Oleh Adi Purnomo, S.Pd., Sekretatris DDII Kab. Banyuwangi
Dewandakwahjatim.com, Banyuwangi – GENOCIDA yang dilakukan oleh Dhu Nuwas Raja Kerajaan Himyar di Najran yang Pengikut YAHUDI terhadap Orang-orang NASRANI di Era Sebelum Islam.(523 M).
Pembakaran Orang-orang Nasrani oleh Raja HIMYAR yang Yahudi di Najran (Yaman Selatan berbatasan dengan Arab Saudi saat ini) di era Sebelum Islam.
KERAJAAN HIMYAR.
Kerajaan HIMYAR (sekitar 110 SM – 525 M) adalah kerajaan kuno yang kuat di Yaman selatan, Jazirah Arab, yang beribu kota di Zafar dan kemudian Sana’a.
Menggantikan Kerajaan Saba’, Himyar mencapai kejayaan melalui perdagangan laut dan darat, serta mengadopsi Yudaisme sebelum akhirnya jatuh ke tangan Kerajaan Aksum.
Berikut adalah detail kunci mengenai Himyar:
- Wilayah & Pusat Kekuasaan:
Terletak di Yaman selatan, didirikan oleh konfederasi suku dan berpusat di Zafar sebelum pindah ke Sana’a.
- Puncak Kejayaan: Mencapai puncak kekuatan pada abad ke-3 hingga abad ke-4 Masehi di bawah raja seperti Shammar Yahri’sh dan Tubba’ Abu Karib As’ad, menguasai wilayah Hadramaut dan Saba’.
- Agama: Awalnya menganut paganisme, namun beralih ke Yudaisme pada abad ke-4 M, menjadikan kerajaan ini pusat budaya Yahudi yang penting.
PAGANISME ?
Paganisme adalah istilah yang digunakan untuk menyebut berbagai tradisi kepercayaan kuno, politeistik (menyembah banyak dewa), dan animisme yang berakar pada penghormatan terhadap alam.
Istilah ini sering merujuk pada agama pra-Kristen di Eropa, Afrika Utara, dan Asia Barat, serta kebangkitannya kembali dalam bentuk [Neo-Paganisme] modern.
Britannica
Karakteristik Utama Paganisme:
Penyembahan Alam:
Fokus pada hubungan spiritual dengan dunia alam, siklus musiman, dan elemen-elemen seperti matahari, bulan, dan bumi.
Politeisme:
Percaya dan menyembah banyak dewa-dewi, sering kali mewakili kekuatan alam yang berbeda.
Berbasis Ritual:
Praktik keagamaan berpusat pada ritual dan perayaan, daripada dogma atau kitab suci yang kaku.
Kebebasan Individual:
Sering kali menekankan otoritas spiritual diri sendiri tanpa hierarki agama pusat.
BBC
Paganisme dalam Sejarah dan Modernitas:
Asal-usul:
Awalnya digunakan oleh umat Kristen awal untuk menggambarkan penyembah berhala yang tidak menyembah Tuhan Abrahamik.
Paganisme Modern (Neopaganisme):
Kebangkitan kembali tradisi kuno di abad ke-20 yang menggabungkan elemen spiritualitas kuno dengan nilai-nilai kontemporer, seperti Wicca atau Druidry.
Bukan Penyembah Setan:
Umumnya, paganisme tidak mengakui keberadaan setan, yang merupakan konsep agama Abrahamik.
YouTube
Secara ringkas, paganisme adalah spiritualitas yang menghormati bumi dan kekuatan-kekuatan alam yang mendahului agama-agama monoteistik terorganisir.
The Pagan Federation
YUDAISME?
Yudaisme adalah agama monoteistik tertua yang berpusat pada kepercayaan akan satu Tuhan (Yahweh) dan perjanjian-Nya dengan bangsa Israel, berakar pada ajaran Taurat serta tradisi rabbinik.
Yudaisme bukan hanya agama, tetapi juga identitas etnis dan budaya yang menekankan ketaatan pada hukum syariat (halakha) serta sejarah panjang bersama.
YouTube
Berikut adalah poin-poin penting mengenai Yudaisme:
Ajaran Utama:
Yudaisme percaya pada Tuhan pencipta alam semesta yang transenden. Pusat pengajaran adalah Taurat (Hukum Tertulis) yang diberikan kepada Musa di Gunung Sinai, mencakup Sepuluh Firman dan perintah hukum lainnya.
Kitab Suci:
Dasar hukum dan kepercayaan Yahudi adalah Tanakh (Alkitab Ibrani) dan Talmud (Taurat Lisan) yang merinci perilaku benar menurut hukum syariat.
Mazhab/Aliran:
Saat ini terdapat beberapa aliran utama:
Ortodoks:
Memegang teguh interpretasi tradisional Taurat Tertulis dan Lisan sebagai wahyu ilahi yang mengikat.
Konservatif:
Berusaha menyeimbangkan tradisi dengan kehidupan modern.
Pembaharuan (Reform):
Menekankan pada aspek etika dan adaptasi hukum Yahudi terhadap zaman modern.
Identitas Yahudi:
Seseorang dianggap Yahudi jika lahir dari ibu Yahudi atau melakukan konversi (pindah agama).
Tempat Ibadah & Hari Suci:
Ibadah dilakukan di Sinagoga, dipimpin oleh seorang Rabi (guru agama). Hari suci mingguan adalah Sabat (Sabtu), serta hari raya besar seperti Rosh Hashanah (Tahun Baru) dan Yom Kippur (Hari Penebusan).
Konteks Indonesia:
Di Indonesia, terdapat komunitas Yahudi kecil dan sinagoga yang aktif di Sulawesi Utara.
Wikipedia
Yudaisme menekankan tindakan dan perilaku etis dalam kehidupan sehari-hari (kedushah) untuk menghadirkan kedamaian dan kesucian di dunia.
Wikipedia
- Ekonomi: Mengandalkan pertanian dan perdagangan laut yang maju ke India, mengendalikan jalur perdagangan rempah-rempah.
- Kejatuhan: Mengalami kemunduran akibat konflik internal dan serangan dari Kerajaan Aksum (Ethiopia) pada tahun 525 M, yang didorong oleh konflik keagamaan.
Kerajaan ini dikenal sebagai salah satu peradaban Arab kuno paling berpengaruh sebelum bangkitnya Islam.
(Encyclopedia Britanica).
Peristiwa pembakaran orang Nasrani (Kristen) oleh raja Yahudi di Yaman merupakan kisah sejarah yang terjadi pada masa pra-Islam, sekitar tahun 523 M.
Peristiwa ini dikenal dalam tradisi Islam sebagai kisah Ashabul Ukhdud (para pembuat parit) dan merupakan bentuk genosida atau penganiayaan berat terhadap umat Nasrani di Najran.
Berikut adalah rincian mengenai peristiwa tersebut:
- Aktor Utama (Raja Yahudi):
Pelaku pembantaian adalah Dhu Nuwas (Yusuf bin Syarhabil atau Yusuf As’ar), seorang raja Himyar di Yaman yang menganut agama Yahudi.
- Lokasi dan Konteks: Peristiwa terjadi di Najran (sekarang berada di perbatasan selatan Arab Saudi dan Yaman). Najran saat itu merupakan pusat komunitas Nasrani yang kuat dan memiliki hubungan erat dengan Kekaisaran Aksum (Ethiopia) dan Bizantium. Dhu Nuwas memandang komunitas ini sebagai ancaman terhadap kedaulatan Himyar.
- Tragedi Pembakaran: Dhu Nuwas memerintahkan penduduk Najran untuk masuk ke agama Yahudi. Ketika mereka menolak, Dhu Nuwas menggali parit besar (ukhdud), menyalakan api di dalamnya, dan membuang ribuan orang Nasrani ke dalam parit tersebut hidup-hidup.
- Jumlah Korban: Berbagai sumber menyebutkan jumlah korban yang sangat besar, sering kali disebutkan mencapai 20.000 orang Nasrani yang tewas dalam pembantaian tersebut.
- Dampak dan Akhir Hayat Dhu Nuwas: Berita mengenai kekejaman ini mencapai Kekaisaran Aksum, yang kemudian mengirimkan pasukan untuk membebaskan Najran. Dhu Nuwas akhirnya dikalahkan dan konon tewas tenggelam di Laut Merah setelah melarikan diri dari pasukannya sendiri.
- Refleksi dalam Al-Qur’an:
Kisah Ashabul Ukhdud diyakini merujuk pada peristiwa ini, khususnya dalam Surah Al-Buruj ayat 4-8, yang menceritakan tentang kaum yang membuat parit berapi untuk menyiksa orang-orang yang beriman.
Najran setelah peristiwa tersebut menjadi tempat ziarah bagi umat Nasrani sebelum akhirnya wilayah tersebut berinteraksi dengan komunitas Muslim pada masa Nabi Muhammad SAW.
(Wikipedia).
Al -Buruj Surat ke 85 Ayat 4-8.
Alllah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قُتِلَ اَصْحٰبُ الْاُ خْدُوْدِ
qutila ash-haabul-ukhduud
“Binasalah orang-orang yang membuat parit (yaitu para pembesar Najran di Yaman),”
(QS. Al-Buruj 85: Ayat 4)
النَّا رِ ذَا تِ الْوَقُوْدِ
an-naari zaatil-waquud
“yang berapi (yang mempunyai) kayu bakar,”
(QS. Al-Buruj 85: Ayat 5)
اِذْ هُمْ عَلَيْهَا قُعُوْدٌ
iz hum ‘alaihaa qu’uud
“ketika mereka duduk di sekitarnya,”
(QS. Al-Buruj 85: Ayat 6)
وَّهُمْ عَلٰى مَا يَفْعَلُوْنَ بِا لْمُؤْمِنِيْنَ شُهُوْدٌ
wa hum ‘alaa maa yaf’aluuna bil-mu-miniina syuhuud
“sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang mukmin.”
(QS. Al-Buruj 85: Ayat 7)
وَمَا نَقَمُوْا مِنْهُمْ اِلَّاۤ اَنْ يُّؤْمِنُوْا بِا للّٰهِ الْعَزِيْزِ الْحَمِيْدِ
wa maa naqomuu min-hum illaaa ay yu-minuu billaahil-‘aziizil-hamiid
“Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji,”
(QS. Al-Buruj 85: Ayat 8).
Asbabun Nuzul surat Al-Buruj ayat 4-8 merujuk pada kisah Ashabul Ukhdud (para pembuat parit), yaitu kisah tragis ribuan orang beriman di Najran (Yaman) yang dibakar hidup-hidup oleh raja kafir karena menolak murtad.
Ayat ini turun untuk menghibur kaum Muslimin di Makkah yang ditindas Quraisy dengan menegaskan siksa bagi orang zalim.
Berikut detail kisahnya:
- Latar Belakang:
Seorang raja zalim (Dzu Nuwas) memaksa rakyatnya menyembah dirinya. Seorang pemuda (Abdullah bin Tamir) yang beriman kepada Allah menolak, menyebabkan rakyat pengikutnya juga beriman.
- Kejadian: Raja murka, memerintahkan menggali parit besar, mengisinya dengan api, dan membakar siapa pun yang tidak mau kembali kafir.
- Keteguhan Iman: Orang-orang beriman lebih memilih dibakar daripada murtad, termasuk kisah seorang ibu dan bayinya yang dikuatkan oleh Allah.
- Pesan Ayat (4-8): Allah menegaskan laknat bagi para pembesar Najran (pembuat parit) dan memuji keteguhan iman kaum beriman yang disiksa semata-mata karena beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa.
Kisah ini diabadikan dalam Shahih Muslim dan diriwayatkan oleh sahabat Shuhaib ar-Rumi dari Nabi Muhammad SAW.
YouTube
Ketika berita tentang kekeja aman, Raja Dhu Nuwas yang membakar hidup-hidup 20.000 lebih kaum Nasrani di Najran ( terletak di Yaman
Selatan dekat dengan perbatasan Arab Saudi sekarang), Raja Najasi bekerjasama dengan Kekaisaran Romawi (Bizantium) menyerang Kerajaan Himyar yang dipimpin oleh Raja Dhu Nuwas.
Dhu Nuwas tumbang dan dia mati tenggelam di Laut Merah.
Siapa Raja Najasi yang menaklukan Dhu Nuwas?
Raja Najasyi (Ashhamah bin Abjar) adalah penguasa Kristen yang adil di Kerajaan Aksum (Habasyah/Ethiopia) pada zaman Nabi Muhammad SAW.
Ia dikenal karena melindungi pengungsi Muslim pertama dari Makkah (615–616 M) dan kemudian masuk Islam setelah mendengar penjelasan Ja’far bin Abi Thalib, bahkan didoakan shalat gaib oleh Nabi.
Berikut adalah poin-poin penting terkait Raja Najasyi:
Nama dan Kekuasaan:
Nama aslinya adalah Ashhamah bin Abjar, menjabat sebagai Negus (Raja) Aksum (sekarang Ethiopia) antara tahun 614–630/631 M.
Pelindung Umat Muslim:
Saat Nabi Muhammad SAW memerintahkan sahabat hijrah ke Habasyah menghindari kekejaman Quraisy, Raja Najasyi menerima mereka dengan baik dan menolak permintaan kaum Quraisy untuk mengembalikan para pengungsi tersebut.
Keislaman Najasyi:
Raja Najasyi masuk Islam setelah mendengar dakwah, meskipun awalnya ia adalah seorang Kristen yang taat. Ia wafat pada tahun ke-9 Hijriah.
Shalat Gaib:
Ketika mendengar kabar wafatnya Raja Najasyi, Nabi Muhammad SAW melakukan salat gaib untuknya, yang menjadi landasan hukum shalat gaib dalam Islam.
Keadilan:
Ia dikenal sebagai raja yang sangat adil dan bijaksana, sehingga negerinya menjadi tempat aman bagi imigran.
Wikipedia
Raja Najasi dari Kerajaan mana?
Kerajaan Aksum (atau Axum) adalah kekaisaran kuno yang terletak di wilayah yang sekarang menjadi Ethiopia utara dan Eritrea. Berdiri sekitar abad ke-1 hingga abad ke-10 Masehi, Aksum pernah menjadi salah satu kekuatan ekonomi dan politik terbesar di dunia, sejajar dengan Kekaisaran Romawi dan Persia.
Berikut adalah poin-poin utama mengenai Kerajaan Aksum:
Pusat Perdagangan Dunia:
Lokasinya yang strategis di pesisir Laut Merah menjadikan Aksum sebagai penghubung utama jalur perdagangan antara Kekaisaran Romawi (kemudian Bizantium) dengan India.
Mereka mengekspor komoditas berharga seperti gading, emas, zamrud, dan kemenyan.
Adopsi Kekristenan:
Di bawah pemerintahan Raja Ezana pada abad ke-4, Aksum menjadi salah satu negara pertama di dunia yang menetapkan Kekristenan sebagai agama resmi negara. Hal ini meletakkan dasar bagi Gereja Ortodoks Ethiopia yang ada hingga saat ini.
Arsitektur Monumental:
Aksum terkenal dengan Stela atau obelisk batu raksasa yang berfungsi sebagai penanda makam bagi para penguasa mereka. Stela yang paling terkenal memiliki tinggi lebih dari 20 meter dan dipahat dari satu blok batu utuh.
Inovasi Maju:
Aksum adalah negara Afrika pertama yang mencetak mata uang logamnya sendiri (emas, perak, dan perunggu) sebagai alat tukar dalam perdagangan internasional. Mereka juga memiliki sistem penulisan sendiri yang disebut Ge’ez.
Hubungan dengan Islam:
Dalam sejarah Islam, Aksum dikenal sebagai tempat perlindungan bagi para pengikut Nabi Muhammad SAW yang melakukan hijrah pertama untuk menghindari penganiayaan di Mekkah. Raja Aksum saat itu, yang dikenal sebagai Najashi, menyambut mereka dengan tangan terbuka.
Wikipedia
Saat ini, situs kota kuno Aksum telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO karena nilai sejarah dan arkeologisnya yang luar biasa.
UNESCO World Heritage Centre
Apakah Anda ingin tahu lebih dalam mengenai arsitektur Stela atau sejarah Raja Ezana?
The Kingdom of Aksum (Axum) – Africa’s Christian Empire
YouTube·History Journo.
Kesimpulan :
Peristiwa Genocida terhadap Kaum Nasrani yang dilakukan oleh Raja Dhu Nuwas di
Najran pada sekitar tahun 523 M ini,
( di era sebelum datangnya Islam) mirip dengan Genocida yang dilakukan oleh Perdana Menteri Israil Benyamin Netanyahu tahun 2026 M saat ini.
Jika Dhu Nuwas membuat parit yang diberi kayu bakar untuk membakar 20.000 lebih kaum Nasrani, Netanyahu membunuh 60.000 lebih kaum muslimin di Gaza dengan bom-bom dari udara.
Dhu Nuwas dihukum oleh Raja Najasi dari Kerajaan Aksum (Axum / Habasyah) bekerjasama dengan Kekaisaran Romawi ( Bizantium) yang saat itu menjadi pusat kekuasaan kaum Nasrani.
Pertanyaannya :
Siapa yang akan menghukum Benyamin Netanyahu yang didukung Trumpt (AS) yang telah menyebabkan 60.000 lebih kaum muslimin menjadi syahid di Gaza?
Irankah?
Wallahu’alam
Sumber / Sources :
- Kitab SHIRAH NABAWIYAH karya Syaikh Syafiurrahman Al-Mubarakh Furry.
- YouTube
- Encyclopedia Britanica).
- Wikipedia.
- BBC.
Pukul 23.57. WIB
Ahad, 25/26 Ramadhan 1447 H /
15 Maret 2026 M.
Rewritten by Adi Purnomo bin Mughofir bin Haji Jalal Makhali bin Haji Rais bin Haji Ilyas.
Jalan Marditani No. 33.
Rt4/Rw1 Dusun Wadungdolah, Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Propinsi Jawa Timur (East Java), Indonesia.
Phone : 0823 3863 5057
Admin: Kominfo DDII Jatim
Editor: Sudono Syueb
