaman/Jazirah Arab).
Berikut adalah ringkasan poin-poin penting dalam bab 4 tersebut:
- Kondisi Geografis dan Keberagaman Bangsa Arab.
1.1. Bangsa Arab Ba’idah (Punah):
Kaum terdahulu yang sudah musnah seperti ‘Ad dan Tsamud.
1.2. Bangsa Arab ‘Aribah (Asli):
Berasal dari Yaman (keturunan Qahthan) yang kemudian menyebar.
1.3. Bangsa Arab Musta’ribah (Pendatang/Arabisasi):
Keturunan Nabi Ismail bin Ibrahim yang menetap di Hijaz (Mekah).
( From The Islamic Bulletin ).
- Agama dan Kepercayaan (Kekafiran dan Kesyirikan).
2.1. Penyembahan Berhala:
Awalnya bangsa Arab menganut ajaran Tauhid (Nabi Ibrahim), namun bergeser menjadi penyembah berhala.
Amr bin Luhay dianggap orang pertama yang membawa berhala ke Mekah.
2.2. Berhala Utama:
Hubal, Latta, Uzza, dan Manat adalah berhala-berhala besar yang disembah kaum Quraisy.
2.3. Kepercayaan Lain:
Sebagian kecil ada yang menganut agama Yahudi, Nasrani, Majusi, atau ajaran Hanif (pengikut ajaran tauhid Nabi Ibrahim yang tersisa).
- Keadaan Sosial dan Moral.
3.1. Adat Jahiliyah:
Kebiasaan buruk seperti judi, minum khamar (minuman keras), perzinaan, dan merampok adalah hal biasa.
3.2. Kecemburuan Sosial:
Perang antarsuku sering terjadi karena masalah sepele (seperti Perang Al-Fujjar).
PERANG FIJAR ( Al-FUJJAR ) dan HIFUL FUDHUL.
Perang Fijar adalah konflik bersenjata antara suku Quraisy (bersama Kinanah) melawan Hawazin, terjadi pada masa pra-Islam saat Nabi Muhammad SAW berusia sekitar 15–20 tahun.
Perang ini dinamakan “Fijar” (kedurhakaan) karena melanggar kesucian bulan-bulan haram. Nabi Muhammad ikut serta membantu paman-pamannya mengumpulkan anak panah dalam perang yang berlangsung 4 tahun ini.
Detail Utama Perang Fijar:
Penyebab:
Konflik berawal dari pembunuhan Urwah bin Ab (Bani Hawazin) oleh Barod bin Qais (Bani Kinanah) yang dipicu rasa iri dalam perayaan di pasar Ukaz.
Pihak yang Terlibat:
Suku Quraisy dan Kinanah berhadapan dengan suku Qais Aylan dan Hawazin.
Partisipasi Nabi SAW:
Nabi Muhammad membantu menyediakan anak panah untuk paman-pamannya, meskipun ada beberapa pendapat, beliau hadir membantu dalam perang ini.
Kaitan dengan Hilful Fudhul:
Setelah perang berakhir, terbentuklah Hilful Fudhul, sebuah perjanjian damai dan kesepakatan untuk membela orang yang dizalimi, yang juga dihadiri oleh Nabi Muhammad.
Perang ini berujung damai dengan kesepakatan ganti rugi berdasarkan jumlah korban.
YouTube
HIFUL FUDHUL.
Hilful Fudhul adalah perjanjian perdamaian dan pertahanan keadilan di Mekah (sekitar abad ke-7) yang diikuti oleh Nabi Muhammad SAW saat remaja, bertujuan membela siapapun yang terzalimi, baik penduduk lokal maupun pendatang.
Ikrar ini disepakati di rumah Abdullah bin Jud’an setelah konflik Perang Fijar.
NU Online
Poin-Poin Penting Hilful Fudhul:
Latar Belakang:
Terjadi akibat penzaliman terhadap pedagang Yaman oleh salah satu tokoh Quraisy, As bin Wail.
Tujuan:
Menegakkan keadilan, melindungi kaum lemah, dan memerangi kezaliman di Mekah.
Keterlibatan Nabi Muhammad:
Nabi SAW mengikutinya sebelum masa kenabian (usia 15-16 tahun) dan menegaskan keikutsertaannya dalam perjanjian tersebut, menyebutnya sebagai perjanjian terhormat.
Isi Perjanjian:
Tokoh Quraisy bersumpah untuk membantu siapapun yang haknya dirampas.
Relevansi:
Menunjukkan Islam menjunjung tinggi keadilan, kemanusiaan, dan kerja sama dalam kebaikan sejak dini.
Perjanjian ini menjadi salah satu bukti mulianya akhlak Nabi Muhammad SAW bahkan jauh sebelum menerima wahyu.
3.3. Penghinaan terhadap Wanita:
Adanya tradisi mengubur bayi perempuan hidup-hidup karena dianggap membawa beban ekonomi.
( From Archive net ).
Demikian Ringkasan Isi Buku Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiurrahman Al Mubarakfurry, bagian Pembukaan yang terdapat pada Bab.1 sampai dengan Bab. 4.
Mudah-mudahan bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan kita tentang Sejarah Rasullullah Muhammad S.A.W. dan bisa menambah rasa cinta kita kepada Nabi kita, Rasullullah Muhammad S A W.
Afwan.
(وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ) ;
Wallahu a’lam bishawab;
“Dan Allah lebih mengetahui kebenaran yang sesungguhnya”.
“And Allah knows the real truth better.”
جَزَاكُمُ اللهُ خَيْرًا
Jazakumullahu khairan.
“Semoga Allah membalas anda semua dengan kebaikan”.
(بَارَكَ اللهُ فِيْكُم)
Barakallahu Fiikum;
“Semoga Allah memberkahi anda semua”.
“May Allah bless you all.”
Sumber / Sources :
- uin-malang.ac.id
- archive.net
- NU on Line.
- Kitab Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiurrahman Al Mubarakfurry terbitan Pustaka Kautsar Jakarta.
- AI.
Pukul. 06.00.
17 / 18 Ramadhan 1447 H /
7 Maret 2026 M.
Saturday, 7th March 2026 AD.
Saturday, March 7th, 2026 AD.
Jalan Mardi Tani No. 33
Rt04/Rw01, Dusun Wadungdolah, Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Propinsi Jawa Timur ( East Java), Indonesia.
Rewritten by Adi Purnomo bin Mughofir bin H. Jalal Makhali bin H. Rais bin H. Ilyas.
BEDAH BUKU Seri 2.
Bab.2 ; 3 dan 4.
Kitab Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiurrahman Al Mubarakfurry terdiri dari.
58 Bab.
Bab.1 s.d. Bab.4.
Bab.1 menerangkan tentang letak geografis negeri arab dan bangsa arab serta Kondisi bangsa arab sebelum Islam (Jahiliyah).
Bab.2 tentang :
Jazirah Arab : Posisi Geografis, Kondisi Penduduk, dan Agama sebelum Islam( pada masa Jahillyah.
Bab.3 tentang :
Kondisi Bangsa Arab, Agama, Sosial dan Politik sebelum Islam atau dalam konteks kronologis awal berfokus pada “Silsilah dan Nasab Nabi Muhammad SAW” hingga masa kelahiran beliau.
Bab 4 tentang :
- Kondisi Bangsa Arab.
- Agamanya
- Adat isriadad sebelum Islam ( Sisa-2 peradaban di Yaman ).
- Ringkasan Bab. 1 telah ditulis pada tulisan sebelum ini.
- Ringkasan Bab.2.
Ringkasan Bab 2 Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfurry
Bab 2 dalam buku Ar-Rahiq al-Makhtum (Sirah Nabawiyah) karya Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri membahas tentang “Jazirah Arab: Posisi Geografis, Kondisi Penduduk, dan Agama Sebelum Islam” (kadang dirangkum sebagai masa Jahiliyah).
Berikut adalah ringkasan poin-poin penting dari bab 2 tersebut:
I. Posisi Geografis dan Geografis.
1.1. Posisi Strategis:
Jazirah Arab dikelilingi oleh gurun pasir (Nufud) dan laut (Laut Merah, Teluk Persia), menjadikannya benteng alami yang terisolasi namun strategis secara perdagangan.
I.2. Kondisi Alam:
Iklim yang sangat panas dan gersang mempengaruhi kerasnya kehidupan dan karakter penduduknya.
II. Kondisi Sosial dan Politik (Jahiliyah).
II.1. Pengertian Jahiliyah:
Bukan sekadar bodoh dalam baca-tulis, tetapi kebodohan dalam hal moral, agama, dan perilaku manusiawi (barbar).
II.2. Sistem Kabilah (Suku):
Masyarakat terbagi dalam suku-suku yang loyalitasnya sangat tinggi. Hal ini memicu peperangan antar suku yang berkepanjangan.
II.3. Moralitas Rendah:
Praktik seperti membunuh bayi perempuan hidup-hidup, perbudakan, dan ketidaksetaraan gender sangat umum.
II.4. Pemimpin Politik:
Tidak ada pemerintahan pusat; kepemimpinan didasarkan pada oligarki suku (keluarga Quraisy memegang peran penting di Mekkah).
III . Keadaan Agama dan Kepercayaan.
III 1. Penyembahan Berhala:
Mayoritas penduduk menyembah berhala (paganisme). Ka’bah dikelilingi ratusan berhala.
III.2. Sisa-sisa Ajaran Hanif:
Masih ada penganut ajaran Nabi Ibrahim (Tauhid) meskipun sedikit, serta pengaruh Yahudi dan Nasrani di wilayah tertentu.
IV. Keadaan Ekonomi.
IV.1. Perdagangan & Peternakan:
Mata pencaharian utama adalah berdagang (terutama Quraisy) dan menggembala kambing/unta.
Inti Bab 2:
Syaikh al-Mubarakfuri menggambarkan bahwa dunia, terutama Arab, berada dalam titik terendah moralitas dan spiritualitas (kegelapan Jahiliyah) sebelum cahaya Islam datang melalui Nabi Muhammad SAW.
Keadaan ini menciptakan kebutuhan akan bimbingan wahyu untuk perbaikan total moral dan sosial.
uin-malang.ac.id
III. Ringkasan Bab.3.
Ringkasan Bab 3 Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfurry.
Bab 3 dalam kitab Ar-Rahiqul Makhtum (Sirah Nabawiyah) karya Syaikh Shafiyurrahman al-Mubarakfuri umumnya membahas tentang :
1."Kondisi Bangsa Arab,
- Agama,
- Sosial, dan
- Politik Sebelum Islam” atau dalam konteks kronologis awal, berfokus pada
- “Silsilah dan Nasab Nabi Muhammad SAW” hingga masa kelahiran beliau.
Berdasarkan struktur buku tersebut, berikut adalah ringkasan poin-poin penting pada bagian awal (bab 1-3):
Nasab dan Silsilah Nabi SAW:
Penulis merinci nasab Nabi Muhammad SAW yang terbagi menjadi tiga bagian:
Nasab yang disepakati oleh sejarawan (sampai Adnan).
Nasab yang diperselisihkan (dari Adnan hingga Ibrahim AS).
Nasab dari Ibrahim AS hingga Adam AS.
Keluarga Nabi SAW:
Menjelaskan tentang kabilah Quraisy, nasab mulia Nabi dari garis keturunan Hasyim, serta kedudukan tinggi Bani Hasyim di kalangan Arab.
Kisah Abdul Muthalib dan Zamzam:
Menjelaskan latar belakang kakek Nabi, Abdul Muthalib, yang mendapatkan kembali mata air Zamzam dan nazarnya untuk menyembelih salah satu anaknya (Abdullah, ayah Nabi), yang kemudian diganti dengan 100 ekor unta.
Kelahiran Nabi Muhammad SAW:
Nabi Muhammad SAW lahir di Mekkah pada tahun Gajah, pada bulan Rabiul Awal, dalam keadaan yatim karena ayahnya, Abdullah, wafat saat Nabi masih dalam kandungan.
Inti Pesan:
Bab-bab awal ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW lahir dari garis keturunan yang paling bersih dan mulia, serta membuktikan penjagaan Allah SWT terhadap nasab Nabi dari perbuatan jahiliyah yang tercela.
IV. Ringkasan Bab. 4
Berdasarkan kitab Ar-Rahiqul Makhtum (Nektar yang Tersegel) karya Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Bab 4 umumnya membahas tentang :
I. “Kondisi Bangsa Arab,
II. Agama, dan
III. Adat Istiadat Mereka Sebelum Islam” (atau dalam beberapa terjemahan difokuskan pada sisa-sisa peradaban di Yaman/Jazirah Arab).
Berikut adalah ringkasan poin-poin penting dalam bab 4 tersebut:
- Kondisi Geografis dan Keberagaman Bangsa Arab.
1.1. Bangsa Arab Ba’idah (Punah):
Kaum terdahulu yang sudah musnah seperti ‘Ad dan Tsamud.
1.2. Bangsa Arab ‘Aribah (Asli):
Berasal dari Yaman (keturunan Qahthan) yang kemudian menyebar.
1.3. Bangsa Arab Musta’ribah (Pendatang/Arabisasi):
Keturunan Nabi Ismail bin Ibrahim yang menetap di Hijaz (Mekah).
( From The Islamic Bulletin ).
- Agama dan Kepercayaan (Kekafiran dan Kesyirikan).
2.1. Penyembahan Berhala:
Awalnya bangsa Arab menganut ajaran Tauhid (Nabi Ibrahim), namun bergeser menjadi penyembah berhala.
Amr bin Luhay dianggap orang pertama yang membawa berhala ke Mekah.
2.2. Berhala Utama:
Hubal, Latta, Uzza, dan Manat adalah berhala-berhala besar yang disembah kaum Quraisy.
2.3. Kepercayaan Lain:
Sebagian kecil ada yang menganut agama Yahudi, Nasrani, Majusi, atau ajaran Hanif (pengikut ajaran tauhid Nabi Ibrahim yang tersisa).
- Keadaan Sosial dan Moral.
3.1. Adat Jahiliyah:
Kebiasaan buruk seperti judi, minum khamar (minuman keras), perzinaan, dan merampok adalah hal biasa.
3.2. Kecemburuan Sosial:
Perang antarsuku sering terjadi karena masalah sepele (seperti Perang Al-Fujjar).
PERANG FIJAR ( Al-FUJJAR ) dan HIFUL FUDHUL.
Perang Fijar adalah konflik bersenjata antara suku Quraisy (bersama Kinanah) melawan Hawazin, terjadi pada masa pra-Islam saat Nabi Muhammad SAW berusia sekitar 15–20 tahun.
Perang ini dinamakan “Fijar” (kedurhakaan) karena melanggar kesucian bulan-bulan haram. Nabi Muhammad ikut serta membantu paman-pamannya mengumpulkan anak panah dalam perang yang berlangsung 4 tahun ini.
Detail Utama Perang Fijar:
Penyebab:
Konflik berawal dari pembunuhan Urwah bin Ab (Bani Hawazin) oleh Barod bin Qais (Bani Kinanah) yang dipicu rasa iri dalam perayaan di pasar Ukaz.
Pihak yang Terlibat:
Suku Quraisy dan Kinanah berhadapan dengan suku Qais Aylan dan Hawazin.
Partisipasi Nabi SAW:
Nabi Muhammad membantu menyediakan anak panah untuk paman-pamannya, meskipun ada beberapa pendapat, beliau hadir membantu dalam perang ini.
Kaitan dengan Hilful Fudhul:
Setelah perang berakhir, terbentuklah Hilful Fudhul, sebuah perjanjian damai dan kesepakatan untuk membela orang yang dizalimi, yang juga dihadiri oleh Nabi Muhammad.
Perang ini berujung damai dengan kesepakatan ganti rugi berdasarkan jumlah korban.
YouTube
HIFUL FUDHUL.
Hilful Fudhul adalah perjanjian perdamaian dan pertahanan keadilan di Mekah (sekitar abad ke-7) yang diikuti oleh Nabi Muhammad SAW saat remaja, bertujuan membela siapapun yang terzalimi, baik penduduk lokal maupun pendatang.
Ikrar ini disepakati di rumah Abdullah bin Jud’an setelah konflik Perang Fijar.
NU Online
Poin-Poin Penting Hilful Fudhul:
Latar Belakang:
Terjadi akibat penzaliman terhadap pedagang Yaman oleh salah satu tokoh Quraisy, As bin Wail.
Tujuan:
Menegakkan keadilan, melindungi kaum lemah, dan memerangi kezaliman di Mekah.
Keterlibatan Nabi Muhammad:
Nabi SAW mengikutinya sebelum masa kenabian (usia 15-16 tahun) dan menegaskan keikutsertaannya dalam perjanjian tersebut, menyebutnya sebagai perjanjian terhormat.
Isi Perjanjian:
Tokoh Quraisy bersumpah untuk membantu siapapun yang haknya dirampas.
Relevansi:
Menunjukkan Islam menjunjung tinggi keadilan, kemanusiaan, dan kerja sama dalam kebaikan sejak dini.
Perjanjian ini menjadi salah satu bukti mulianya akhlak Nabi Muhammad SAW bahkan jauh sebelum menerima wahyu.
3.3. Penghinaan terhadap Wanita:
Adanya tradisi mengubur bayi perempuan hidup-hidup karena dianggap membawa beban ekonomi.
( From Archive net ).
Demikian Ringkasan Isi Buku Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiurrahman Al Mubarakfurry, bagian Pembukaan yang terdapat pada Bab.1 sampai dengan Bab. 4.
Mudah-mudahan bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan kita tentang Sejarah Rasullullah Muhammad S.A.W. dan bisa menambah rasa cinta kita kepada Nabi kita, Rasullullah Muhammad S A W.
Afwan.
(وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ) ;
Wallahu a’lam bishawab;
“Dan Allah lebih mengetahui kebenaran yang sesungguhnya”.
“And Allah knows the real truth better.”
جَزَاكُمُ اللهُ خَيْرًا
Jazakumullahu khairan.
“Semoga Allah membalas anda semua dengan kebaikan”.
(بَارَكَ اللهُ فِيْكُم)
Barakallahu Fiikum;
“Semoga Allah memberkahi anda semua”.
“May Allah bless you all.”
Sumber / Sources :
- uin-malang.ac.id
- archive.net
- NU on Line.
- Kitab Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiurrahman Al Mubarakfurry terbitan Pustaka Kautsar Jakarta.
- AI.
Pukul. 06.00.
17 / 18 Ramadhan 1447 H /
7 Maret 2026 M.
Saturday, 7th March 2026 AD.
Saturday, March 7th, 2026 AD.
Jalan Mardi Tani No. 33
Rt04/Rw01, Dusun Wadungdolah, Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Propinsi Jawa Timur ( East Java), Indonesia.
Rewritten by Adi Purnomo bin Mughofir bin H. Jalal Makhali bin H. Rais bin H. Ilyas.
Admin: Kominfo DDII Jatim
Editor: Sudono Syueb
