Kajian Aqidah, Fiqh Ramadhan dan Halaqah Al-Qur:an Bersama Mahasantri ADI Jatim

Oleh Nafisa Alifatun Nisa dan Nia Ramadhani, Mahasantri ADI Jawa Timur

Dewandakwahjatim.com, Sumenep – Pada hari Jum’at, 27 Februari 2026, kami mengadakan serangkaian kegiatan berupa Kajian Aqidah, Halaqoh pagi dan sore, Setoran hafalan Qur’an dan Muroja’ah serta kajian Fiqh Ramadhan di Ponpes lslam Darul Ulum Jln. Mujtahid No. 03 RT 04/RW 02, Desa Sase’el, Kec. Sapeken, Kab. Sumenep, Prov. Jawa Timur

Kajian Aqidah disampaikan oleh Al Ustadz I’dadul Mujtahid, S.Sos. Beliau menyampaikan bahws sistem keimanan yang dibangun oleh Rasûlullâh tercermin pada diri seorang budak Bilal bin Rabah. Keteguhan hati, kesabaran luar biasa, dan penyiksaan fisik yang kejam. Meskipun ditekan, ditindih batu besar oleh majikannya Umaiyyah bin Kholaf, di tengah Padang pasar yang panas di siang hari untuk meninggalkan Islam dan kembali menyembah berhala, ia tetap kokoh berpegang pada tauhid dengan melantunkan “Ahad, Ahad” (Allah Maha Esa) di bawah terik matahari Mekah.

Umayyah bin Khalaf adalah salah satu tokoh Quraisy yang dikenal sebagai musuh umat Islam dan penyiksa para sahabat Nabi, terutama Bilal bin Rabah.

Dalam riwayat menyebutkan bahwa ia adalah putra Khalaf bin Habib bin Wahab bin Hudzafah, seorang pedagang kaya di Jazirah Arab yang menjadikannya terbiasa hidup dalam kemewahan.

Sejak kecil, Umayyah telah tumbuh menjadi sosok yang sombong, tamak, dan kikir, terutama terhadap para budaknya sendiri.

Sehingga ketika Abu Bakar mengetahui penyiksaan Bilal, Abu Bakar mengatakan pada Umaiyyah bin Kholaf lepaskan Bilal kamu minta tebusan berapa, jawab Umaiyyah fulus seberat badan Bilal, itupun oleh Abu Bakar diluluskan penggantian penyiksaan Bilal.

Melihat keimanan dua Sahabat Nabi yang begitu tinggi itu. Kita berfikir, keimanan kita ada dimana?

KAJIAN FIQH RAMADHAN

Adapun Mahasantri ADI menyampaikan kajian fiqh Ramadhan (Shaum). Shaum secara syar’i adalah menahan diri dari makan, minum, jima’ (hubungan suami-istri), dan hal lain yang membatalkannys dari terbit fajar (Subuh) hingga terbenam matahari (Maghrib). Puasa Ramadan wajib bagi muslim yang baligh, berakal, sehat, menetap (mukim), dan mampu. Ibadah ini memerlukan niat malam hari dan niat untuk menahan diri.

Puasa Ramadan hukumnya wajib berdasarkan firman Allah Ta’ala:

يا أيها الذين آمنوا كتب عليكم الصّيَام كما كُتب على الذين من قبلكم لعلّكم تتّقون

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kalian bertaqwa” (QS. Al Baqarah: 183).

Dan juga karena puasa Ramadan adalah salah dari rukun Islam yang lima. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

بُني الإِسلام على خمس: شهادة أن لا إِله إِلا الله وأنّ محمّداً رسول الله، وإقام الصلاة، وإِيتاء الزكاة، والحجّ، وصوم رمضان

“Islam dibangun di atas lima rukun: syahadat laa ilaaha illallah muhammadur rasulullah, menegakkan salat, membayar zakat, haji dan puasa Ramadan” (HR. Bukhari – Muslim).

HALAQOH

Setiap peserta secara bergiliran menyetorkan hafalan kepada da’iyahh kemudian mendapatkan koreksi makharijul huruf, tajwid, serta kelancaran bacaan. Selain penyetoran hafalan, kegiatan juga diisi dengan muroja’ah bersama untuk memperkuat hafalan sebelumnya.

Halaqah berlangsung dengan tertib dan penuh semangat. Para peserta menunjukkan kesungguhan dalam menjaga dan menambah hafalan Al-Qur’an. Diharapkan melalui kegiatan rutin ini, kualitas hafalan dan kedisiplinan peserta semakin meningkat serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

📞 Nama dan No. Kontak Da’iah:

  • Nafisa Alifatun Nisa: +62 859-6231-4904
  • Nia Ramadhani: +62 859-7789-0160

Admin: Kominfo DDII Jatim

Editor: Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *