Sebanyak 409 Kafilah Da’wah (Kafda) Ramadan Ponpes eLKISI Dikirim ke Dalam dan Luar Negeri

Dewandakwahjatim.com, Mojokerto – Seperti biasanya, Ponpes Islamic Center eLKISI mengirim Kafilah Da’wah (Kafda) Ramadan ke dalam dan luar negeri. Ramadan tahun ini, eLKISI kerjasama dengan DDIl Jatim mengirim 409 dai/daiyah mulai 9 Maret -9 April 2024.

Dilansir dari Radar Mojokerto.JawaPos.com,
Pelepasan secara resmi digelar di lapangan Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI oleh Kepala Biro Kesra Setda Pemprov Jatim Imam Hidayat, Kamis (7/3).

Kepala Biro Kesra Setda Pemprov Jatim Imam Hidayat berharap, para peserta bisa mengambil pelajaran sebanyak-banyaknya dari program ini, sehingga dapat dipraktikkan ketika mengabdi di masyarakat.

Dia juga berpesan agar para dai mampu menyesuaikan diri dengan objek dakwah yang berbeda suku, golongan dan etnis dengan tetap menampilkan akhlakul karimah.
“Kami apresiasi program dari Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI, semoga ini memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, ” katanya.

Masih dari laman Radar Mojokerto.JawaPos.com,
Pengasuh Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI KH Dr Fathur Rohman M.Pd I. menjelaskan program praktik dai ramadan ini diikuti 390 santri dan 19 Mahasantri Akademi Dakwah Indonesia (ADI). Para Dai muda ini akan bertugas selama satu bulan selama ramadan 1445/2024 .

“Program Kafilah Da’wah yang dinamakan Praktek Da’wah Ramadan ini merupakan program rutin Ponpes eLKISI dan Dewan Dakwah Islam Indonesia, peserta akan disebar di dalam dan luar negeri,” tutur pengasuh yang juga Ketua Dewan Da’wah Jatim.

Menurutnya, daerah yang dipilih para dai terkategori daerah pedesaan, pedalaman, muslim minoritas, daerah transmigrasi, perbatasan, dan daerah yang secara umum minus kondisinya.

Beberapa daerah sasaran para dai muda ini adalah Singapura, Batanghari (Jambi), Fak Fak (Papua Barat), Pontianak (Kalbar), Kupang (NTT), Mataram (NTB), Karawang (Jawa Barat), Magelang, Klaten dan Karanganyar (Jawa Tengah), Sleman (Yogyakarta) dan Tabanan (Bali).

Sedangkan daerah di Jawa timur seperti, Ngawi, Trenggalek, Pacitan, Ponorogo, Madiun, Blitar, Kediri , Nganjuk, Jombang, Gresik, Mojokerto, Sidoarjo, Surabaya, Pasuruan, Malang, Jember, Banyuwangi dan Sumenep.

“Dai-dai bertugas membina spiritual masyarakat setempat, juga mereka mengajak warga setempat menghidupkan Ramadan dengan amal ibadah,” tuturnya.

Lebih lanjut, KH Dr Fathur Rohman M.Pd I. mengamanatkan kepada para dai untuk menjaga niat dan keikhlasan dalam berdakwah
Serta, bisa menahan dari setiap tantangan dan godaan yang mampu menjerumuskan ke dalam nilai-nilai yang menyimpang dari dakwah.

“Dai diharapkan dapat merangkul masyarakat agar mudah menerima ajaran Islam. Manfaatkan kafilah dakwah dengan baik sehingga bisa mempraktikannya di waktu yang akan datang,” katanya.

Salah satu santri yang akan ditempatkan di daerah Kediri, Muhammad Putra Mawaradi menjelaskan berbekal 300 hadist dan 3 juz Alquran, dia siap untuk mengikuti PDR dan ini merupakan pengalaman yang berharga sepanjang menjadi santri.

“Meski latihan, tetapi itulah kegiatan dakwah sesungguhnya. Karena itu, saya sudah siap dengan materi yang selama ini di ajarkan di ponpes,” terangnya.

Admin: Kominfo DDII Jatim

Sumber: Radar Mojokerto.JawaPos.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *