Oleh Adi Purnomo, S.Pd., Sekretaris DDII Kab. Banyuwangi
Dewandakwahjatim.com, Banyuwangi – Rabithah Al-Alam Al-Islami / Liga Dunia Islam /
Liga Muslim Sedunia.
Rabithah Al-Alam Al-Islami (رابطة العالم الإسلامي) diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai Liga Dunia Muslim atau Liga Muslim Sedunia. Organisasi internasional ini berpusat di Mekah, Arab Saudi, yang bertujuan menghimpun solidaritas negara-negara mayoritas Muslim dan memperhatikan isu kemanusiaan umat Islam.
(mpr.go.id)
Berikut adalah rincian terjemahannya:
Rabithah (رابطة):
Ikatan, liga, persatuan, atau asosiasi.
Al-Alam (العالم):
Dunia atau Alam semesta.
Al-Islami (الإسلامي):
Islam/Muslim.
Poin Penting Mengenai Organisasi Ini:
Didirikan pada tahun 1962, organisasi ini aktif dalam dakwah dan menyuarakan persatuan umat Islam.
Salah satu perannya adalah membentuk Dewan Masjid Sedunia (Al-Majlis al A’la al-Alami li al-Masajid) pada 1974.
Berfokus pada isu-isu minoritas Muslim, pendidikan, dan bantuan kemanusiaan.
(mpr.go.id)
Catatan:
Istilah ini berbeda dengan Rabithah Alawiyah, yang merupakan organisasi di Indonesia untuk keturunan Nabi Muhammad SAW.
(Wikipedia)
Rabithah Al-Alam Al-Islami mengadakan Lomba Penulisan Sirah Nabawiyah (Sejarah Nabi Muhammad S.A.W).
Penyerahan naskah dimulai
1 Rabiul Awwal 1396 dan
ditutup 1 Muharam 1397 H.
Naskah bisa ditulis dalam :
- Bahasa Arab.
- Bahasa Inggris.
- Bahasa Urdu atau
- Bahasa lainnya.
Karya tulis dikirim ke Sekjen Rabithah Al-Alam Al-Islami di Makah Al Mukaromah.
Pengumuman ini terbuka untuk umum, agar para cendekiawan yang dianugerahi perasaan cinta terhadap Rasullullah S.A.W. saling berlomba .
Setelah pengumuman, masuk 171 kajian dengan rincian dalam :
- Bahasa Arab 84 kajian
- Bahasa Urdu 64 kajian
- Bahas Inggris 22 kajian
- Bahasa Perancis 1 kajian.
Setelah diseleksi dan dievaluasi terpilih 5 pemenang :
- Juara 1 Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfury dari Al-Jama’ah As-Salafiyah dari India dan berhak menerima hadiah 50.000 Real Saudi.
- Juara 2 Dr. Majid Ali Khan dari Al-Jamaah Al- Mahaliyah Al-Islamiyah, New Delhi, India.Menerina hadiah 40.000 Real Saudi
- Juara 3, Dr. Nushair Ahmad Nashir, Rektor Al-Jamiah Al-Islamiyah Pakistan. Menerima hadiah 30.000 Real Saudi.
- Al Ustadz Hamid Mahmud Muhammad ansyur Laimud dari Mesir. Menerima hadiah 20.000 Real Saudi.
- Al Ustad Abdurrahman Hasyim Hafidh dari Madinah Al Munawarah Saudi Arabia. Menerima hadiah 10.000 Real Saudi.
Rabithah mengumumkan ini dalam Muktamar Islam Asia Pertama di Karachi, Pakistan, Syakban 1398.
Penyerahan hadiah diadakan di Mekah, 12 Rabiul Awwal 1499 H oleh Wakil Gubernur Makah, Su’ud bin Abdul Muhsin bin Abdul Aziz.
Sirah Nabawiyah karya Syaikh Al-Mubarakfuy ini terdiri dari 58 Bab.
InsyaAllah, kita akan bedah isi per bab, dimulai dari Bab.1.
Ringkasan Bab 1 Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfurry.
Bab 1 dari kitab Ar-Raheeq Al-Makhtum (Sirah Nabawiyah) karya Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri membahas tentang
“Letak Geografis dan Bangsa Arab” serta
Kondisi bangsa Arab sebelum Islam (Jahiliyah)”.
Berikut adalah ringkasan poin-poin penting Bab 1:
I. Letak Geografis Jazirah Arab.
Penulis menjelaskan posisi strategis Jazirah Arab, yang dibatasi oleh Laut Merah di barat, Teluk Arab di timur, Laut Arab di selatan, dan wilayah Syam serta Irak di utara.
Sebagian besar wilayah terdiri dari padang pasir dan daerah tandus, namun posisinya menjadikannya pusat perdagangan, budaya, dan agama antara peradaban kuno.
المكتبة الإسلامية الإلكترونية الشاملة
II. Asal-Usul Bangsa Arab.
Bangsa Arab dibagi menjadi tiga kelompok utama berdasarkan sejarah silsilah mereka:
- Arab Ba’idah.
- Arab ‘Aribah.
- Arab Musta’rabah.
- Arab Ba’idah:
Bangsa Arab terdahulu yang sudah punah, seperti kaum ‘Ad dan Tsamud.
Arab Baidah (العرب البائدة) adalah kelompok suku bangsa Arab kuno yang telah punah atau lenyap jauh sebelum masa Islam. Mereka adalah keturunan asli bangsa Semit yang menghuni Semenanjung Arab, dengan kisah sejarahnya diketahui melalui Al-Qur’an dan syair Arab kuno. Suku-suku ini musnah akibat bencana atau azab.
Karakteristik dan Contoh Kaum Arab Baidah:
Contoh Suku:
Kaum ‘Ad, Tsamud, Tasm, Jadis, Imlaq (Amaliqah), dan Bani al-Samaydah.
Kisah:
Kaum ‘Ad dan Tsamud sering disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai kaum yang dimusnahkan karena kemerosotan moral dan membangkang terhadap nabi-nabi mereka.
Lokasi:
Awalnya menetap di wilayah Babil, lalu pindah ke Semenanjung Arab bagian utara.
Arkeologi:
Penggalian arkeologi telah menemukan prasasti yang merujuk pada kota besar kaum ‘Ad, yaitu ‘Iram.
Arab Baidah berbeda dengan Arab Aribah (Arab murni/Qahtan) dan Arab Musta’rabah (Arab yang diarabkan/Adnan) yang masih ada keturunannya hingga saat ini.
Kaum Tsamud adalah peradaban kuno di utara Jazirah Arab (sekitar Mada’in Saleh) yang terkenal ahli memahat gunung menjadi rumah, namun dibinasakan Allah dengan gempa dahsyat dan suara menggelegar. Mereka menolak ajaran tauhid Nabi Saleh AS dan membunuh unta betina mukjizat yang diminta mereka sendiri.
(Wikipedia)
Berikut adalah poin-poin penting mengenai kaum Tsamud:
Latar Belakang:
Mereka adalah keturunan Tsamud bin Amid bin Iram, keturunan dari Kaum ‘Ad, dan hidup sejahtera namun menyembah berhala.
Kisah Nabi Saleh AS:
Nabi Saleh diutus untuk mengajak mereka menyembah Allah. Kebanyakan menolak dan menantang Nabi Saleh dengan meminta bukti mukjizat.
Mukjizat Unta:
Allah mengabulkan permintaan mereka dengan mengeluarkan seekor unta betina dari batu besar, namun mereka justru membunuhnya.
Azab:
Akibat kedurhakaan tersebut, mereka ditimpa azab berupa gempa bumi besar dan teriakan menggelegar yang menghancurkan mereka selama tiga hari.
Peninggalan:
Tempat tinggal mereka kini dikenal sebagai Mada’in Saleh (Kota Al-Ula) di Arab Saudi.
(Universitas Muhammadiyah Jakarta – UMJ).
Kaum ‘Ad adalah kaum yang diutus kepada Nabi Hud AS. Mereka merupakan kaum tertua setelah Nabi Nuh yang hidup di Al-Ahqaf (antara Yaman dan Oman), memiliki fisik kuat, tubuh besar, dan makmur, namun sombong dan menyembah berhala. Mereka dibinasakan dengan angin badai yang sangat dingin dan kencang.
(Baitulmaal Muamalat) (BMM)
Berikut poin-poin penting mengenai kaum ‘Ad dan
Nabi Hud AS:
Nabi yang Diutus:
Nabi Hud AS.
Karakteristik Kaum ‘Ad:
Memiliki fisik yang sangat kuat, tubuh raksasa, dan peradaban maju (kota Iram).
Penyebab Azab:
Mereka menyekutukan Allah, menyembah berhala, sombong, dan menolak beriman kepada Allah.
Bentuk Azab:
Allah mengirimkan angin kencang yang sangat dingin selama tujuh malam delapan hari, yang membinasakan mereka.
Lokasi:
Tinggal di wilayah Al-Ahqaf, Yaman.
(Baitulmaal Muamalat) (BMM)
Nabi Hud AS diutus untuk mengajak mereka kembali menyembah Allah, namun kaum ‘Ad menentang dan menantang Nabi Hud AS, hingga akhirnya Allah menurunkan azab.
Kaum Imlaq (atau Amaliqah) adalah keturunan dari Imliq bin Lawid bin Sam bin Nuh. Mereka termasuk dalam kelompok bangsa Arab Ba’idah (Arab kuno yang telah punah).
(YouTube)
Terkait dengan Nabi, Kaum Amaliqah memiliki kaitan dengan sejarah Nabi-nabi berikut:
Zaman Nabi Musa AS:
Dalam sejarah Islam dan kisah-kisah nabi, kaum Amaliqah sering dikaitkan sebagai penduduk asli Palestina (atau wilayah Syam) yang kuat dan bertubuh raksasa, yang dihadapi oleh Nabi Musa AS dan Bani Israil saat diperintahkan untuk memasuki tanah tersebut.
Zaman Nabi Hud AS:
Sebagian riwayat menyebutkan mereka hidup dalam kurun waktu yang berdekatan dengan kaum ‘Ad, kaum Nabi Hud.
(Rumah Fiqih)
Kaum Amaliqah ini dikenal sebagai kaum yang menduduki Jazirah Arab dan menyebar ke berbagai tempat, termasuk Mesir.
(Facebook)
- Arab ‘Aribah:
Bangsa Arab asli yang berasal dari keturunan Ya’rub bin Qahtan, yang menetap di Yaman.
Arab Aribah (العرب العاربة) atau Arab Qahtaniyah adalah kelompok bangsa Arab murni yang berasal dari keturunan Qahthan (Yaqzan) dan menetap di wilayah Yaman. Mereka dikenal sebagai pendiri peradaban tinggi di Selatan Jazirah Arab, dengan kabilah terkenal seperti Himyar dan Kahlan, serta menjadi nenek moyang suku-suku Arab asli.
Berikut adalah poin-poin penting mengenai Arab Aribah:
Asal-usul:
Keturunan Qahthan bin Yasyjub bin Ya’rub bin Qahthan, yang disebut juga sebagai Arab Qahtaniyah.
Wilayah:
Mendiami wilayah selatan Jazirah Arab, terutama Yaman.
Suku-suku Kabilah:
Kabilah utama mereka adalah Jurhum, Kahlan, dan Himyar.
Peradaban:
Mereka membangun kerajaan-kerajaan besar dan peradaban yang tinggi di zamannya, seperti Kerajaan Saba’.
Perbedaan:
Berbeda dengan Arab Musta’rabah (keturunan Nabi Ismail/Adnaniyah yang berasal dari Utara) dan Arab Ba’idah (suku kuno yang punah).
Arab Aribah sering juga disebut “orang Arab murni” (Al-Arab al-Ariba atau Al-Arab al-Qahtaniyah) karena bahasa dan silsilah mereka berakar langsung dari wilayah Arab Selatan.
Kementerian Pertahanan
- Arab Musta’ribah: Bangsa Arab keturunan Nabi Ismail AS (anak Nabi Ibrahim AS) yang menikah dengan suku Jurhum di Mekkah.
Arab Musta’ribah (Adnaniyah) adalah kaum Arab keturunan Nabi Ismail AS yang menetap di Hijaz (Arab Utara) dan mempelajari bahasa Arab dari kabilah Yaman (Jurhum). Mereka disebut “terarabkan” karena nenek moyang mereka, Ismail, aslinya berbahasa Ibrani/Suryani. Kelompok ini merupakan pilar sejarah penting yang melahirkan Nabi Muhammad SAW dan suku Quraisy.
Berikut adalah poin-poin penting mengenai Arab Musta’ribah:
Asal-usul:
Berasal dari garis keturunan Nabi Ismail AS dan Siti Hajar, yang kemudian menikah dengan wanita dari kabilah Arab asli (Aribah) yaitu Jurhum.
Wilayah:
Utama mendiami wilayah Arab bagian Utara dan Hijaz (Makkah dan sekitarnya).
Penyebutan:
Juga dikenal sebagai Adnaniyah, diambil dari nama Adnan, salah satu nenek moyang Nabi Muhammad SAW yang merupakan keturunan Nabi Ismail AS.
Peran Sejarah:
Nabi Muhammad SAW berasal dari kelompok ini (Suku Quraisy).
Perbedaan dengan Arab Aribah:
Berbeda dengan Arab Aribah (Qahthaniyah) yang berasal dari Yaman dan merupakan penutur bahasa Arab asli.
(Kementerian Pertahanan.)
III. Kondisi Politik dan Pemerintahan.
Tidak ada pemerintahan pusat yang tunggal di seluruh Jazirah Arab. Pemerintahan berbentuk suku-suku (kabilah) yang dipimpin oleh seorang Syekh.
Adanya pengaruh asing di wilayah pinggiran, seperti pengaruh Persia dan Romawi di Yaman dan wilayah perbatasan Syam.
المكتبة الإسلامية الإلكترونية الشاملة
IV. Kondisi Agama (Penyembahan Berhala).
Masyarakat Arab pada awalnya mengikuti agama tauhid (ajaran Nabi Ibrahim AS), namun seiring waktu, mereka jatuh ke dalam kemusyrikan.
Penyembahan berhala merajalela, dengan 360 berhala di sekitar Ka’bah, berhala utama mereka di antaranya Hubal, Latta, Uzza, dan Manat.
Meskipun sebagian kecil menganut Yahudi atau Nasrani, mayoritas beragama Pagan (penyembah berhala).
V. Kondisi Sosial dan Kebudayaan.
Kondisi zaman disebut sebagai Jahiliyah (kebodohan), bukan dalam arti tidak berilmu, tetapi karena perilaku moral yang buruk, tidak memiliki hukum tetap, dan suka berperang.
Kebiasaan buruk meliputi mengubur bayi perempuan hidup-hidup, mengundi nasib, dan sistem kasta yang tidak adil.
Namun, orang Arab juga memiliki sifat positif seperti dermawan, keberanian, menjaga kehormatan, dan kemampuan sastra yang tinggi.
Kesimpulan Bab 1.
Bab ini memberikan gambaran bahwa sebelum Islam, Jazirah Arab dalam keadaan “gelap” secara spiritual dan moral, yang melatarbelakangi mengapa diutusnya Nabi Muhammad SAW sangat diperlukan untuk menyempurnakan akhlak dan membawa tauhid.
Afwan.
(وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ) ;
Wallahu a’lam bishawab;
“Dan Allah lebih mengetahui kebenaran yang sesungguhnya”.
“And Allah knows the real truth better.”
جَزَاكُمُ اللهُ خَيْرًا
Jazakumullahu khairan.
“Semoga Allah membalas anda semua dengan kebaikan”.
“May Allah reward you all with goodness”
(بَارَكَ اللهُ فِيْكُم)
Barakallahu Fiikum;
Semoga Allah memberkahi anda semua.
“May Allah bless you all.”
Sumber / Sources :
- UIN Sunan Gunung Jati, Bandung.
- Sirah Nabawiyah karya Syaikh Al Mubarakfurry terbitan Pustaka Al Kautsar Jakarta.
- AI
Pukul 22.00 WIB.
Senin,
20 / 21 Ramadhan 1447 H /
9 Maret 2026 M.
Monday, 9th March 2026 AD.
Monday, March 9th, 2926 AD.
Rewriten by : Adi Purnomo bin Mughofir bin H. Jalal Makhali bin H. Rais bin H. Ilyas.
Jalan Mardi Tani No.33
Rt4/Rw1, Dusun Wadungdolah, Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Propinsi Jawa Timur ( East Java ), Indonesia.
Admin: Kominfo DDII Jatim
Editor: Sudono Syueb
