KEBIJAKAN CERDAS DAN KREATIF DARI KOTA PRABUMULIH

Artikel Terbaru (ke-1.614)
Oleh: Dr. Adian Husaini (www.adianhusaini.id)

Ketua Umum Dewan Da’wah lslamiyah lndonesia

Dewandakwahjatim.com, Prabumulih - Pada hari Sabtu (5/8/2023), saya menghadiri acara wisuda lulusan Akademi Dakwah Indonesia (ADI) di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan. Ketika itulah, saya mendapat berita menarik dari Ketua Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Prabumulih, bahwa di kota ini anak-anak SD yang beragama Islam diwajibkan dapat membaca al-Quran dan mengerjakan shalat dengan benar.

Kebetulan, saya duduk disamping Asisten Walikota yang hadir menggantikan Walikota untuk memberikan sambutan dalam acara Wisuda tersebut. Maka, saya konfirmasi berita itu. Ia membenarkannya. Dan setelah saya lacak beritanya di media online, kabar itu memang nyata adanya. Sang Walikota Prabumulih, Ir. H. Ridho Yahya MM, dikenal serius dalam menjalankan kebijakannya.

Diberitakan oleh tribunsumsel.com, bahwa Walikota  Ridho Yahya bukan hanya mengeluarkan kebijakan, tetapi juga mengawal pelaksanaan program Baca Tulis Al Quran (BTA) agar berjalan dengan baik di sekolah-sekolah. Walikota secara insidental, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sekolah-sekolah yang melakukan ujian BTA terhadap anak didiknya. Seperti dilakukan Ridho di SD Negeri 30 Prabumulih. Ia langsung menyaksikan para pelajar SD mengikuti ujian membaca Al Quran dan belajar shalat. 

“Saya sangat terharu dan bangga kepada anak-anak sekolah dasar di kota Prabumulih meskipun masih kecil namun sudah bisa solat dan baca tulis Al Quran,” ungkapnya kepada wartawan.
Ridho mengatakan, dirinya terharu lantaran program wajib Baca Tulis Al Quran yang diterapkan melalui Peraturan Walikota (Perwako) No 43 Tahun 2014 bagi siswa yg beragama Islam pada satuan pendidikan dasar dan menengah dalam wilayah kota Prabumulih berjalan dan berhasil dengan baik.


“Saya bersyukur meskipun hanya dengan perwako dan kita bukan kota santri tapi kita bisa seperti ini, kita berharap semoga program ini dapat terus ditingkatkan dan menjadi ladang amal bagi kita semua,” harapnya.


Walikota Prabumulih menegaskan dalam menyukseskan program tersebut sejak awal pihaknya telah membentuk tim melalui Bagian Kesra Setda Kota Prabumulih dibawah Koordinasi Asisten untuk monitoring dan pengawasan terhadap penerapan program di sekolah-sekolah.
“Apabila ada sekolah yang siswanya tidak 100 persen bisa baca tulis Al Quran maka kepala sekolah tersebut akan diganti. Karena ini menjadi syarat masuk ke sekolah lebih tinggi, siswa yang akan melanjutkan sekolah ke tingkat menengah (SMP) dan tingkat SMA akan melalui tes baca tulis Al Qur’an,” tegasnya.


Diberitakan, bahwa sejak beberapa tahun lalu, Pemerintah Kota Prabumulih memberlakukan wajib baca tulis Al Quran melalui Perwako No 43 Tahun 2014. Program tersebut hingga 2017 mendatang telah berjalan 100 persen dan hampir 90 persen sekolah di Prabumulih seluruh siswanya bisa baca tulis Al Quran dan bisa mengerjakan solat.


Tidak hanya itu, konsistensi pemerintah dalam menjalankan program tersebut juga telah membuat beberapa kepala sekolah yang tidak menjalankan program mendapat hukuman dengan dilengserkan dari jabatan. (Lihat: https://sumsel.tribunnews.com/2018/01/28/ridho-yahya-sidak-sekolah-selenggarakan-ujian-bta).


Apa yang dilakukan oleh Walikota Prabumulih adalah satu kebijakan yang cerdas dan kreatif! Saat memberikan sambutan dalam acara wisuda di Rumah Dinas Walikota itu, saya menyampaikan, insyaAllah, Walikota akan mendapatkan balasan pahala yang terus mengalir kepadanya, sampai kiamat tiba. Ini kebijakan cerdas dan kreatif! 

Rasulullah saw bersabda: "Perintahkanlah anak kecil untuk melaksanakan shalat apabila sudah mencapai umur tujuh tahun, dan apabila sudah mencapai umur sepuluh tahun maka pukullah dia apabila tidak melaksanakannya". (H.R.Abu Daud).

Begitu seriusnya urusan shalat ini, sehingga Rasulullah saw memerintahkan, agar orang tua memaksa anaknya untuk melaksanakan shalat, setelah berumur 10 tahun. Jadi, wajar jika orang tua dan guru wajib mendidik anak-anaknya agar pada umur 10 tahun sudah bisa shalat dan mengaji al-Quran dengan benar. 
Itulah kewajiban orang tua dan guru. Sedangkan kewajiban penguasa atau pemerintah adalah membuat kebijakan untuk menjalankan perintah Nabi tersebut. Kebijakan ini juga sesuai dengan amanah UUD 1945 pasal 31 (3), bahwa pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan, ketaqwaan, dan akhlak mulia. 

Semoga kebijakan cerdas dan kreatif dari Walikota Prabumulih ini ditetapkan sebagai kebijakan nasional dalam pendidikan kita. Aamiin. (Prabumulih, 5 Agustus 2023).

Admin: Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *