Oleh Sigit, Waket Dewan Da’wak Kab. Kediri
Dewandakwahjatim.com, Kediri – Begini cara mengqadhanya sesuai sunnah.
Berikut adalah poin penting terkait batas waktu salat witir:
Waktu berakhir: Salat witir sudah tidak bisa dilakukan saat adzan subuh berkumandang.
Waktu terbaik: Sepertiga malam terakhir sebelum masuk waktu subuh.
Solusi jika terlewat: Jika anda ketiduran atau lupa hingga masuk waktu subuh, salat witir boleh diganti (diqadha) pada waktu dhuha (pagi hari).
Cara mengqadhanya: Ubah jumlah rakaat menjadi genap. Jika biasa witir 1 rakaat, qadha menjadi 2 rakaat. Jika biasa 3 rakaat, qadha menjadi 4 rakaat.
Alasan utama mengapa jumlah rakaat salat witir diubah menjadi genap saat diqadha adalah mengikuti petunjuk langsung dan sunnah dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Dari Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau menceritakan kebiasaan Nabi:
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, jika luput dari salat malam (termasuk witir) karena ketiduran atau sakit, maka beliau salat di waktu siang hari sebanyak 12 rakaat.” (HR Muslim no. 746)
Semoga beruntung
Admin: Kominfo DDII Jatim
