INILAH KEUNIKAN DAN KEUNGGULAN PROGRAM ATCO PRE-UNIVERSITY

Oleh Dr. Adian Husaini

Ketua Umum DDII

Dewandakwahjatim.com, Depok - Pada hari Jumat (15 Sya’ban 1443 H/18 Maret 2022), At-Taqwa College Depok meluncurkan program “Pre University Boarding School”.  Program ini menekankan pada penguasaan TIGA kompetensi unggulan, yakni: (2) Adab, (2) ketrampilan menulis (3) Islamic Thought and Civilization.

    Sejumlah dosen yang dijadwalkan akan mengajar adalah: Dr. Adian Husaini, Dr. Syamsuddin Arif, Dr. Nirwan Syafrin, Dr. Budi Handrianto, Dr. Muhammad Ardiansyah, Dr. Alwi Alatas, Dr. Tiar A. Bachtiar, Dr. Suidat, Dr. Imam Zamroji, Dr. Rahmatul Husni, Dr. Susiyanto, Ust. Haris Susmana, dan beberapa lainnya. 

    Ada pun mata kuliah yang disiapkan adalah: Tahsin dan Tahfidz al-Quran, Ibadah, adab harian, Islamic Worldview, Islam dan Pancasila, Orientalisme, Konsep Ilmu dalam Islam, Sejarah dan Filsafat Sains, Reading Text: Islam and Secularism, Sejarah Peradaban Islam, Sejarah Islam di Indonesia, Comparative Religion, Fiqhud Da’waah, Pemikiran Ulama Nusantara, Ulumuddin, Filsafat dan Peradaban Barat, Pendidikan Islam, Pemikiran Kontemporer, Writing Skill& Public Speaking. 

    Program ATCO Pre-University ini dirancang untuk studi selama setahun. Mahasiswanya harus tinggal di Pesantren. Sebab, yang paling diutamakan adalah proses penanaman adab melalui keteladanan, pembiasaan, dan pendisiplinan ibadah dan akhlak sehari-hari. Begitu juga proses pelatihan ketrampilan menulis akan lebih mudah dan efektif jika dilakukan dengan proses bimbingan dengan para dosen. 

    Program ATCO Pre-University memiliki keunikan dan keunggulan. Sebab, program ini dirumuskan berdasarkan konsep keilmuan dan pendidikan Islam yang ideal dan didukung oleh para dosen yang berkualitas dan mata kuliah yang sangat diperlukan untuk kesuksesan belajar di Perguruan Tinggi. Program ATCO Pre-University diselenggarakan untuk melengkapi proses pendidikan tingkat SMA yang adakalanya belum berhasil menghasilkan lulusan yang siap memasuki jenjang Perguruan Tinggi, khususnya dalam persoalan adab (akhlak mulia) dan penguasaan ilmu-ilmu fardhu ain. 

    Padahal, pada jenjang pendidikan tinggi, biasanya yang ditekankan adalah penguasaan ilmu-ilmu fardhu kifayah atau ilmu-ilmu dan ketrampilan lainnya. Bahkan, tak jarang, mahasiswa harus menerima ilmu-ilmu yang bertentangan dengan ajaran Islam. Apalagi, jika dosen-dosennya mendorong mahasiswanya untuk semakin jauh dari keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. 

    Tujuan utama pendidikan dalam Islam adalah untuk membentuk “insan adaby” (manusia yang beradab/berakhlak mulia). Rasulullah saw mengingatkan, bahwa orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang baik akhlaknya. Prof. Syed Naquib al-Attas merumuskan, bahwa hakikat pendidikan adalah penanaman nilai-nilai keadilan dalam diri manusia sebagai manusia, secara berangsur-angsur secara tepat. 

    Prof. Naquib al-Attas juga merumuskan Tujuan Pendidikan Tinggi dalam Islam, yaitu untuk membentuk ‘manusia sempurna’ atau ‘manusia universal’ … Seorang ulama muslim bukanlah seorang spesialis dalam salah satu bidang keilmuan, melainkan seorang yang universal dalam cara pandangnya dan memiliki otoritas dalam beberapa bidang keilmuan yang saling berkaitan. 

    Menurut Prof. Wan Mohd Nor Wan Daud, sebuah universitas seharusnya merupakan gambaran dari manusia universal atau ‘insan kamil’. “Secara sederhana, insan kamil adalah seorang yang sanggup menampakkan sifat-sifat ketuhanan dala perilakunya dan betul-betul menghayati kesatuan esensialnya dengan wujud Ilahiah tanpa harus kehilangan identitasnya sebagai seorang hamba dan makhluk-Nya. Golongan insan kamil ini dipimpin oleh Nabi Muhammad saw, diikuti semua nabi dan para hamba pilihan-Nya, yaitu para aulia dan ulama yang ilmu dan pemahaman spritualnya sangat mendalam,” kata Prof. Wan Mohd Nor Wan Daud. 

    Untuk mencapai tujuan Pendidikan Tinggi (universitas) yang ideal itulah maka para calon mahasiswa harus dibekali dengan adab, keilmuan dan ketrampilan yang memadai. Para calon mahasiswa bukan hanya dibekali dengan ketrampilan menjawab soal-soal ujian. Sebab, hakikat kesuksesan pendidikan tinggi bukan hanya mampu melahirkan manusia-manusia yang siap bekerja, tetapi juga membentuk manusia-manusia yang baik. 

     Sebenarnya, program ATCO Pre-University tidak diperlukan jika para siswa lulusan SMA sudah kuat imannya, baik akhlaknya, baik ibadahnya, cukup wawasan keilmuan Islamnya, dan terampil dalam komunikasinya. Sayangnya, tidak sedikit yang lulus SMA masih belum baik shalat dan mengajinya.  Bahkan, ilmu-ilmu Islam yang mendasar (fardhu ain) belum dikuasainya. Apalagi, penguasaan Islamic Worldview yang masih sangat minim. 

     Jika para lulusan SMA belum benar-benar siap secara adab, ibadah, dan ilmu-ilmu fardhu ain, maka lebih baik ia menunda kuliah setahun dan memasuki proses pendidikan seperti di ATCO Pre-University. Tentu ada lembaga-lembaga lain yang juga berperan seperti program ATCO Pre-University. 

Selain bertujuan untuk menyelamatkan diri dari paham-paham yang merusak iman dan akhlak, ATCO Pre-University juga menyiapkan para calon mahasiswa untuk meraih “sukses dunia-akhirat” dalam studi di Perguruan Tinggi. Semoga Allah SWT memberikan bimbingan dan petunjuk-Nya agar kita dapat menyiapkan generasi gemilang yang insyaAllah akan memimpin kebangkitan umat Islam dan bangsa Indonesia di masa yang akan datang. Aamiin. (Depok, 20 Maret 2022).

Editor: Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *