Perjalanan Dakwah: 8 Jam Menembus Medan Berat
Oleh: Sandi Daffa (11 SN)
Asyam (11 KU)
Farid (11 KU)
Furqon (9 AZ), Tim Dai Praktik Da’wah Ramadhan (PDR) eLKISI Institute, Mojokerto
Dewandakwahjatim.com, NTT – Perjalanan menuju Desa Mauleum, Kampung Oe Ue, bukan perjalanan biasa. Dibutuhkan waktu sekitar 8 jam dengan medan yang ekstrem dan menantang.
Tim harus melewati jalan berbatu yang menanjak, tanah licin akibat sisa hujan, hingga menyebrangi sungai dengan arus deras. Bahkan pada satu titik, tim harus turun langsung menyusun bebatuan di sungai agar kendaraan dapat melintas.
Dakwah di tempat seperti ini bukan hanya soal kesiapan materi, tetapi juga kesiapan fisik dan mental.
Kondisi Keagamaan Desa
Desa Mauleum memiliki 6 masjid yang aktif digunakan. Tim PDR mendapat amanah di dua titik:
Masjid An-Nur, diasuh oleh Ust. Masrin
Masjid Merah, diasuh oleh Ust. Syarif
Mayoritas penduduk beragama Islam. Namun secara pemahaman keagamaan, masih tergolong awam. Meski demikian, masyarakat memiliki karakter sosial yang kuat: tidak fanatik terhadap perbedaan dan menjunjung tinggi kebersamaan.
Semangat gotong royong terlihat jelas, terutama dalam persiapan sahur dan berbuka. Warga saling membantu tanpa sekat.
Sinergi Dakwah
Di desa ini juga hadir para da’i dari STID dan ADI yang turut membantu dan membimbing. Kehadiran mereka menjadi energi tambahan bagi tim PDR.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa dakwah di daerah bukan kerja individu, melainkan kerja kolektif yang membutuhkan sinergi antar lembaga dan kader.
Profil Sosial Ekonomi
Mayoritas masyarakat Kampung Oe Ue bekerja sebagai petani. Aktivitas harian mereka dimulai sejak pagi hingga sore di ladang.
Karena itu, momentum Ramadhan menjadi ruang strategis untuk pembinaan ruhiyah, ketika masyarakat lebih banyak berkumpul di masjid pada malam hari.
Spirit Dakwah di Pedalaman
Praktek Dakwah Ramadhan di Kampung Oe Ue bukan sekadar pengabdian program, tetapi pembelajaran nyata tentang:
Ketangguhan medan dakwah
Kesederhanaan hidup masyarakat desa
Pentingnya pendekatan pembinaan yang sabar dan bertahap
Kekuatan ukhuwah antar da’i
Di tempat yang jauh dari pusat kota, dakwah tetap hidup. Pelan, sederhana, tetapi berdenyut.
Foto: Buka Bersama
Tim Da’i PDR
Sandi Daffa (11 SN)
Asyam (11 KU)
Farid (11 KU)
Furqon (9 AZ)
Admin: Kominfo DDII Jatim
Editor: Sudono Syueb
