Oleh Sudono Syueb, Pengurus Dewan Da’wah Bidang Kominfo
Dewandakwahjatim.com, Surabaya –
Aku datang, ya Rasulallah…
Langkahku tertatih
oleh rindu
yang tak pernah reda.
Jarak ribuan mil
tak sanggup
memadamkan
nama-mu
yang terus bergema
di relung jiwaku.
Di seputaran Raudhah ini,
tanah menjadi mulia,
udara menjadi suci,
karena di bawahnya
terbaring manusia paling mulia
yang pernah diciptakan Allah.
Ya Rasulallah,
aku bukan sahabat
yang pernah duduk
di sisimu.
Aku bukan Anshar
yang membela dengan darah.
Aku bukan Muhajirin
yang meninggalkan kampung halaman.
Aku hanya umat
yang datang terlambat…
namun mencintaimu
lebih dari diriku sendiri.
Di sini aku berdiri,
menundukkan kepala,
menahan air mata
denan malu
karena sering melanggar sunnahmu.
Aku datang
membawa dosa yang menggunung,
tapi juga
membawa cinta
yang tak berujung.
Assalamu ‘alaika ya Rasulallah…
Assalamu ‘alaika ya Nabi Allah…
Assalamu ‘alaika ya Habiballah…
Maafkan umatmu
yang sering lalai ini,
yang sering menyebut namamu
tapi lupa meneladanimu.
Ajarilah aku lagi, ya Rasul,
dengan akhlakmu yang lembut,
dengan sabarmu yang luas,
dengan cintamu kepada umat.
Jika kelak di Mahsyar
aku terpisah,
jangan biarkan aku
jauh dari telagamu.
Izinkan aku
meneguk seteguk air dari tanganmu,
agar dahaga ini
padam untuk selamanya.
Ya Allah,
kumpulkan aku bersama kekasih-Mu ﷺ
di surga-Mu yang tertinggi.
Jadikan ziarah ini saksi,
bahwa aku bersaksi:
Tiada Tuhan selain Allah,
dan Muhammad adalah utusan Allah.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
Semoga Allah mudahkan kita semua
untuk bisa berziarah ke sana
suatu hari nanti,
dan diberikan syafa’at beliau ﷺ
di hari kiamat 🤲
.
