MENGHADAPI PEMILU 2024,BEGINILAH PANDUAN POLITIK UNTUK UMAT ISLAM

Artikel ke-1.726
Oleh: Dr. Adian Husaini (www.adianhusaini.id)

Ketua Umum DDII Pusat

Dewandakwahjatim.com, Depok - Sejak bulan Februari 2023, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) telah mengeluarkan pernyataan dan imbauan tentang Kepemimpinan Nasional dan Pemilu 2024. 

Pernyataan ini ditandatangani Ketua Umum DDII, Dr. Adian Husaini, dan Ketua Pembina DDII, Prof. K.H. Didin Hafidhudin.


Mendekati tahun 2024, pernyataan itu perlu terus digaungkan. Secara prinsip, disebutkan, bahwa: DDII memiliki visi untuk melaksanakan dakwah ilallah dengan fungsi mengawal aqidah, merekat ukhuwah, menegakkan syariat, mengokohkan NKRI, dan membangun solidaritas dunia Islam.
Karena itu, DDII berperan aktif dalam memandu umat Islam dalam kehidupan sosial-politik yang berlandaskan ajaran Islam dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sehingga tercapai tujuan nasional yang sesuai dengan pembukaan UUD 1945.


Perihal Pemilu 2024, DDII mendorong umat Islam Indonesia untuk berpartisipasi aktif baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan mendukung dan memilih partai politik serta pemimpin bangsa yang mampu dan bersedia menyalurkan aspirasi umat dan bangsa sesuai dengan cita-cita proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.


“DDII berharap umat Islam di Indonesia dapat menunjukkan kemuliaan ajaran Islam dengan cara yang penuh hikmah, nasehat yang baik, dan berdialog dengan cara yang terbaik—seperti yang dipesankan dalam QS. An-Nahl: 125 — ketika berpartisipasi dalam kegiatan politik,” begitu tulis pernyataan itu.


Selain itu, DDII akan tetap berdakwah kepada seluruh kekuatan politik yang ada agar mau memperjuangkan aspirasi dan kepentingan ummat Islam serta kemaslahatan masyarakat bangsa dan negara. DDII berkomitmen akan terus menjaga hubungan ukhuwwah yang sama dengan partai politik yang memperjuangkan aspirasi dan kepentingan umat.


Soal kader DDII yang ikut terjun mendukung secara langsung, DDII mempersilakan kadernya untuk memberikan dukungan politik kepada para calon pemimpin nasional atau daerah, dengan catatan mereka memiliki kriteria seperti: beragama Islam, memiliki akhlaqul karimah, dan memiliki kemampuan dalam memimpin.
Seusai Pemilu 2024 nanti, siapapun yang terpilih, baik Presiden maupun anggota legislatif, maka DDII akan tetap mendukung dan bekerja sama dalam kebaikan dengan pemerintah (social support), mengkritisi kebijakan pemerintah yang bertentangan dengan konstitusi dan peraturan yang berlaku (social control), dan ikut serta dalam setiap program pemerintah yang bermanfaat bagi umat, bangsa dan negara Indonesia (social participation).


Jadi, terkait dengan Pilpres 2024, umat Islam dipersilakan untuk menilai, dari tiga pasang calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres), siapa yang mendekati tiga kriteria yang disebutkan tersebut. Yaitu, muslim, berakhlak mulia, dan berkemampuan memimpin. Intinya, adalah bahwa umat Islam harus memilih pemimpin yang terbaik dari ketiga pasangan capres-cawapres tersebut. 
Di era keterbukaan informasi saat ini, tidaklah terlalu sulit untuk menentukan pilihan. Agar pilihan kita menjadi ibadah kepada Allah SWT, maka tetapkan niat yang ikhlas dalam memilih. Niatkan memilih sebagai ibadah, lalu bertanya kepada ahlinya, dan lakukan shalat istikharah. Dalam hal ini, ribuan dai DDII yang tersebur di seluruh Indonesia, insyaAllah siap memandu umat dalam memberikan hak suaranya.
Umat Islam tidak perlu ragu-ragu dalam menggunakan hak pilihnya dalam pemilu. Sebab, banyak sekali ulama dunia yang membolehkan, bahkan menganjurkan umat Islam memilih dalam pemilu. Inilah cara yang berlaku untuk memilih pemimpin yang terbaik. Semua calon pemimpin pasti memiliki kekurangan. Tidak ada yang sempurna. 

Di Indonesia, pemilu pertama telah berlangsung pada tahun 1955. Bisa dikatakan, ketika itu hampir semua umat Islam menggunakan hak pilihnya. Tidak terdengar ada fatwa ulama yang mengharamkan ikut pemilu pada tahun 1955. 

Pada hakikatnya, tidak memilih dalam pemilu, itu juga “memilih”. Yakni, memilih untuk tidak memilih. Jika ada dua calon yang harus dipilih – satu muslim dan baik dan satu lagi bukan muslim dan koruptor – maka patutlah memilih calon yang muslim dan baik tersebut. Jika seorang tidak mau menggunakan hak pilihnya, maka secara otomatis ia memberikan dukungan dan menguatkan posisi calon non-muslim dan koruptor itu. 
Jadi, menghadapi pemilu 2024 – baik Pilpres atau Pil-legislatif – patutlah kita memanjatkan doa kepada Allah SWT, semoga kita diberikan pemimpin-pemimpin yang terbaik. Amin. (Depok, 26 November 2023).

Admin: Kominfo DDII Jatim/ss

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *