Oleh Djuwari Syaifudin, Wakil Sekretaris Bidang Pengembangan dan Pembinaan Daerah DDII Jatim
Dewandakwahjatim.com, Surabaya – ldul Fitri bukan saja sebagai hari kemenangan tetapi juga sebagai madrasah kehidupan, start untuk menuju kehidupan yang lebih dinamis dan sempurna. Di Ramadhan mampu menahan lapar, haus dan bahkan gejolak nafsu yang berlebihan maka setelah idul Fitri juga harus lebih bisa menguasai diri dari godaan nafsu hewaniyah menuju insan Kamil.
Madrasah kehidupan di era digital umat Islam jangan hanya menjadi penonton tetapi harus mampu menjadi programer sehingga bukan hanya sebagai pengguna tetapi sebagai pencipta. Kemajuan teknologi bukan hanya di kuasai orang Barat tetapi umat Islam sekarang harus lebih maju, hal tersebut telah di contohkan oleh ulama kita seperti Al Hawarismi, Ibnu Taimiyah, Ibnu Kholdun, Ibnu Sina, Al Farabi dan lain sebagainya.
Kejadian Iran, yang menjadi target keserakahan dan kedholiman barat menunjuk ke keberanian dan kemampuan ilmundan teknologi yang menjadi ancaman barat. Iran menjadi ancaman hegemone Barat khususnya Amerika dan Israil dan sekutunya.
Bukankah telah memberi petunjuk kaum muslimin untuk mencari ilmu tinggi tingginya dan Allah akan memberikan tingkatan derajat lebih tinggi dari orang yang tidak mempunyai ilmu.
يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ.
Niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat…” QS. Mukadalah 11
Kekalahan umat Islam di dunia kurang menguasai digital sehingga menjadi bulan bulanan orang yang menguasai digital. Semua serba digital perang saja yang dulu berhadapan sekarang antar Negara tanpa harus berhadapan seperti yang dilaksakan oleh Iran saat ini.
Untuk menguasai dunia umat Islam harus menguasai :
Pertama penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) adalah kunci strategis transformasi ekonomi, kemandirian bangsa, dan peningkatan daya saing Indonesia di kancah global. Fokus utama mencakup peningkatan SDM di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics), inovasi riset, serta digitalisasi untuk keluar dari middle income trap.
Kedua Umat Islam harus mempunyai keimanan yang kuat memiliki landasan tauhid kokoh, menjadikan syariat sebagai pedoman hidup. Iman yang kuat tercermin dari ketenangan jiwa, kepasrahan (tawakkal) pada takdir, serta konsistensi ibadah. Ciri utamanya adalah berakhlak baik, jujur, sabar, dan tidak mudah terpengaruh godaan duniawi.
Iman, dalam pandangan Islam, tidak sekadar meyakini keberadaan Allah SWT, tetapi juga mencakup pengamalan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Dalam surah Al-Baqarah ayat 285, Allah SWT berfirman:
اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖۗ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖۗ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ
“Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Mereka semua beriman kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, (mereka mengatakan), ‘Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara rasul-rasul-Nya,’ dan mereka mengatakan, ‘Kami dengar dan kami taat.’ Mereka berdoa, ‘Ampunilah kami ya Tuhan kami, dan kepada Engkaulah tempat kembali.’”
Ketiga Umat Islam wajib memiliki akhlak yang kuat (mulia) karena merupakan identitas utama, pembeda dengan non-muslim, dan cerminan takwa yang sesungguhnya. Akhlak mulia mencakup kejujuran, amanah, kasih sayang, sabar, dan kerendahan hati, yang meneladani Rasulullah SAW sebagai uswah hasanah. Kualitas iman seseorang diukur dari kebaikan akhlaknya, bukan sekadar ibadah ritual.
Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang tidak didasari oleh akhlak dan adab yang mulia akan membawa pada dampak negatif yang serius, baik bagi individu maupun masyarakat. Akhlak bertindak sebagai penuntun dan pengontrol, sehingga tanpa adanya landasan moral tersebut, teknologi cenderung disalahgunakan.
Sebagai penutup, hari ini merupakan tanggal satu Syawal 1447 Miladiyah dengan ditandai sholat Id di lapangan, masjid dan musholla, apa bila masih ada saudara kita yang masih berpuasa kata Rasûlullâh Abu Hurairah.
مَنْ صَامَ الْيَوْمَ الَّذِي يُشَكُّ فِيهِ فَقَدْ عَصَى أَبَا الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ”
Barangsiapa berpuasa pada hari yang diragukan (Yaumil Syaq), maka ia sungguh telah bermaksiat kepada Abul Qasim (Nabi Muhammad) shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari dan Abu Daud).
Selamat hari raya idul Fitri mohon maaf lahir dan batin TAQOBALALLAHU MINNA WAMINKUM KULUAM WA ANTUM BIL KHOIR
Admin: Kominfo DDII Jatim
Editor: Sudono Syueb
