Pitono Adi Nugroho, Pilot Baru ICMI Orwil Jawa Timur 2026-2031

Pitono Nugroho secara resmi terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Jawa Timur periode 2026–2031 dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) yang digelar di Gedung Plaza Airlangga, Kampus C Universitas Airlangga pada awal Juli 2026.

Dewandakwahjatim.com, SURABAYA – Musyawarah Wilayah (Muswil) Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Jawa Timur tahun 2026 melahirkan pilot baru. Melalui forum yang dinamis di Gedung Plaza Airlangga, Kampus C Universitas Airlangga, Pitono Nugroho resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum ICMI Organisasi Wilayah Jawa Timur untuk masa bakti 2026–2031.

Estafet kepemimpinan ini menandai transisi penting dari kepengurusan sebelumnya yang dipimpin oleh Dr. Ulul Albab, M.S., di mana Pitono sebelumnya mengabdi sebagai Sekretaris Wilayah.
Menjadi Suluh Peradaban yang Inklusif.

Di bawah kepemimpinan Pitono Nugroho, ICMI Jawa Timur membawa visi segar yang selaras dengan tema Muswil 2026: “Meneguhkan Peran Intelektual Muslim sebagai Suluh Peradaban Inklusif dan Transformatif.” Agenda besar ini dirancang untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks, mulai dari disrupsi teknologi, polarisasi sosial, hingga krisis etika publik.
Dalam pidato perdananya, Pitono menegaskan komitmennya untuk membawa organisasi keluar dari sekadar ruang wacana.

“ICMI harus menjadi simpul yang mempertemukan seluruh kekuatan intelektual Jawa Timur. Tugas kita bukan sekadar menghasilkan wacana, tetapi menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebijakan publik, inovasi dengan kebutuhan masyarakat, serta nilai-nilai Islam dengan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan,” tegas alumnus P3N Lemhannas RI ini.
Strategi Kolaborasi

Tujuh Modal Pembangunan

Menghadapi masa bakti lima tahun ke depan, kepengurusan ICMI Jatim 2026–2031 mengusung semangat Modal Keberlanjutan dan Kerangka Kolaborasi Tujuh Modal. Kebijakan strategis kepengurusannya akan difokuskan pada lima pilar utama:

  1. Riset Kebijakan: Menguatkan peran intelektual publik melalui kajian berbasis data demi melahirkan solusi aplikatif bagi daerah.
  2. Pusat Kajian Strategis: Mengembangkan pusat studi yang responsif terhadap isu ekonomi, sosial, dan lingkungan.
  3. Mitra Strategis Pemerintah: Mendampingi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan publik yang berpihak pada rakyat
  4. Pemberdayaan Berbasis Inovasi: Menggerakkan roda ekonomi dan sosial masyarakat hilir melalui sentuhan inovasi teknologi dan ilmu pengetahuan.
  5. Jejaring Kolaborasi Global: Membangun sinergi lintas sektor, baik berskala nasional maupun internasional. Menjaga Marwah Rumah Besar Cendekiawan

Melalui kepemimpinan baru ini, ICMI Jawa Timur diproyeksikan menjadi laboratorium gagasan yang inklusif. Organisasi ini tidak hanya memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi dan dunia usaha, namun juga aktif merangkul komunitas lintas iman demi membangun peradaban yang harmonis di Jawa Timur.

Dengan pilot baru dan peta jalan intelektual yang matang, diharapkan ICMI Jatim 2026–2031 siap bergerak menjadi motor transformasi mewujudkan masyarakat Jawa Timur yang maju, adil, berdaya saing, dan berkelanjutan.(Sudono Syueb/Kominfo DDII Jatim)

Admin: Kominfo DDII Jatim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *