Oleh Adi Purnomo, S.Pd, Sekretaris DDII Kab. Banyuwangi
Dewandakwahjatim.com, Banyuwangi –
PERANG YARMUK.
Perang ini terjadi di Negeri Syam ( Suriah, Palestina, Lebanon, Yordania ).
Dakwah Islam telah sampai di Yaman kemudian lanjut ke Hirah sebelum lanjut ke Syam.
Perang YARMUK terjadi ketika Islam akan masuk Syam dimana pasukan muslim yang berjumlah 40-50 ribu harus berhadapan dengan 200 ribu lebih pasukan Byzantium (Romawi Timur) di Suriah (sekarang).
Di Syam (Suriah sekarang), pasukan muslim mengalami kesulitan karena harus menghadapi Pasukan Romawi Timur (Byzantium) yang jumlahnya jauh lebih banyak.
Pasukan muslim terdiri dari empat kelompok ( Bataliyon ) yang masing-masing dipimpin seorang Komandan :
- Pasukan Abu Ubaidah
- Pasukan Amr bin Ash
- Pasukan Yazid bin Abi Sofyan
- Pasukan Syurahbil bin Hasanah.
Mereka membutuhkan pemimpin yang ahli taktik untuk menyatukan pasukan menghadapi ancaman dari pasukan Romawi Timur yang jumlahnya enam kali lipat dari pasukan muslim (200 ribu lebih pasukan Romawi Timur)
Khalifah Abu Bakar memerintahkan Khalid bin Walid yang saat itu ada di Hirah (Iraq sekarang) untuk membantu pasukan muslim yang ada di Syam (Suriah sekarang).
Dengan hadirnya Khalid bin Walid dan Pasukanya di Syam,.kekuatan Pasukan muslim bertambah menjadi 5 Bataliyon.(40-50 ribu tentara) dan harus menghadapi 200 ribu lebih pasukan Romawi Timur (Bizantium) yang dibantu oleh orang-orang Arab yang pro Bizantium.
NEGERI SYAM
( Suriyah, Palestina. Lebanon, dan Yordania).
Negeri Syam (Bilad as-Syam/Levant) adalah wilayah historis di timur Laut Mediterania yang kini mencakup Suriah, Palestina, Lebanon, dan Yordania.
Dalam Islam, Syam dianggap tanah penuh keberkahan, dinaungi sayap malaikat, bumi para nabi, serta markas perjuangan umat akhir zaman.
Wikipedia
Wilayah Geografis Negeri Syam
Cakupan Modern:
Terdiri dari Suriah, Lebanon, Palestina, dan Yordania.
Geografi:
Berbatasan dengan Laut Mediterania di barat, Gurun Arab di selatan, Pegunungan Taurus di utara, dan Sungai Efrat.
Pusat Sejarah:
Dahulu dikenal sebagai Suriah Raya (Greater Syria) sebelum terbagi menjadi negara modern pada 1918.
Wikipedia
Keutamaan dan Nubuat dalam Islam.
Tanah yang Diberkahi:
Disebutkan dalam Al-Qur’an (seperti QS. Al-Anbiya: 81) sebagai tanah yang diberkahi oleh Allah.
Tafsir Surat Al Anbiya’ Surat ke 21, Ayat 81👇
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَلِسُلَيْمٰنَ الرِّيْحَ عَا صِفَةً تَجْرِيْ بِاَ مْرِهٖۤ اِلَى الْاَ رْضِ الَّتِيْ بٰرَكْنَا فِيْهَا ۗ وَكُنَّا بِكُلِّ شَيْءٍ عٰلِمِيْنَ
wa lisulaimaanar-riiha ‘aashifatang tajrii bi-amrihiii ilal-ardhillatii baaroknaa fiihaa, wa kunnaa bikulli syai-in ‘aalimiin
“Dan (Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami beri berkah padanya. Dan Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.”
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 81)
Tafsir Surat Al-Anbiya ayat 81 menjelaskan tentang mukjizat Nabi Sulaiman AS, di mana Allah menundukkan angin kencang yang bertiup atas perintahnya.
Angin ini berfungsi sebagai moda transportasi super cepat yang membawa Sulaiman dan pasukannya dari satu tempat ke tempat lain—sejauh perjalanan sebulan—dalam waktu singkat menuju negeri yang diberkahi (Syam).
TafsirWeb
Berikut adalah poin-poin tafsir Al-Anbiya ayat 81:
Penundukan Angin (Taskhir Al-Rih):
Allah menundukkan angin yang sangat kencang (asifatan) namun patuh di bawah kendali Nabi Sulaiman.
Kecepatan Luar Biasa:
Angin tersebut membawa Sulaiman menempuh perjalanan yang biasanya memakan waktu satu bulan hanya dalam waktu setengah hari (pagi sampai siang, atau siang sampai sore).
Tujuan Perjalanan:
Angin tersebut bergerak ke negeri yang diberkahi, yaitu Syam (Palestina/Suriah), tempat menetapnya Sulaiman.
Kekuasaan dan Ilmu Allah:
Allah menegaskan bahwa Dia Maha Mengetahui atas segala sesuatu, termasuk memberikan keistimewaan ini sebagai bentuk anugerah.
Konteks Kisah:
Ayat ini berurutan dengan kisah Nabi Daud AS (ayat 80), menunjukkan keagungan dan kekuasaan yang diwariskan Allah kepada Nabi Sulaiman.
TafsirWeb
Ayat ini menunjukkan bahwa kekuasaan alam semesta ada di tangan Allah, dan Dia memberikannya kepada nabi yang dikehendaki sebagai mukjizat.
Dinaungi Malaikat:
Rasulullah SAW menyebutkan malaikat membentangkan sayapnya di atas negeri Syam, yang ditafsirkan sebagai perlindungan dan rahmat.
Tempat Aman di Akhir Zaman:
Syam akan menjadi markas para mujahidin dan pusat pertahanan agama Allah hingga hari kiamat.
Tempat Kematian Dajjal:
Nubuat menyebutkan Nabi Isa akan membunuh Dajjal di wilayah Syam.
Pentingnya Syam dalam Sejarah.
Bumi Para Nabi:
Tempat hijrah Nabi Ibrahim, lahirnya Nabi Ismail, Nabi Isa, dan banyak nabi lainnya.
Pusat Peradaban:
Wilayah ini merupakan tempat berbagai pertempuran penting, termasuk penaklukan oleh Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab.
Pustaka Al-Kautsar.
Negeri Syam terus menjadi wilayah strategis dengan nilai sejarah, spiritual, dan politik yang tinggi, khususnya bagi umat Muslim.
Pertempuran Yarmuk.
Ini adalah revisi terbaru yang diterima , ditinjau pada 29 Maret 2026 .
Jangan disamakan dengan Pertempuran Yarmouk Camp .
Pertempuran Yarmuk (juga dieja Yarmouk ;
Arab :
معركة اليرموك )
adalah pertempuran besar antara Kekaisaran Bizantium dan Kekhalifahan Rashidun di dekat Sungai Yarmouk di Suriah.
Bizantium yang menandai titik penting dalam penaklukan Suriah oleh Muslim .
Hasil pertempuran tersebut adalah kemenangan Arab yang menentukan yang secara efektif mengakhiri kekuasaan Bizantium di Suriah.
Pertempuran Yarmuk
Bagian dari penaklukan Muslim atas Suriah
( perang Arab-Bizantium )
Ilustrasi Pertempuran Yarmuk oleh seorang ilustrator Catalan anonim ( sekitar 1310 – 1325 )
Tanggal 15–20 Agustus 636
Lokasi
Di dekat Sungai Yarmuk , di sepanjang perbatasan tiga negara yaitu Suriah , Yordania , dan Dataran Tinggi Golan.
Hasil Kemenangan Rashidun
Perubahan teritorial Suriah Bizantium dianeksasi oleh Kekhalifahan Rashidun.
Pihak-pihak yang berperang
Kekhalifahan Rasyidin
Kekaisaran Bizantium
Kerajaan Ghassanid
Tanukhids.
Komandan dan pemimpin Pasukanuslim :
- Umar ibn al-Khattab
- Khalid ibn al-Walid
- Abu Ubayda ibn al-Jarrah
- Amr ibn al-Ash
- Yazid ibn Abi Sufyan
- Shurahbil ibn Hasana
- Ikrima ibn Amr
- Zubayr ibn al-Awwam
- Al-Qa’qa’ ibn ‘Amr al-Tamimi
- Amru bin Ma’adi Yakrib
- Dirar ibn al-Azwar
- Abd al-Rahman ibn Abi Bakar
- Ubadah ibn al-Samit
- Hind binti Utba
Pemimpin, Komandan Pasukan Romawi Timur ( Bizantium)
- Heraclius
- Theodore Trithyrius †
- Vahan † [g]
- Jabalah ibn al-Aiham
Dairjan † - Niketas si Buccinator Persia
( Qanatir ) - Gregory [ 1 ]
Kekuatan :
Pasukan Muslim :
15.000–40.000
(perkiraan modern) [d]
24.000–40.000
(sumber primer Arab) [e]
15.000–50.000
(perkiraan modern) [a]
Pasukan Romawi Timur (Bizantium) :
80.000–100.000+
(Treadgold) [a]
100.000–200.000
(sumber primer Arab) [c]
140.000
(sumber utama Romawi) [b]
Korban jiwa dan kerugian :
4.000 tewas [ 2 ]
Jumlah korban:
5.000 [ 3 ] –17.000 [ 4 ]
70.000–120.000 tewas
(sumber-sumber Arab utama) [f]
10.000 [ 4 ] –50.000 tewas [ 5 ] (perkiraan modern)
Lokasi pertempuran pada peta Suriah modern
Tampilkan peta Suriah
Tampilkan peta Levant
Tampilkan peta Timur Tengah
Tampilkan semua
Pertempuran tersebut terdiri dari serangkaian pertempuran yang berlangsung selama enam hari pada bulan Agustus 636, di dekat Sungai Yarmouk (yang disebut Sungai Hieromykes oleh orang Yunani ), di sepanjang perbatasan antara Suriah dan Yordania serta Suriah dan Israel saat ini , di sebelah tenggara Danau Galilea .
Untuk menghentikan kemajuan Arab dan merebut kembali wilayah yang hilang, Kaisar Heraclius telah mengirim ekspedisi besar-besaran ke Levant pada bulan Mei 636. Saat pasukan Bizantium mendekat, pasukan Arab secara taktis mundur dari Suriah dan mengumpulkan kembali semua pasukan mereka di dataran Yarmuk dekat Semenanjung Arab , di mana mereka mendapat bala bantuan, dan mengalahkan pasukan Bizantium yang jumlahnya lebih besar.
Pertempuran Yarmuk dianggap sebagai salah satu pertempuran paling menentukan dalam sejarah militer. [ 6 ] [ 7 ]
Pertempuran ini juga merupakan kemenangan militer terbesar Khalid ibn al-Walid dan mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu ahli taktik dan komandan kavaleri terhebat dalam sejarah. [ 8 ]
Pertempuran ini menandai puncak gelombang besar pertama penaklukan Muslim awal setelah wafatnya Nabi Muhammad , yang menyaksikan kemajuan pesat Kekhalifahan Rasyidin ke Kekaisaran Sasaniyah dan Kekaisaran Bizantium .
Latar Belakang PERANG
YARMUK.
Penyebab utama Perang Yarmuk (636 M) adalah ekspansi militer Kekhalifahan Islam untuk membebaskan wilayah Syam (Suriah-Palestina) dari kekuasaan Kekaisaran Romawi Timur (Bizantium), yang kemudian direspons oleh Kaisar Heraclius dengan mengerahkan pasukan besar untuk mempertahankan wilayahnya.
Pertempuran ini merupakan puncak konflik akibat penetrasi pasukan Muslim di bawah perintah Abu Bakar dan berlanjut ke Umar bin Khattab, yang mengancam dominasi Bizantium di Timur Tengah.
Wikipedia
Berikut adalah faktor-faktor penyebab Perang Yarmuk:
- Ekspansi Wilayah Islam (Futuhhat):
Setelah memadamkan pemberontakan murtad (Perang Riddah), Khalifah Abu Bakar mengirim empat batalyon pasukan ke wilayah Syam pada tahun 633 M untuk membebaskan wilayah tersebut dari kekuasaan Romawi.
- Ancaman terhadap Bizantium: Keberhasilan pasukan Muslim menguasai Damaskus dan beberapa wilayah kecil di Palestina-Suriah membuat Kaisar Romawi Timur, Heraclius, mengumpulkan pasukan besar (diperkirakan mencapai 100.000+ orang) untuk mengusir umat Muslim.
- Strategi Khalid bin Walid:
Khalid bin Walid, yang diperintahkan pindah dari medan perang Irak ke Syam, menyatukan pasukan-pasukan kecil Muslim menjadi satu kesatuan besar dan memilih lembah Yarmuk sebagai lokasi strategis untuk menghadapi pasukan Romawi.
- Keinginan Pembebasan Baitul Maqdis:
Misi utama ekspedisi ini adalah untuk membebaskan Baitul Maqdis (Yerusalem) dari kontrol Romawi.
Wikipedia
Perang ini berakhir dengan kemenangan pasukan Muslim yang dipimpin oleh Khalid bin Walid, yang secara efektif mengakhiri kekuasaan Romawi Timur di wilayah Syam.
YouTube
Pengerahan Pasukan Perang Yarmuk.
Perang Yarmuk (636 M) adalah pertempuran krusial di dekat Sungai Yarmuk, di mana sekitar 36.000-40.000 pasukan Muslim di bawah komando Khalid bin Walid berhasil mengalahkan sekitar 200.000-240.000 tentara Bizantium.
Khalid menyusun pasukan dalam formasi fleksibel dan menggunakan kavaleri seluler (8.000 pasukan) sebagai inti serangan.
Pengerahan dan Strategi Pasukan Muslim:
Penyatuan Komando:
Abu Ubaidah bin Jarrah menyerahkan komando tertinggi kepada Khalid bin Walid untuk memimpin jalannya pertempuran.
Formasi Tali’ah (Mobil):
Pasukan dibagi menjadi unit-unit kecil (berdasarkan suku/wilayah) yang fleksibel, mempermudah manuver dan pertahanan.
Kavaleri Seluler (Mobile Guard):
Khalid membentuk pasukan kavaleri elit berkecepatan tinggi yang bergerak cepat ke titik kritis (sayap kanan/kiri) untuk membalikkan keadaan.
Taktik Pertahanan dan Serangan Balik:
Menggunakan pertahanan berlapis di sayap kanan-kiri dan serangan mendadak kavaleri di tengah.
Strategi Malam Hari:
Mengamankan jalur pelarian musuh (jembatan) dengan 500 kavaleri untuk mengunci Bizantium.
Universitas Sains dan Teknologi Komputer
Pengerahan Pasukan Bizantium:
Komando:
Dipimpin oleh Mahan (Vahan), dengan dukungan pasukan Arab pro-Bizantium pimpinan Jabalah.
Formasi Testudo:
Pasukan Bizantium menggunakan formasi kura-kura (testudo) yang rapat namun sulit bergerak, yang kemudian berhasil dipatahkan oleh serangan kavaleri mobile Muslim.
Kelemahan:
Jumlah yang sangat besar membuat koordinasi sulit, moral menurun akibat kekalahan di hari-hari awal, dan terjebak di medan sempit.
Kemenangan ini mengakhiri kekuasaan Bizantium di Levant dan membuka pintu perluasan Islam.
kemanusiaan.org
serangan balik Bizantium
Strategi Rashidun
Medan perang
Susunan militer
Pertempuran
Garis pertempuran Muslim dan Bizantium terbagi menjadi empat bagian:
- sayap kiri,
- tengah kiri,
- tengah kanan, dan
- sayap kanan. Perhatikan bahwa deskripsi garis pertempuran Muslim dan Bizantium persis berlawanan satu sama lain:
sayap kanan Muslim menghadap sayap kiri Bizantium (lihat gambar [n] ).
Peta pertempuran Yarmuk
Vahan diperintahkan oleh Heraclius untuk tidak terlibat dalam pertempuran sampai semua jalur diplomasi telah dieksplorasi, [ 59 ]
Jalur Diplomasi di Perang Yarmuk :
Berdasarkan catatan sejarah mengenai Pertempuran Yarmuk (636 M), fokus utama peristiwa ini adalah pertempuran militer yang intens antara pasukan Muslim dan Kekaisaran Bizantium (Romawi Timur).
Meskipun demikian, terdapat aspek diplomasi dan negosiasi yang terjadi sebelum pertempuran puncak.
Berikut adalah jalur diplomasi yang terjadi dalam rangkaian Perang Yarmuk:
Upaya Negosiasi Awal (Perundingan sebelum perang):
Sebelum pertempuran meletus, pihak Muslim di bawah kepemimpinan Khalid bin Walid memberikan opsi kepada pihak Romawi. Hal ini merupakan bagian dari etika perang dalam Islam, di mana mereka ditawari untuk memeluk Islam, membayar jizyah (pajak perlindungan), atau perang.
Negosiasi Khalid bin Walid dan Vahan:
Komandan Muslim, Khalid bin Walid, sempat bertemu dengan salah satu komandan Romawi, Vahan (Mahan), untuk bernegosiasi. Khalid menegaskan keyakinan pasukan Muslim dan menolak mundur, yang membuat negosiasi tidak membuahkan hasil damai dan pertempuran pun tak terelakkan.
Dampak Diplomasi pada Mental:
Kegagalan jalur diplomatik ini memperjelas posisi kedua belah pihak, sehingga meningkatkan intensitas perang dan memperkuat tekad pasukan Muslim yang meskipun jumlahnya jauh lebih sedikit, tetap percaya diri menghadapi pasukan Bizantium.
kemanusiaan.org
Secara keseluruhan, perang Yarmuk lebih didominasi oleh strategi militer yang brilian dari Khalid bin Walid dibandingkan dengan upaya diplomasi jangka panjang.
Profil Panglima dan Komandan Pasukan Muslim pada Perang Yarmuk :
- Khalid bin Walid.
- Abu Ubaidah
- Amr bin Ash
- Yazid bin Abi Sofyan
- Syurahbil bin Hasanah.
1.Khalid bin Walid.
Khalid bin Walid (585–642 M) adalah salah satu panglima perang paling legendaris dalam sejarah Islam yang dikenal dengan julukan Saifullah Al-Maslul (Pedang Allah yang Terhunus).
Beliau tercatat dalam sejarah sebagai panglima yang tidak pernah kalah dalam lebih dari 100 pertempuran, baik sebelum maupun sesudah memeluk Islam.
Instagram
Poin Utama Mengenai Khalid bin Walid:
Julukan “Pedang Allah”:
Gelar ini diberikan langsung oleh Nabi Muhammad SAW setelah Khalid menunjukkan kehebatannya dalam menyelamatkan pasukan Muslim pada Pertempuran Mu’tah.
Strategi Militer Jenius:
Beliau adalah otak di balik kemenangan besar melawan Kekaisaran Bizantium (Romawi) di Pertempuran Yarmuk dan Kekaisaran Sassanid (Persia) di Irak.
Masuk Islam:
Awalnya, Khalid adalah penentu kekalahan pasukan Muslim dalam Perang Uhud saat masih berada di pihak Quraisy. Namun, ia mendapatkan hidayah dan memeluk Islam pada tahun 7 Hijriyah.
Keikhlasan yang Luar Biasa:
Pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, Khalid dicopot dari jabatannya sebagai panglima tertinggi agar umat tidak terlalu mengultuskannya. Ia menerima keputusan tersebut dengan lapang dada dan terus berjuang sebagai prajurit biasa.
Wafat di Atas Ranjang:
Meski seluruh tubuhnya dipenuhi bekas luka tebasan pedang dan tusukan tombak, Khalid wafat karena sakit di rumahnya di Homs, Suriah. Menjelang wafat, ia menangis karena sangat mendambakan mati syahid di medan perang daripada mati di atas tempat tidur “seperti seekor unta”.
UIN Sunan Ampel Surabaya
Informasi Singkat
Detail Keterangan
Nama Lengkap Khalid bin al-Walid bin al-Mughirah al-Makhzumi
Gelar Saifullah (Pedang Allah)
Keahlian Taktik perang, kavaleri, serangan mendadak
Tempat Wafat Homs, Suriah (642 M)
Ingin tahu lebih dalam tentang strategi perang spesifik yang beliau gunakan atau kisah duel mautnya dengan panglima lawan?
- Abu Ubaidah.
Abu Ubaidah bin al-Jarrah adalah panglima utama pasukan Muslim dalam Perang Yarmuk (636 M) menggantikan Khalid bin Walid atas perintah Khalifah Umar bin Khattab.
Ia memimpin 30.000 pasukan dalam lima divisi dan memenangkan pertempuran melawan Romawi Bizantium, yang menjadi kunci pembebasan wilayah Syam.
YouTube
Peran Abu Ubaidah dalam Perang Yarmuk:
Panglima Tertinggi:
Ditunjuk oleh Umar bin Khattab untuk memimpin seluruh pasukan di Syam, menggantikan Khalid bin Walid.
Strategi dan Kepemimpinan:
Menetapkan markas di timur Yarmuk dan menyatukan pasukan, termasuk Amr bin Ash, Syurahbil, dan Yazid.
Koordinasi dengan Khalid:
Meski diangkat sebagai pemimpin utama, Abu Ubaidah tetap menghargai dan bekerja sama dengan Khalid bin Walid dalam strategi pertempuran.
Kemenangan:
Memimpin umat Muslim menuju kemenangan di Yarmuk yang mengukuhkan kekuasaan Islam di wilayah Syam (Suriah, Yordania, Palestina).
Wikipedia
Sifat dan Kepribadian:
Aminul Ummah:
Digelar sebagai “kepercayaan umat” oleh Nabi Muhammad SAW.
Rendah Hati:
Tetap berpenampilan dan berperilaku layaknya prajurit biasa meskipun menjabat sebagai pemimpin besar.
Tegas namun Lemah Lembut:
Dikenal memiliki pemahaman agama yang dalam dan santun.
Wikipedia
Abu Ubaidah meninggal dunia akibat wabah penyakit di Syam pada tahun 18 H, setelah menorehkan sejarah besar dalam ekspansi Islam.
- Amr bin Ash.
Amr bin Ash memiliki peran krusial dalam Perang Yarmuk (16 H/636 M) sebagai komandan sayap kanan pasukan Muslim, yang membantu mematahkan kekuatan Romawi Bizantium.
Strategi taktisnya, bekerja sama dengan Khalid bin Walid, berhasil menekan sayap kiri musuh, memastikan kemenangan vital yang membuka jalan penaklukan Islam di Syam dan sekitarnya.
NU Online Jombang
Berikut adalah peran dan kontribusi Amr bin Ash dalam Perang Yarmuk:
Pemimpin Sayap Kanan:
Amr bin Ash memimpin barisan sayap kanan pasukan Muslim dalam pertempuran besar melawan pasukan Romawi yang jauh lebih besar.
Strategi Serangan:
Saat kavaleri Khalid bin Walid memecah formasi Bizantium, Amr bin Ash mengerahkan kekuatan penuh menggempur secara frontal pasukan infanteri kiri Bizantium di bawah komando Qanateer.
Memecah Kekuatan Musuh:
Serangan taktis Amr memaksa infanteri sayap kiri Bizantium mundur ke belakang barisan tengah, yang mempermudah pasukan Muslim untuk menguasai medan pertempuran.
Kerja Sama Taktis:
Amr bekerja sama erat dengan komandan lain seperti Syurahbil bin Hasanah dalam menekan pasukan tengah sebelah kiri Bizantium yang terdiri dari pasukan Armenia.
Spirit of Aqsa
Selain perannya di Yarmuk, Amr bin Ash dikenal sebagai salah satu panglima utama dalam pembebasan wilayah Syam dan kemudian memimpin penaklukan Mesir.
wahdah inspirasi zakat
Sahabat Amr bin Ash dan Sejumlah Kariernya di Militer
13 Apr 2023 —
Di Masa Abu Bakar Di masa pemerintahan Abu Bakar, beliau mengangkat Amr bin Ash sebagai panglima militer dalam pertempuran memerangi orang murtad (Harbi Riddah)
NU Online Jombang
- Yazid bin Abi Sofyan .
“Yazid bin Abi Sufyan
sahabat Nabi, komandan, saudara Muawiyah
Artikel ini bukan mengenai Yazid bin Muawiyah.
Yazid bin Abi Sufyan bin Harb bin Umayyah (bahasa Arab: يزيد بن أبي سفيان بن حرب بن أمية; meninggal 639) adalah seorang komandan terkemuka dalam Penaklukan Suriah pada 634 hingga kematiannya pada tahun 639 karena Wabah Amwas.
Yazid diangkat menjadi pemimpin Damaskus setelah kota itu dikuasai pada tahun 635. Khalifah Umar bin Khattab kemudian mengangkatnya sebagai gubernur Damaskus, Yordania dan Palestina setelah meninggalnya pemimpin tertinggi tentara muslim, Abu Ubaidah bin al-Jarrah, pada tahun 639.
Yazid bin Abi Sufyan
Gubernur Damaskus, Yordania dan Palestina
Masa jabatan
639–639
Penguasa monarki
Umar bin Khattab
Pendahulu
Abu Ubaidah bin al-Jarrah
Pengganti
Muawiyah bin Abi Sufyan (atas Damaskus dan Yordania)
Informasi pribadi
Meninggal
639
Damaskus
Suami/istri
Fakhitah binti Abdurrahman bin Auf
Orang tua
Abu Sufyan bin Harb (ayah)
Zainab binti Naufal (ibu)
Julukan
Abu Khalid
Yazid al-Khair
Karier militer
Pertempuran/perang
Pertempuran Hunain
Penaklukan Suriah
Sunting kotak info • L • B
Yazid adalah saudara tiri Muawiyah bin Abi Sufyan. Muawiyah diangkat oleh Umar sebagai penggantinya atas Damaskus dan Yordania, dan selanjutnya secara bertahap menjadi gubernur atas seluruh wilayah Suriah. Pada tahun 661, ia menjadi khalifah dan mendirikan pemerintahan Umayyah di Suriah.
Asal-usul
Komandan dan gubernur di Suriah
Penilaian
Catatan
Referensi
Daftar pustaka”
https://id.wikipedia.org/wiki/Yazid_bin_Abi_Sufyan#:~:text=Yazid%20bin%20Abi,Daftar%20pustaka
- Surahbil bin Hasanah
Syurahbil bin Hasanah (583–639 M) adalah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal sebagai panglima perang hebat dan salah satu sekretaris Rasulullah yang bertugas mencatat wahyu.
Wikipedia
Berikut adalah poin-poin utama mengenai Syurahbil bin Hasanah:
Panglima Penakluk Syam:
Ia merupakan salah satu dari empat panglima utama yang dikirim oleh Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq untuk memimpin penaklukan wilayah Syam (Suriah, Yordania, Palestina, dan Lebanon). Wilayah tugas utamanya mencakup Yordania.
Sekretaris Rasulullah:
Syurahbil termasuk dalam jajaran orang-orang pertama yang masuk Islam (Sabiqun al-Awwalun) dan dipercaya oleh Nabi untuk menulis wahyu serta surat-surat diplomatik.
Latar Belakang:
Nama aslinya adalah Syurahbil bin Abdullah, namun ia lebih dikenal dengan nama ibunya, Hasanah. Ia lahir di Makkah dan ikut serta dalam hijrah ke Ethiopia (Habasyah) serta Madinah.
Wafat:
Syurahbil wafat pada tahun 639 M (tahun 18 Hijriah) akibat Wabah Amwas (Plague of Amwas) yang melanda wilayah Syam pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab. Ia meninggal pada hari yang sama dengan panglima besar lainnya, Abu Ubaidah bin al-Jarrah.
Peninggalan Arkeologis:
Para arkeolog di Tiberias, Israel, meyakini telah menemukan reruntuhan masjid yang dibangun oleh Syurahbil bin Hasanah pada tahun 635 M, yang dianggap sebagai salah satu struktur masjid tertua yang pernah ditemukan.
Wikipedia
Apakah Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai strategi militernya di wilayah Yordania atau detail mengenai Wabah Amwas yang dialaminya?
Panglima Tertinggi Pasukan Romawi Timur ( Bizantium).
Panglima tertinggi pasukan Romawi Timur (Bizantium) dalam Perang Yarmuk (636 M) adalah Vahan (juga disebut Mahan atau Baanes), seorang Armenia yang ditunjuk oleh Kaisar Heraclius.
Vahan memimpin koalisi pasukan Romawi yang berjumlah jauh lebih besar, namun akhirnya kalah taktis oleh pasukan Muslim yang dipimpin Khalid bin Walid.
Detail Panglima Romawi di Yarmuk:
Panglima Tertinggi (Commander-in-Chief): Vahan (Vahan / Mahan / Baanes).
Peran:
Vahan adalah seorang bangsawan yang berpengalaman, memimpin pasukan Bizantium yang disiplin namun gagal mengantisipasi taktik kavaleri cepat Khalid bin Walid.
Struktur Komando:
Selain Vahan, terdapat pemimpin sayap dan kontingen lain seperti Jabalah (pemimpin pasukan Arab Kristen sekutu Bizantium).
Kekalahan:
Meskipun memiliki pasukan jauh lebih besar (estimasi 100.000-200.000+), Vahan gagal dalam mengatur pasukan melawan taktik dinamis pasukan Muslim, mengakibatkan kekalahan telak dan hilangnya Suriah bagi Romawi.
Kekalahan Vahan di Yarmuk merupakan titik balik besar yang mengakhiri dominasi Bizantium di wilayah Syam.
Pasukan Bizantium dalam Perang Yarmuk (636 M) dipimpin oleh beberapa komandan utama, dengan Mahan dari Armenia (Vahan) sebagai panglima tertinggi dan Theodorus Trithyrius sebagai komandan lapangan yang ditunjuk Kaisar Heraklius.
Struktur komando juga melibatkan Jabalah bin Al-Ayham (pemimpin Arab Kristen) dan beberapa jenderal lainnya.
Wikipedia
Berikut adalah poin-poin penting komando Bizantium:
Panglima Tertinggi:
Mahan (Vahan) dan Theodorus Trithyrius.
Komandan Sayap/Unit:
Jabalah bin Al-Ayham (Arab Gasanid), Dairjan, Nikitas al-Farisi, Buccinator (Qanatir), dan Gregory.
Kekuatan Pasukan:
Sumber sejarah menyebutkan jumlah pasukan Bizantium sangat besar, diperkirakan mencapai 100.000 hingga 200.000+ prajurit dibandingkan pasukan Muslim yang jauh lebih sedikit.
Wikipedia
Meskipun keunggulan jumlah, struktur komando Bizantium yang terpecah antara berbagai faksi (Romawi, Armenia, Arab-Kristen) menjadi salah satu faktor kekalahan mereka melawan taktik persatuan pasukan Khulafaur Rasyidin.
Mudah-mudahan bermanfaat bagi Penulis dan Pembaca dan bisa Meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan kita.
اَلْحَمْدُلِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
آمِــــــــــيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِــــــــــيْنَ
Pukul. 16.08.
Rabu, 19/20 Syawal 1447 H.
/ Rabu, 8 April 2026 M
Wednesday, April 8th, 2026 AD.
Wednesday, 8th April 2026 A.D.
Rt4/Rw1 Dusun Wadungdolah, Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Propinsi Jawa Timur ( East Java), Indonesia.
Rewritten by Adi Purnomo bin Mughofir bin Haji Jalal Makhali bin Haji Rais bin Haji Ilyas.
Phone : 0823 3863 5057
