JANGAN SAMPAI AKAL DIKALAHKAN NAFSU

Oleh: Dr.KH. Fathur Rohman, M.Pd.l., Ketua Dewan Da’wah Jawa Timur dan Direktur PPIC eLKISI, Mojokerto

Dewandakwahjatim.com, Mojokerto – Allah memberikan manusia tiga modal besar: pendengaran, penglihatan, dan hati. Allah berfirman:

وَاللَّهُ أَخْرَجَكُم مِّنۢ بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْـًٔا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَٰرَ وَالْأَفْـِٔدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati agar kamu bersyukur.”
(QS. An-Nahl: 78)

Artinya, manusia tidak dilahirkan dalam keadaan berilmu. Allah membekali kita dengan perangkat untuk belajar, berpikir, memahami, lalu menentukan jalan hidup.
Karena itu, Islam mengingatkan agar pendengaran dan penglihatan tidak digunakan sembarangan.

Allah berfirman:

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

“Janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan dimintai pertanggungjawaban.”
(QS. Al-Isra’: 36)

Namun, memiliki mata, telinga dan hati belum tentu membuat seseorang mampu melihat kebenaran. Allah menggambarkan orang yang tidak menggunakan potensi tersebut:

لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا…

“Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami…”
(QS. Al-A’raf: 179)

Di sinilah pentingnya tazkiyah—membersihkan dan menyucikan jiwa. Allah berfirman:

قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا ۝ وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا

“Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwa itu, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.”
(QS. Asy-Syams: 9–10)

Maka pendidikan sejati bukan sekadar membuat manusia pandai, tetapi menjadikannya bersih hatinya, benar pikirannya, terjaga lisannya dan baik amalnya.

Ilmu tanpa tazkiyah bisa melahirkan kesombongan. Kecerdasan tanpa iman bisa menjadi alat pembenaran hawa nafsu.

Tetapi ilmu yang disertai tazkiyah akan melahirkan manusia yang mengenal Allah, takut berbuat salah, dan bermanfaat bagi sesama.

Mari didik mata untuk melihat kebenaran, telinga untuk mendengar nasihat, akal untuk berpikir, dan hati untuk tunduk kepada Allah. (Fathur Rohman)

Admin,: Biro Kominfo DDII Jatim

Editor: Sudono S.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *