Oleh Sudono Syueb, Pengurus DDII Jatim Bidang Kominfo
Dewandakwahjatim.com, Surabaya -;Sebagai orang yang mau berkoban atau panitia qurban (termasuk jagal) yang akan menyembelih hewan qurban supaya memperhatikan adab menyembelih hewan qurban dengan prinsip lHSAN sebagaimana yang telah telah diajarkan Rasulullah SAW dalam hadis shahih berikut ini:
قال رسول الله صل الله عليه وسلم: ان الله كتب الاحسان على كل شىء، فاذا قتلتم فاخسنوا القتلة، واذا ذبحتم فاخسنوا لذبح، واليجد احدكم شفرته، فليرح ذبحته.
وجاء رجل الى رسول الله صل الله عليه وسلم، يا رسول الله اني لاذبح الشاة وانا ارحمها، فقال رسول الله صل الله عليه وسلم، والشاة ان رحمها رحمك الله.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesunggunya Allah telah mewajibkan berbuat baik atas segala sesuatu. Jika kalian membunuh (atau menyembelih hewan), maka lakukanlah dengan cara yang baik, dan jika kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik pula. Hendaklah salah seorang dari kalian menajamkan pisaunya dan menenangkan hewan sembelihannya.”
Seorang laki-laki pernah datang kepada Rasulullah ﷺ dan berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku menyembelih kambing dan aku menyayanginya.” Maka Rasulullah ﷺ bersabda: “Dan jika kamu menyayanginya, niscaya Allah akan menyayangimu.” (HR Imam Ahmad dan Bukhari dalam kitab Adabul Munfarid dan dishahihkan Albani)
Hadis di atas mengajarkan prinsip ihsan (kebaikan dan kasih sayang) dalam Islam, termasuk dalam tata cara memperlakukan dan menyembelih hewan kurban. Dianjurkan untuk tidak menyiksa hewan, menggunakan pisau yang sangat tajam agar prosesnya cepat, serta tidak menajamkan pisau di depan hewan yang akan disembelih demi mengurangi rasa sakit dan ketakutannya.
Adab Menyembelih Hewan Qurban
Berikut ini adab menyembelih hewan kurban dengan tujuan untuk memuliakan hewan dan mematuhi syariat Islam agar hewan tidak tersiksa. Praktik ini mencakup persiapan alat yang tajam, memperlakukan hewan dengan lembut, membaca doa khusus, dan memutus saluran nafas serta kerongkongan.
Sebelum Menyembelih
- Menajamkan pisau: Wajib menggunakan alat yang sangat tajam agar proses penyembelihan berlangsung cepat dan meminimalisir rasa sakit pada hewan.
- Larangan menajamkan pisau di depan hewan: Dilarang mengasah atau memperlihatkan pisau di hadapan hewan yang akan disembelih.
- Berlaku lembut: Baringkan hewan dengan perlahan dan tanpa kekerasan. Hewan juga dianjurkan untuk dihadapkan ke arah kiblat.
- Menjauhkan dari hewan lain: Jangan menyembelih hewan di hadapan hewan kurban lainnya agar mereka tidak stres atau ketakutan.
Saat Menyembelih
- Membaca Basmalah: Wajib membaca Bismillahi Wallahu Akbar (Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar).
- Membaca doa kurban: Melafalkan doa berikut:
“Allahumma minka wa ilaika, fataqabbal minni” (Ya Allah, kurban ini dari-Mu dan untuk-Mu, terimalah dariku). Tambahkan nama pengkurban jika disembelihkan untuk orang lain.
- Memutus saluran dengan sempurna: Pastikan saluran pernapasan (hulqum) dan saluran makanan (mari’), serta dua pembuluh darah utama (wadajain) terputus.
- Satu kali sayatan: Lakukan penyembelihan dengan gerakan cepat secara satu tarikan napas dan jangan mengangkat pisau sebelum hewan benar-benar mati.
Setelah Menyembelih
- Memastikan hewan mati sepenuhnya: Jangan memotong atau menguliti hewan sebelum nyawanya benar-benar hilang (mati sempurna).
Admin: Kominfo DDII Jatim
