LAZNAS Dewan Da’wah Jawa Timur Gelar Pelatihan Peningkatan dan Pengembangan Kapasitas Penggiat Da’wah

Oleh: Syayid Al Ghazali, Sekretaris Kominfo DDII Jatim

Dewandakwahjatim.com, Surabaya – LAZNAS Dewan Da’wah Provinsi Jawa Timur menggelar Pelatihan Peningkatan dan Pengembangan Kapasitas Penggiat Da’wah pada Sabtu–Ahad, 31 Januari–1 Februari 2026. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan peran penggiat da’wah dan amil zakat dalam mengoptimalkan pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) sebagai instrumen pemberdayaan umat.

Direktur LAZNAS Dewan Da’wah Pusat, Muhammad Idris Yusuf, menegaskan bahwa dakwah merupakan kewajiban setiap muslim untuk menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Ia menyebut amil zakat sebagai unsur strategis dalam pergerakan dakwah, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an.

Dalam paparannya, Muhammad Idris Yusuf mengungkapkan potensi zakat nasional yang mencapai Rp 350 triliun. Namun, dana yang terhimpun melalui lembaga LAZNAS secara nasional baru sekitar Rp 31 triliun. Menurutnya, sebagian besar potensi zakat masih berada di masjid-masjid dan belum dikelola secara optimal.

“Penguatan legalitas, pendataan yang sistematis, serta kolaborasi antarlembaga menjadi kunci agar pengelolaan dana umat lebih terintegrasi, profesional, dan akuntabel,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Da’wah Provinsi Jawa Timur, Dr. KH. Fathur Rohman, M.Pd.I., mengingatkan para amil zakat agar bersikap proaktif dalam menjemput dan mengelola potensi dana umat. Ia menegaskan bahwa dakwah harus terus diperjuangkan di tengah berbagai keterbatasan.

“Perintah bersedekah merupakan kewajiban yang diawali dengan pengorbanan harta, sebelum jiwa dan raga,” tegasnya.

Pada sesi materi pertama, peserta mendapatkan pemaparan tentang Potensi Dana ZIS untuk Pengembangan Program Dakwah dari Dr. Moh. Arwani, M.Ag., Kabid Penais ZaWa Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Materi ini memberikan gambaran komprehensif mengenai peluang besar penguatan dakwah melalui pengelolaan ZIS yang terstruktur, berkelanjutan, dan berdampak luas.

Kegiatan hari pertama ditutup dengan materi kedua Optimalisasi Dana ZIS yang disampaikan oleh Ustadz Muhammad Idris Yusuf dan Ustadz Dhani Ramadhan.

Sesi ini menekankan pentingnya peran aktif amil zakat dalam menggali potensi dana umat dan membangun kemitraan strategis sebagai bagian dari perjuangan dakwah jangka panjang.

Melalui pelatihan ini, LAZNAS Dewan Da’wah Provinsi Jawa Timur berharap lahir penggiat da’wah yang profesional, visioner, dan berintegritas dalam mengelola dana umat. Dengan penguatan kapasitas dan kolaborasi yang berkelanjutan, dakwah diharapkan mampu menjadi kekuatan transformatif yang menghadirkan kemaslahatan nyata serta mendorong terwujudnya kemandirian umat yang berdaya.

Admin: Kominfo DDII Jatim

Editor: Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *