Oleh Sekar Yasin Rantisi Koho, Mahasantri ADI Jawa Timur
Dewandakwahjatim.com, Kediri – Alhamdulillah pada pagi ini, Hari Sabtu tanggal 28 Februari 2026, pukul 06.15 – 07.30 WIB,
melakukan aktivitas membantu membersihkan Halaman belakang rumah Pak Haji Abdul Karim atau biasa di panggil Pak Haji Sampan di
Desa Ringinsari, Kec. Kandat, Kab. Kediri
Bersama Anak dan juga cucunya, dari Pak Haji Sampan, saya melakukan aktivitas membuat pakan Bebek dan memanen Telur.
Kegiatan ini rutin di lakukan setiap pagi karena diwaktu pagi itu adalah waktu dimana bebek – bebek dan hewan ternak yang lainnya membutuhkan pakan, perawatan dan makanan, sehingga kegiatan ini tidak bisa ditinggalkan begitu saja.
Ini, menjadi pembelajaran buat saya secara pribadi bahwa usaha itu tidak akan ada hasilnya jika kita hanya duduk diam saja sambil menunggu takdir, tetapi adanya aksi kerja keras yang jelas akan menunjuk hasil yang telah ditentukan Allah.
Bekerjalah semaksimal mungkin, Allah yang menentukan hasil” adalah inti dari ajaran ikhtiar (usaha) dan tawakkal (berserah diri) dalam Islam.
At-Taubah ayat 105
وَقُلِ ٱعْمَلُوا۟ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُۥ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
Artinya: “Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” QS. Taubah 105.
Dari Abu ‘Ubaid tuan dari ‘Abdurrahman bin ‘Auf bahwa dia mendengar Abu Hurairah RA berkata Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh, seorang dari kalian yang memanggul kayu bakar dengan punggungnya lebih baik baginya daripada dia meminta-minta kepada seseorang, baik orang itu memberinya atau menolaknya.” (HR. Al-Bukhari)
Bahkan Rasulullah Saw pun menegaskan kepada kita bahwa kehidupan kita di Dunia dan di Akhirat itu harus seimbang, ini pernah terjadi di Masa Rasulullah Saw dimana ada seorang Lelaki ahli ibadah yang dia itu selalu beribadah dimesjid (berlebihan) dan melupakan kewajibannya untuk menafkahi keluarganya. Maka Rasulullah Saw pun menegur dia bahwa yang dia lakukan itu bukan hanya beribadah akan tetapi mencari karunia Allah berupa rezeki yang halal dan baik untuk di nafkahkan kepada keluarga nya. Jadi intinya Dunia dan Akhirat itu harus seimbang dan itulah makna dari pada Bersyukur dan Zuhud akan dunia.
Sekian dari laporan saya pada pagi ini, Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
nama dan Kontak Da’i :
Sekar Yasin Rantisi Koho (087863321746)
Admin: Kominfo DDII Jatim
Editor: Sudono Syueb
