Bedah Buku: Sirah Nabawiyah (Sahabat) ke 7.

Perkembangan Islam setelah Yaman, Hirah dan Syam.

Oleh Adi Purnomo, Sekretaris Dewan Da’wah Kab. Banyuwangi

Tulisan ini terdiri dari 28 bagian :

  1. Perkembangan Islam setelah ke Yaman, Hirah dan Syam
  2. Islam masuk Mesir.
  3. Tokoh-tokoh Penakluk dan Pemimpin Awal Mesir.
  4. Amr bin Ash
  5. Umar bin Khotob
  6. Ulama’ Besar dan Ahli Ilmu Mesir.
  7. Imam Syafi’i
  8. Al-Laits bin Sa’ad.
  9. Ibnu Hisyam
  10. Tokoh-tokoh Pembaru (Modern) Mesir.
  11. Muhammad Ali Pasha.
  12. Rifa’ah at-Tahrawi.
  13. Jamaludin al-Afghani.
  14. Muhammad Abduh
  15. Muhammad Rasyid Ridho.
  16. Qasim Amin.
  17. Hasan Al Banna.
  18. Ibnu Hisyam.
  19. Tokoh-tokoh Kontenporer dan Al Azhar Mesir.
  20. Syaikh Dr.Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayeb, Pemimpin Tertinggi ( Grand Syaikh Al-Azhar).
  21. Dr. Yusuf-Qardawi
  22. Muhammad Al-Gazali
  23. Syeikh Ali Jum’at.
  24. Syeikh Usamah Al-Azhar i
  25. Alumni Al Azhar dari Indonesia : Prof Dr.Amany Burhanudin Umar Lubis.
  26. Ustad Dr Abdul Somad
  27. Ustad Muhammad Gufron Amrullah, Lc. Alumni Ponpes Darussalam, Gontor dan juga alumni Al Azhar Mesir..Sekarang Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia.
    Aktif berdakwah.
    Pengasuh Ponpes
    “Ladunna”
    di Desa Benculuk,
    Kecamatan Cluring,
    Kabupaten Banyuwangi.
  28. Penutup.

I. Perkembangan Islam setelah ke Yaman, Hirah dan Syam ( Suriah).

Setelah Yaman, Hirah, dan Syam (Suriah) berhasil dikuasai pada masa awal Islam, perkembangan Islam meluas secara masif, terutama pada masa Khulafaur Rasyidin dan dilanjutkan oleh Dinasti Umayyah, ke arah berikut:

  1. Mesir dan Afrika Utara (Barat):

Pasukan Islam di bawah pimpinan Amr bin Ash merambah ke Mesir pada masa Khalifah Umar bin Khattab dan melanjut ke Afrika Utara (Tunisia, Aljazair, Libya).

  1. Persia (Timur):

Seluruh wilayah Persia (Iran dan sekitarnya) berhasil ditaklukkan, menghancurkan Kekaisaran Sassanid yang sebelumnya berkuasa.

  1. Semenanjung Arab: Islam menguat di seluruh Jazirah Arab, mencakup Yaman, Tihamah, Najd, dan Arud.

Kawasan Mediterania:

Islam berkembang melintasi laut ke wilayah Afrika Utara dan kemudian melalui Selat Gibraltar ke Andalusia (Spanyol). 
 
Perkembangan ini berlanjut dari perluasan wilayah geografis (periode klasik) hingga tersebar luas ke Afrika sub-Sahara, pantai Afrika Timur, India, dan kepulauan Asia Tenggara. 

Repository IAIN ParePare.
Khan Academy

Setelah menguat di wilayah Yaman, Hirah, dan Syam pada masa awal dan Khulafaur Rasyidin, perkembangan Islam meluas dengan sangat cepat ke berbagai penjuru dunia. Pergerakan ini melintasi daratan dan lautan, menuju ke barat dan timur. 

Berikut adalah arah perkembangan Islam selanjutnya:

  1. Afrika Utara dan Eropa (Barat):

Islam menyebar ke Mesir, kemudian berlanjut ke wilayah Afrika Utara (Maghribi), hingga mencapai semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) melalui selat Gibraltar.

  1. Wilayah Persia dan Asia Tengah (Timur):

Islam meluas ke arah timur, menaklukkan wilayah Persia (Iran) dan bergerak terus ke Asia Tengah, hingga mencapai anak benua India.

  1. Perluasan ke Cina: Dakwah Islam juga menjangkau wilayah timur hingga ke Cina.
  2. Asia Tenggara: Islam terus bergerak hingga mencapai kepulauan Asia Tenggara, termasuk Nusantara (Indonesia), melalui jalur perdagangan, pernikahan, dan pendidikan. 
     
    Perkembangan pesat ini terjadi terutama pada masa Daulah Umayyah yang berfokus pada perluasan wilayah serta kemajuan ilmu pengetahuan.

Digilib Uinsa.

II. Islam masuk Mesir.

Islam masuk ke Mesir pada abad ke-7 M (sekitar 640-641 M) di bawah kekhalifahan Umar bin Khattab, dipimpin oleh jenderal Amr bin Ash yang menaklukkan wilayah tersebut dari Kekaisaran Bizantium (Romawi Timur). Penaklukan ini mengakhiri kekuasaan Romawi dan memulai era Islamisasi, di mana banyak penduduk asli memeluk Islam. 

Wikipedia
 
Berikut adalah poin-poin penting sejarah masuknya Islam di Mesir:

  1. Latar Belakang (Abad ke-7 M):

Mesir saat itu berada di bawah kekuasaan Romawi Timur (Bizantium) yang menetapkan pajak tinggi dan terjadi konflik keagamaan, membuat penduduk lokal rentan.

  1. Penaklukan (640-641 M): Pasukan Muslim di bawah komando Amr bin Ash memasuki Mesir melalui Palestina, mengalahkan pasukan Bizantium, dan berhasil menguasai benteng penting seperti Babel dan Alexandria.
  2. Penerimaan Penduduk: Banyak penduduk Mesir (umat Kristen Koptik) menyambut baik pasukan Arab karena toleransi yang lebih tinggi dibandingkan pemerintahan Romawi sebelumnya.
  3. Perkembangan Masa ke Masa:

Setelah penaklukan, Mesir menjadi pusat peradaban Islam yang penting di bawah dinasti-dinasti seperti Umayyah, Abbasiyah, Fatimiyah (pendiri Universitas Al-Azhar), hingga Usmaniyah. 

Rumah Jurnal UIN Alauddin
 
Proses Islamisasi di Mesir terjadi secara bertahap dan menjadikan Mesir sebagai salah satu negara Islam terbesar di dunia. 

YouTube

Bagaimana Islam masuk Mesir?

Islam masuk ke Mesir secara resmi melalui penaklukan militer pada tahun 640–641 M di bawah kepemimpinan jenderal Amr bin Ash atas perintah Khalifah Umar bin Khattab. 

Berikut adalah tahapan penting masuknya Islam ke Mesir:

Upaya Diplomasi Awal (628 M):

Sebelum penaklukan fisik, Nabi Muhammad SAW telah mengirim surat kepada penguasa Mesir saat itu, Muqauqis, untuk mengajaknya memeluk Islam.

Penaklukan Militer (640 M):

Pasukan Muslim bergerak dari wilayah Syam dan berhasil mengalahkan pasukan Kekaisaran Bizantium (Romawi Timur) yang saat itu menguasai Mesir. Benteng Babel menjadi salah satu titik kunci kemenangan umat Islam.

Pembebasan dari Tekanan Bizantium:

Banyak penduduk asli Mesir (etnis Koptik) menyambut baik kedatangan pasukan Arab karena mereka merasa tertindas oleh aturan diskriminatif dan beban pajak yang tinggi dari penguasa Bizantium.

Penyebaran Agama:

Islam menyebar secara bertahap melalui proses asimilasi, perdagangan, dan kebijakan toleransi beragama. Penduduk non-Muslim diberikan status Dzimmi (perlindungan) dengan kewajiban membayar Jizyah sebagai pengganti zakat dan perlindungan keamanan.

Pusat Peradaban Islam:

Setelah penaklukan, Amr bin Ash mendirikan kota Fustat sebagai ibu kota baru dan membangun Masjid Amr bin Ash, masjid pertama di benua Afrika. 

Ingin tahu lebih lanjut tentang bagaimana perkembangan budaya atau pembangunan masjid pertama di Mesir setelah penaklukan tersebut?

You Tube

Peperangan di Mesir.

Perang antara pasukan Muslim dan Romawi Timur di Mesir dikenal sebagai Penaklukan Mesir oleh Muslim yang berlangsung antara tahun 639 hingga 642 M.

Kampanye militer ini terjadi pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab dan dipimpin oleh panglima Amr bin Ash. 

Berikut adalah poin-poin penting dari peristiwa tersebut:

Panglima Pasukan:

Pasukan Muslim dipimpin oleh Amr bin Ash dengan dukungan tokoh penting lainnya seperti Zubair bin Awwam.
Di pihak Romawi Timur (Bizantium), pertahanan dipimpin oleh jenderal Theodorus dan gubernur Cyrus dari Alexandria.

Awal Penyerangan:

Amr bin Ash membawa sekitar 4.000 pasukan kavaleri dari Suriah menuju perbatasan Mesir melalui Gaza pada Desember 639 M.
Benteng pertama yang jatuh adalah Pelusium (Farama) setelah pengepungan selama dua bulan.

Pertempuran Utama:

Pertempuran Heliopolis (640 M):

Pasukan Muslim berhasil menghancurkan kekuatan utama Romawi di Mesir melalui taktik pengepungan dan serangan kejutan dari Zubair bin Awwam.

Pengepungan Benteng Babilonia:

Benteng strategis ini jatuh pada tahun 641 M setelah pengepungan yang panjang, yang mematahkan pertahanan Romawi di wilayah Delta Nil.

Pengepungan Alexandria:

Sebagai ibu kota Romawi di Mesir, Alexandria akhirnya menyerah setelah melalui negosiasi dan pengepungan selama beberapa bulan.

Hasil Akhir:

Kemenangan pihak Muslim mengakhiri kekuasaan Romawi selama tujuh abad di Mesir. Amr bin Ash kemudian mendirikan kota Fustat (cikal bakal Kairo) sebagai pusat pemerintahan baru.

Dampak:

Mesir menjadi provinsi kaya bagi Kekhalifahan Rasyidin, sekaligus menjadi pintu masuk utama bagi penyebaran Islam ke wilayah Afrika Utara. 

Apakah Anda ingin tahu lebih detail mengenai taktik perang yang digunakan Amr bin Ash dalam pertempuran di Heliopolis?

Wikipedia

III. Tokoh-tokoh Penakluk dan Pemimpin Awal Mesir.

Tokoh-tokoh Besar Islam Mesir.

Mesir memiliki sejarah panjang dalam melahirkan tokoh-tokoh besar Islam, mulai dari panglima penakluk, ulama mazhab, hingga para pembaru pemikiran Islam di era modern. Berikut adalah daftar tokoh Islam di Mesir yang dikelompokkan berdasarkan peran dan pengaruhnya: 

  1. Tokoh Penakluk & Pemimpin Awal

IV.
1.1. Amr bin Ash:

Sahabat Nabi Muhammad yang memimpin pasukan Muslim untuk menaklukkan Mesir pada masa Khalifah Umar bin Khattab dan menjadi gubernur pertama di sana.

Amr bin Ash (atau Amru bin Al-Ash) adalah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang paling dikenal sebagai panglima perang yang menaklukkan Mesir. Ia merupakan sosok cerdas, ahli strategi militer, dan diplomat yang ulung. 

Berikut adalah poin-poin utama mengenai kehidupan dan jasanya:

Masuk Islam:

Ia masuk Islam pada tahun 8 Hijriah (sebelum Penaklukan Makkah) bersama dengan Khalid bin Walid dan Utsman bin Thalhah.

Penakluk Mesir:

Atas mandat dari Khalifah Umar bin Khattab, ia memimpin pasukan Muslim untuk membebaskan Mesir dari kekuasaan Romawi Bizantium pada tahun 641 Masehi.

Gubernur Mesir:

Setelah penaklukan, ia diangkat menjadi Gubernur Mesir yang pertama. Ia mendirikan kota Fustot (cikal bakal Kairo) dan membangun Masjid Amr bin Ash, yang merupakan masjid tertua di Afrika.

Kecerdasan & Diplomasi:

Ia dikenal karena taktik militernya yang cerdik, seperti dalam Perang Dzatu as-Salasil dan pertempuran di Benteng Babylon. Ia juga berperan penting sebagai negosiator dalam peristiwa Tahkim (arbitrase) setelah Perang Siffin.

Wafat:

Amr bin Ash wafat pada tahun 43 Hijriah di Mesir dalam usia sekitar 90 tahun. 

Anda dapat membaca biografi lengkapnya di Wikipedia Bahasa Indonesia atau menyimak ulasan sejarah penaklukan Mesir melalui video dokumenter di YouTube.

Apakah Anda ingin tahu lebih detail tentang strategi militernya saat menaklukkan Mesir atau kisah masuk Islamnya yang menarik?

You Tube

V. Umar bin Khotob.

1.2. Umar bin Khattab:

Meskipun berada di Madinah, beliau adalah Khalifah yang memerintahkan perluasan wilayah Islam hingga ke Mesir. 

hukumonline.com

Umar bin Khattab (583–644 M) adalah salah satu sosok paling berpengaruh dalam sejarah Islam. Beliau adalah sahabat senior Nabi Muhammad SAW yang kemudian menjadi Khalifah kedua dari Khulafaur Rasyidin, memerintah selama 10 tahun (634–644 M). 

Berikut adalah beberapa aspek penting mengenai kehidupan dan kepemimpinannya:

  1. Karakter dan Gelar
    Al-Faruq: Gelar yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW yang berarti “pembeda antara yang benar (hak) dan yang salah (batil)”.
    Singa Padang Pasir: Julukan yang didapat karena keberaniannya yang luar biasa dan ketangkasannya dalam menggunakan pedang.
    Amirul Mukminin: Umar adalah khalifah pertama yang secara resmi menyandang gelar “Pemimpin Orang-orang Beriman”. 
  2. Perjalanan Spiritual (Masuk Islam)
    Sebelum memeluk Islam, Umar dikenal sebagai penentang keras ajaran Nabi Muhammad. Perubahan besar terjadi ketika ia mendengar adiknya, Fatimah, membaca Surah Thaha. Hatinya yang keras seketika melunak, dan ia segera mendatangi Rasulullah untuk bersyahadat. Keislamannya menjadi titik balik kekuatan dakwah Islam yang sebelumnya dilakukan secara sembunyi-sembunyi menjadi terang-terangan. 
  3. Prestasi dan Inovasi Kepemimpinan
    Masa kepemimpinan Umar dianggap sebagai masa keemasan Islam karena berbagai inovasi besar, antara lain: 
    Penetapan Kalender Hijriyah: Umar memprakarsai penggunaan penanggalan Islam yang dimulai dari peristiwa hijrahnya Nabi.
    Administrasi Negara: Ia mendirikan lembaga Baitul Mal untuk mengelola keuangan negara dan menyejahterakan rakyat, serta membentuk sistem peradilan formal dengan menunjuk hakim-hakim di berbagai wilayah.
    Perluasan Wilayah: Di bawah komandonya, wilayah Islam meluas hingga ke Persia, Syam (Suriah), Mesir, dan Palestina.
    Kepedulian Sosial: Ia dikenal sering melakukan patroli malam sendirian untuk memastikan tidak ada rakyatnya yang kelaparan atau menderita. 
  4. Akhir Hayat
    Umar bin Khattab wafat pada tahun 644 M setelah ditikam oleh Abu Lu’luah, seorang budak asal Persia, saat sedang mengimami salat Subuh di Masjid Nabawi. Beliau dimakamkan di samping makam Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar Ash-Shiddiq di Madinah. 

Informasi lebih lanjut mengenai biografi dan silsilah beliau dapat ditemukan di situs resmi Wikipedia Indonesia atau melalui artikel ulasan tokoh di BAZNAS.
Apakah Anda ingin mengetahui lebih dalam tentang kebijakan ekonomi atau kisah heroik tertentu dari masa kepemimpinan Umar bin Khattab?

STAI YPIQ Baubau, Sulawesi Tenggara
sdmupat.sch.id
You Tube

VI.

  1. Ulama Besar & Ahli Ilmu.

VII.
2.1. Imam Syafi’i:

Salah satu imam mazhab besar yang menghabiskan masa-masa produktif terakhirnya di Mesir. Beliau menyusun Qauli Jadid (pendapat baru) saat menetap di Kairo.

Imam Syafi’i (150–204 H / 767–820 M) adalah salah satu ulama besar dalam sejarah Islam yang mendirikan Mazhab Syafi’i, salah satu dari empat mazhab fikih Sunni utama yang paling banyak diikuti di dunia, termasuk di Indonesia.

Beliau dikenal sebagai “Nashirus Sunnah” (Pembela Sunnah) dan merupakan perumus pertama ilmu Ushul Fiqh melalui kitabnya yang fenomenal, Ar-Risalah. 

Profil Singkat & Nasab.

Nama Lengkap:

Muhammad bin Idris asy-Syafi’i al-Qurasyi.

Tempat Lahir:

Gaza, Palestina, pada tahun 150 H, tahun yang sama dengan wafatnya Imam Abu Hanifah.

Garis Keturunan:

Nasab beliau bertemu dengan Nabi Muhammad ﷺ pada kakek yang sama, yaitu Abdul Manaf
.
Wafat:

Beliau wafat di Mesir pada tahun 204 H dalam usia 54 tahun. 

Keistimewaan & Kecerdasan.

Dikenal memiliki kecerdasan luar biasa sejak kecil, Imam Syafi’i menunjukkan dedikasi tinggi dalam menuntut ilmu meski tumbuh dalam keterbatasan ekonomi: 

Hafal Al-Qur’an:

Menuntaskan hafalan 30 juz pada usia sekitar 7 tahun.

Hafal Hadis:

Menghafal kitab Al-Muwaththa’ karya Imam Malik pada usia 10-13 tahun sebelum berguru langsung kepadanya.

Ibadah:

Beliau dikenal mampu mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak 60 kali selama bulan Ramadan (dua kali sehari) di luar salat.

Sastra & Bahasa:

Beliau pernah tinggal bersama kabilah Hudzail untuk mempelajari kefasihan bahasa Arab dan syair-syair mereka. 

Kontribusi Keilmuan.

Mazhab Syafi’i sering disebut sebagai “jalan tengah” karena berhasil mensinergikan dua metode berpikir besar saat itu: 

Madrasah Ahlul Hadis:

Berfokus kuat pada teks hadis (dipelajari dari Imam Malik di Madinah).

Madrasah Ahlul Ra’yi:

Mengedepankan logika/rasio (dipelajari dari murid-murid Imam Abu Hanifah di Irak). 

Karya-karya monumental beliau antara lain Al-Umm (kitab induk fikih) dan Ar-Risalah (dasar-dasar ushul fiqh).

Informasi lebih lanjut mengenai biografi lengkap beliau dapat dibaca di laman resmi Kemenag RI atau Jejak Imani. 

Apakah Anda ingin tahu lebih dalam mengenai karya-karya tulis Imam Syafi’i atau detail mengenai prinsip Mazhab Syafi’i?

You Tube
Kementerian Agama

VIII.
2.2. Al-Laits bin Sa’ad:

Ulama besar Mesir yang semasa dengan Imam Malik. Meskipun pemikirannya tidak tersebar seluas mazhab besar lainnya, beliau diakui sebagai salah satu fakih paling berilmu di masanya.

Al-Laits bin Sa’ad (94 H – 175 H) adalah seorang ulama besar, ahli fikih (fakih), dan perawi hadis terkemuka asal Mesir yang hidup pada masa Dinasti Umayyah dan Abbasiyah.

Ia dikenal sebagai salah satu ulama paling cerdas di zamannya, bahkan Imam Syafi’i pernah memujinya dengan mengatakan bahwa “Al-Laits lebih ahli fikih daripada Imam Malik”. 

Meskipun memiliki keilmuan yang sangat tinggi, mazhab fikihnya (Mazhab al-Laytsi) tidak bertahan lama dan tidak tersebar luas seperti empat mazhab besar lainnya karena murid-muridnya tidak mendokumentasikan ajarannya secara sistematis. 

Profil Singkat Al-Laits bin Sa’ad.

Berikut adalah poin-poin utama mengenai kehidupan dan kontribusi beliau:

Latar Belakang & Kelahiran:

Lahir di Qalqashandah, Mesir pada tahun 94 H dari keturunan kabilah Fahm (Irak). Ia sudah menghafal Al-Qur’an sejak usia 10 tahun.

Kekayaan & Kedermawanan:

Ia dikenal sebagai ulama yang kaya raya namun sangat dermawan. Saking dermawannya, dikisahkan ia tidak pernah wajib membayar zakat karena hartanya selalu habis disedekahkan sebelum mencapai masa setahun (haul).

Kedudukan Ilmiah:

Mencapai derajat mujtahid mutlak, yakni tingkatan tertinggi dalam ijtihad yang mampu menggali hukum langsung dari Al-Qur’an dan Sunnah. Beliau adalah rekan diskusi dan sahabat dari Imam Malik bin Anas.

Guru bagi Ulama Besar:

Meskipun bukan guru langsung dalam arti formal, pemikirannya sangat dihormati oleh Imam Syafi’i.

Wafat:

Beliau wafat pada tahun 175 H di Mesir dan dimakamkan di kawasan pemakaman al-Qarafah, Kairo. 

Informasi lebih mendalam mengenai kisah kedermawanan dan profil lengkap beliau dapat dibaca melalui Lazuq atau artikel tokoh di Kemenag.

Apakah Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang perbedaan pendapat fikih antara Imam Laits dan Imam Malik, atau kisah spesifik tentang kedermawanannya?

Kementerian Agama.

IX.
Ibnu Hisyam.

 Ibnu Hisyam (meninggal sekitar 213 H/833 M) adalah seorang ulama, sejarawan, dan pakar bahasa Arab terkemuka yang paling dikenal karena karyanya dalam menyusun biografi Nabi Muhammad SAW, yaitu Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam. 

Nama lengkapnya adalah Abu Muhammad Abdul Malik bin Hisyam. Meskipun keluarganya berasal dari suku Banu Ma’afir di Yaman dan menetap di Basra, ia menghabiskan sebagian besar hidupnya dan wafat di Mesir. 

Kontribusi Utama dan Karya.

Sirah Nabawiyah:

Ini adalah karya paling fenomenal beliau. Buku ini sebenarnya merupakan ringkasan, kompilasi, dan penyempurnaan dari kitab Al-Maghazi karya Ibnu Ishaq. Ibnu Hisyam melakukan pengeditan dengan membuang bagian-bagian yang dianggap kurang relevan atau syair-syair yang sulit dibuktikan kebenarannya, menjadikannya referensi utama sirah nabawiyah hingga saat ini.

Pakar Bahasa (Nahwu):

Selain sejarawan, ia juga diakui sebagai ulama pakar tata bahasa Arab (Nahwu) yang sangat disegani di Mesir.

Karya Lain:

Ia juga menulis tentang sejarah Arab kuno dalam kitab Kitab al-Tijan li Muluk Himyar yang membahas tentang raja-raja Himyar di Yaman. 

Hubungan dengan Tokoh Lain.

Ibnu Ishaq:

Ibnu Hisyam tidak pernah bertemu langsung dengan Ibnu Ishaq. Ia menerima riwayat sirah tersebut melalui gurunya, Ziyad bin Abdillah al-Baka’i, yang merupakan murid langsung Ibnu Ishaq.

Imam Syafi’i:

Tercatat bahwa Ibnu Hisyam pernah bertemu dengan Imam Syafi’i saat sang Imam berada di Mesir. 

Informasi mengenai buku fisik maupun digital dari karya-karyanya dapat ditemukan di berbagai platform seperti Blibli atau Shopee. 

Apakah Anda sedang mencari ringkasan isi dari kitab Sirah-nya atau ingin tahu lebih dalam mengenai metode penulisan sejarahnya?

UIN Raden Intan Lampung.
google book
You Tube

X.
Tokoh-tokoh Pembaru ( Modern) Mesir.

XI.
Muhammad Ali Pasha.

Tokoh Pembaru Mesir :
No.1 :

Muhammad Ali Pasha

Muhammad Ali Pasha (1769–1849) adalah seorang perwira militer keturunan Albania yang menjadi Wali Negara (Pasha) Mesir di bawah Kekaisaran Ottoman.

Ia secara luas diakui sebagai “Pendiri Mesir Modern” karena reformasi drastis yang ia lakukan untuk memodernisasi negara tersebut setelah berakhirnya pendudukan Prancis oleh Napoleon Bonaparte. 
 
Meskipun ia dikenal sebagai sosok yang ummi (tidak bisa baca tulis) hingga usia dewasa, ia merupakan seorang jenius militer dan administratif yang mampu membangun fondasi negara yang kuat. 
 
Kontribusi dan Pembaruan Utama.

Ia melakukan modernisasi besar-besaran di berbagai sektor untuk memperkuat posisi Mesir: 

Militer:

Membangun angkatan darat dan laut yang modern dengan meniru sistem militer Eropa, terutama Prancis. Ia juga mendirikan pabrik senjata dan sekolah militer untuk melatih para perwira.

Pendidikan:

Menganggap pendidikan sebagai pilar kemajuan bangsa. Ia mendirikan berbagai sekolah spesialis seperti sekolah kedokteran (1829), teknik, pertambangan (1834), pertanian (1836), dan sekolah penerjemahan (1836). Ia juga mengirim banyak pelajar Mesir untuk belajar ke luar negeri, khususnya ke Prancis.

Ekonomi & Pertanian:

Memperbaiki sistem irigasi, memperkenalkan tanaman komersial seperti kapas, dan melakukan nasionalisasi tanah untuk meningkatkan pendapatan negara demi membiayai program militernya.

Politik:

Ia berhasil mematahkan kekuasaan kaum Mamluk dan secara perlahan melepaskan diri dari pengaruh langsung Kesultanan Utsmaniyah di Istanbul, meskipun secara formal Mesir tetap menjadi bagian dari kekaisaran tersebut. 
 
Dinasti yang ia dirikan memerintah Mesir hingga revolusi tahun 1952, menjadikannya salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Timur Tengah modern. 
 
Apakah Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan spesifik atau sejarah militer Muhammad Ali Pasha?

Wikipedia
Britanica

XII.

  1. Rifaaf Badawi At-Tahrawi.

Rifa’ah Badawi Rafi’ at-Tahtawi (1801–1873) adalah seorang intelektual, penulis, dan tokoh pembaru Islam terkemuka asal Mesir yang dianggap sebagai salah satu pelopor kebangkitan Arab modern (An-Nahda). Ia dikenal karena perannya dalam menjembatani pemikiran Islam tradisional dengan ilmu pengetahuan Barat. 

Wikipedia
 
Berikut adalah poin-poin penting mengenai kehidupan dan kontribusinya:

  1. Profil dan Latar Belakang.

Kelahiran:

Lahir di Tahta, Mesir Hulu, pada 15 Oktober 1801 dari keluarga ulama yang memiliki garis keturunan hingga cucu Nabi Muhammad SAW, Husain bin Ali.

  1. Pendidikan:

Ia menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar, Kairo, di bawah bimbingan Syekh Hasan al-Attar, yang memperkenalkannya pada pemikiran modern.

  1. Misi ke Prancis:

Pada tahun 1826, ia dikirim oleh penguasa Mesir, Muhammad Ali Pasha, ke Paris sebagai imam bagi delegasi pelajar Mesir. Selama lima tahun di sana, ia mempelajari bahasa Prancis, sejarah, dan filsafat politik Eropa. 

UIN SUNAN KALIJAGA
 
Kontribusi Utama dalam Pembaharuan
Pendidikan:

Ia merupakan tokoh yang sangat mendorong modernisasi pendidikan di Mesir. Baginya, pendidikan adalah kunci kemajuan bangsa dan harus dapat diakses oleh laki-laki maupun perempuan.

Sekolah Bahasa (Madrasah al-Alsun):

Pada tahun 1835, ia mendirikan Sekolah Penerjemahan (kemudian menjadi Sekolah Bahasa) untuk melatih penerjemah dan menyebarkan ilmu pengetahuan Barat ke dalam bahasa Arab.

Penerjemahan:

Al-Tahtawi memimpin proyek besar penerjemahan buku-buku sains, sejarah, dan geografi dari bahasa Eropa ke bahasa Arab.
Pemikiran Politik: Ia memperkenalkan konsep patriotisme (hubb al-watan) dan kewarganegaraan, serta berupaya merekontekstualisasi syariah agar relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. 

JURNAL KALIMASADA
 
Karya Terkenal.

Salah satu karyanya yang paling berpengaruh adalah “Takhlis al-Ibriz fi Talkhis Bariz” (Emas Murni dari Paris), sebuah catatan perjalanannya di Paris yang memberikan gambaran mendalam tentang budaya, hukum, dan ilmu pengetahuan Barat kepada masyarakat Arab saat itu. 

UMSurabaya Repository

Apakah Anda ingin mengetahui lebih dalam mengenai pemikiran pendidikan al-Tahtawi atau daftar buku yang pernah ia tulis?

XIII.
Jamaludin al-Afghani.

Sayyid Jamaluddin al-Afghani (1838–1897) adalah tokoh intelektual, aktivis politik, dan pionir Modernisme Islam yang sangat berpengaruh di abad ke-19.

Ia dikenal sebagai penggerak utama ideologi Pan-Islamisme, sebuah gerakan yang menyerukan persatuan seluruh umat Islam untuk melawan kolonialisme Barat dan kesewenang-wenangan penguasa Muslim. 

Ringkasan Profil dan Pemikiran.

Asal-Usul & Pendidikan:

Meskipun memakai nama “Al-Afghani”, terdapat perdebatan mengenai tempat lahirnya antara Asadabad di Afghanistan atau Asadabad di Iran (Persia). Sejak muda, ia telah menguasai berbagai cabang ilmu seperti tafsir, filsafat, astronomi, hingga politik.

Pan-Islamisme:

Gagasan utamanya adalah menyatukan dunia Islam di bawah satu payung politik untuk membendung dominasi bangsa Eropa (terutama Inggris).

Kritik terhadap Kejumudan:

Menurutnya, kemunduran umat Islam disebabkan oleh sikap statis (jumud) dan hilangnya semangat ijtihad (pemikiran kreatif). Ia mendorong umat Islam untuk kembali ke ajaran murni namun tetap terbuka terhadap sains dan modernitas.

Gerakan Politik:

Al-Afghani merupakan seorang pengembara politik yang aktif di berbagai negara seperti Afghanistan, India, Mesir, Prancis, hingga Turki. Di Paris, ia bersama muridnya Muhammad Abduh menerbitkan jurnal berpengaruh bernama Al-Urwah Al-Wutsqa. 

Pengaruh di Indonesia.

Pemikiran Al-Afghani memberikan dampak besar bagi bangkitnya nasionalisme dan organisasi Islam di Indonesia. Menurut catatan sejarah di Wikipedia, gerakan seperti Muhammadiyah, Syarikat Islam, dan Jamiatul Khair terinspirasi oleh semangat pembaharuan dan persatuan yang ia gaungkan. 

Apakah Anda ingin mendalami aspek tertentu dari pemikiran politiknya atau pengaruhnya terhadap tokoh nasional Indonesia?

You Tube

XIV.

  1. Muhammad Abduh.

Syaikh Muhammad Abduh (1849–1905) adalah seorang ulama besar, teolog, dan mufti asal Mesir yang dikenal sebagai tokoh utama gerakan pembaharuan (modernisme) Islam di abad ke-19.

Ia berupaya menyelaraskan ajaran Islam dengan perkembangan dunia modern melalui pendekatan rasional dan reformasi pendidikan. 
 
Profil dan Latar Belakang.

Kelahiran:

Lahir di desa Mahallat Nasr, Mesir, pada tahun 1849 dari keluarga petani. Ibunya memiliki garis keturunan yang sampai ke Umar bin Khattab.

Pendidikan:

Belajar di Masjid Ahmadi (Tanta) dan kemudian di Universitas Al-Azhar, Kairo. Di sana, ia bertemu dengan Jamaluddin al-Afghani, mentornya yang mengenalkannya pada isu politik dan filsafat.

Karier:

Pernah menjabat sebagai Mufti Mesir dan melakukan reformasi besar dalam sistem hukum Islam. 
 
Pemikiran Utama.

Muhammad Abduh sangat menentang sikap jumud (stagnasi) dan taklid (mengikuti pendapat ulama terdahulu tanpa dasar).

Beberapa gagasan kuncinya meliputi: 
 
Harmoni Akal dan Wahyu:

Ia percaya bahwa Islam adalah agama yang rasional dan tidak ada pertentangan antara akal yang sehat dengan wahyu Tuhan.

Ijtihad:

Ia mendorong dibukanya kembali pintu ijtihad (penalaran hukum mandiri) untuk menjawab tantangan zaman modern.

Kritik Sosial:

Pernyataan terkenalnya adalah:

“Aku melihat Islam di Barat tetapi tidak melihat Muslim, dan aku melihat Muslim di Timur (negara Arab) tetapi tidak melihat Islam,” sebagai kritik atas ketimpangan antara perilaku umat dan nilai-nilai Islam yang ideal. 
 
Pengaruh di Indonesia.

Gagasan pembaharuan Abduh menyebar luas hingga ke Asia Tenggara dan menjadi inspirasi bagi berdirinya organisasi-organisasi besar di Indonesia: 

Muhammadiyah:

KH Ahmad Dahlan sangat terinspirasi oleh pemikiran Abduh dalam mereformasi sistem pendidikan dari pesantren tradisional menjadi sekolah modern.

Publikasi:

Pemikirannya masuk ke Nusantara melalui majalah Al-Imam (Singapura) dan Al-Munir (Minangkabau). 
 
Karya Tulis Terkenal.

Beberapa karya utamanya yang masih dipelajari hingga saat ini antara lain: 
 
Risalah at-Tauhid:

Kitab tentang teologi Islam yang rasional.

Tafsir Al-Manar:

Tafsir Al-Qur’an modern yang disusun bersama muridnya, Rasyid Ridha.

Al-Islam Din al-Ilm wa al-Madaniyah:

Membahas tentang Islam sebagai agama ilmu dan peradaban. 

Apakah Anda ingin mendalami aspek tertentu dari pemikirannya, seperti pandangannya tentang pendidikan atau peran perempuan dalam Islam?

UIN Sunan Kalijogo
Jurnal Tarbiyah UNSU
You Tube
Neliti
Wikipedia

XV.

  1. Muhammad Rasyid Ridho.

Muhammad Rasyid Ridha (1865–1935) adalah seorang intelektual Muslim asal Lebanon yang menjadi salah satu tokoh sentral dalam gerakan pembaruan Islam (modernisme Islam) di Mesir. Ia merupakan murid terdekat dari Muhammad Abduh dan dikenal luas melalui jurnal berpengaruh Al-Manar serta karya tafsirnya, Tafsir Al-Manar. 

Profil Singkat & Latar Belakang.

Kelahiran:

Lahir di Qalmun, dekat Tripoli (saat itu Suriah, kini Lebanon) pada 23 September 1865.

Pendidikan:

Memulai pendidikan di madrasah tradisional sebelum belajar di Madrasah al-Wataniyyah al-Islamiyyah di Tripoli, di mana ia mulai terpapar ide-ide pembaruan.

Hubungan dengan Muhammad Abduh:

Ridha pindah ke Mesir pada tahun 1897 untuk belajar langsung di bawah bimbingan Muhammad Abduh, yang kemudian menjadi mentor utamanya dalam gerakan reformasi Islam. 

Kontribusi dan Pemikiran Utama.

Pemikiran Ridha berfokus pada kebangkitan umat Islam melalui pemurnian ajaran agama dan penguasaan ilmu pengetahuan modern. 

Tafsir Al-Manar:

Karya monumental ini awalnya merupakan ringkasan dari kuliah-kuliah Muhammad Abduh yang kemudian disusun dan diteruskan oleh Ridha. Tafsir ini mengedepankan pendekatan rasional dan relevansi Al-Qur’an terhadap masalah sosial-politik modern.

Majalah Al-Manar:

Media ini menjadi sarana Ridha untuk menyebarkan ide-ide pembaharuan ke seluruh dunia Islam, termasuk mempengaruhi tokoh-tokoh awal gerakan Muhammadiyah di Indonesia.

Pemurnian Islam (Salafisme Awal):

Ridha menyerukan kembali ke ajaran Al-Qur’an dan Sunnah secara murni, serta mengkritik praktik bid’ah (inovasi yang menyesatkan dalam agama).

Sistem Pendidikan:

Ia sangat menekankan pentingnya modernisasi pendidikan bagi umat Islam agar tidak tertinggal oleh peradaban Barat.

Konsep Khilafah:

Ridha juga dikenal karena pemikirannya mengenai restorasi khilafah sebagai simbol persatuan umat Islam di tengah gelombang sekularisme pasca runtuhnya Kesultanan Utsmaniyah. 

Pengaruh di Indonesia.

Ide-ide Rasyid Ridha melalui majalah Al-Manar memiliki dampak signifikan terhadap gerakan pembaruan Islam di Indonesia pada awal abad ke-20, menjadi inspirasi bagi organisasi seperti Muhammadiyah dan Al-Irsyad dalam upaya memodernisasi sekolah-sekolah Islam dan memberantas praktik khurafat. 

Apakah Anda ingin mendalami bab spesifik dari pemikiran beliau atau pengaruhnya di organisasi tertentu di Indonesia?

Universitas Islam Indragiri
Radio Unisia
Wikipedia
Jurnal UMP

XVI.

  1. Qasim Amin.

Qasim Amin (1863–1908) adalah seorang hakim asal Mesir dan tokoh intelektual yang dikenal sebagai salah satu “feminis pertama” di dunia Arab. Ia merupakan sosok reformis yang sangat vokal dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan modernisasi masyarakat Mesir. 

Profil Singkat.

Kelahiran:

Lahir pada 1 Desember 1863 di Alexandria, Mesir, dari ayah keturunan Turki dan ibu asli Mesir.

Pendidikan:

Menyelesaikan studi hukum di Kairo dan melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Montpellier, Prancis.

Peran Utama:

Menjadi hakim di Mesir dan menjadi bagian dari lingkaran intelektual yang dipengaruhi oleh tokoh-tokoh seperti Muhammad Abduh. 

Pemikiran Utama.

Gagasan Qasim Amin berpusat pada keyakinan bahwa kemajuan suatu bangsa bergantung pada status dan pendidikan kaum perempuannya.

Berikut adalah poin-poin penting dari pemikirannya: 

Pendidikan Perempuan:

Ia sangat menekankan pentingnya pendidikan yang setara bagi perempuan agar mereka dapat berperan aktif dalam keluarga dan masyarakat.

Kritik terhadap Tradisi:

Amin mengkritik praktik-praktik seperti penggunaan cadar (niqab), pengasingan perempuan di rumah (pingit), serta pernikahan dini yang dianggapnya sebagai hambatan kemajuan.

Modernisasi Islam:

Ia berargumen bahwa Islam sebenarnya memberikan hak-hak yang adil bagi perempuan, namun tradisi patriarki yang salah kaprah telah mengaburkan nilai-nilai tersebut. 

Karya Terkenal.

Dua bukunya yang paling berpengaruh dan memicu perdebatan besar di dunia Islam adalah:

Tahrir al-Mar’a (Emansipasi Perempuan, 1899):

Mengkritik posisi perempuan dalam masyarakat tradisional dan menyerukan reformasi hak-hak mereka.

al-Mar’a al-Jadida (Perempuan Baru, 1900):

Karya yang lebih radikal, menyerukan agar perempuan Mesir mengadopsi gaya hidup yang lebih modern seperti di Eropa. 

Meskipun pemikirannya banyak menuai kontroversi dan kritik dari kalangan konservatif pada masanya, warisan intelektualnya tetap menjadi dasar bagi gerakan feminisme modern di Mesir dan dunia Arab hingga saat ini. 

Apakah Anda ingin mendalami kritik para ulama sezamannya terhadap buku Tahrir al-Mar’a atau ingin mengetahui lebih lanjut tentang pengaruh pendidikan Prancis dalam pemikirannya?

Wikipedia
 
XVII.

  1. Hasan al-Banna.

Hasan al-Banna (1906–1949) adalahm seorang tokoh pembaru Islam asal Mesir yang paling dikenal sebagai pendiri organisasi Ikhwanul Muslimin pada tahun 1928. Ia merupakan sosok guru, aktivis, dan pemikir yang berupaya membangkitkan kembali nilai-masing Islam di tengah pengaruh sekularisme dan kolonialisme Barat di dunia Arab. 

Informasi Singkat.

Nama Lengkap:

Hassan Ahmad Abdul Rahman Muhammad al-Banna.

Kelahiran:

14 Oktober 1906 di Mahmudiyah, Mesir.

Wafat:

12 Februari 1949 di Kairo (karena pembunuhan/ditembak).

Peran Utama:

Pendiri Ikhwanul Muslimin, organisasi revivalis Islam yang sangat berpengaruh secara global. 

Kontribusi dan Pemikiran.

Pendirian Ikhwanul Muslimin: Awalnya fokus pada kegiatan sosial, pendidikan, dan dakwah untuk memperbaiki moral masyarakat, sebelum akhirnya berkembang menjadi kekuatan politik besar.

Pemurnian Akidah:

Al-Banna menekankan bahwa akidah Islam harus membawa ketenangan jiwa dan keyakinan yang bebas dari keraguan.

Dukungan untuk Indonesia:

Sejarah mencatat bahwa Hasan al-Banna dan Ikhwanul Muslimin memberikan dukungan kuat terhadap kemerdekaan Indonesia, yang kemudian dibalas dengan kunjungan resmi utusan Presiden Soekarno ke Kairo untuk menyampaikan terima kasih.

Islamisasi Ilmu:

Ia menentang westernisasi yang berlebihan dan mendorong integrasi nilai-nilai Islam dalam sistem pendidikan dan sosial. 

Kehidupan dan biografi lengkapnya dapat dibaca lebih lanjut di Wikipedia Bahasa Indonesia atau melalui rangkuman kisah tokoh di Biografiku. 

Apakah Anda ingin mengetahui lebih dalam mengenai pemikiran politik al-Banna atau peran spesifiknya dalam mendukung kemerdekaan Indonesia?

Wikipedia
Repository UMJ

XVIII.

  1. Ibnu Hisyam.

Ibnu Hisyam (meninggal sekitar 213 H/833 M) adalah seorang ulama, sejarawan, dan pakar bahasa Arab terkemuka yang paling dikenal karena karyanya dalam menyusun biografi Nabi Muhammad SAW, yaitu Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam. 

Nama lengkapnya adalah Abu Muhammad Abdul Malik bin Hisyam. Meskipun keluarganya berasal dari suku Banu Ma’afir di Yaman dan menetap di Basra, ia menghabiskan sebagian besar hidupnya dan wafat di Mesir. 

Kontribusi Utama dan Karya.

Sirah Nabawiyah:

Ini adalah karya paling fenomenal beliau. Buku ini sebenarnya merupakan ringkasan, kompilasi, dan penyempurnaan dari kitab Al-Maghazi karya Ibnu Ishaq. Ibnu Hisyam melakukan pengeditan dengan membuang bagian-bagian yang dianggap kurang relevan atau syair-syair yang sulit dibuktikan kebenarannya, menjadikannya referensi utama sirah nabawiyah hingga saat ini.

Pakar Bahasa (Nahwu):

Selain sejarawan, ia juga diakui sebagai ulama pakar tata bahasa Arab (Nahwu) yang sangat disegani di Mesir.

Karya Lain:

Ia juga menulis tentang sejarah Arab kuno dalam kitab Kitab al-Tijan li Muluk Himyar yang membahas tentang raja-raja Himyar di Yaman. 

Hubungan dengan Tokoh Lain.

Ibnu Ishaq:

Ibnu Hisyam tidak pernah bertemu langsung dengan Ibnu Ishaq. Ia menerima riwayat sirah tersebut melalui gurunya, Ziyad bin Abdillah al-Baka’i, yang merupakan murid langsung Ibnu Ishaq.

Imam Syafi’i:

Tercatat bahwa Ibnu Hisyam pernah bertemu dengan Imam Syafi’i saat sang Imam berada di Mesir. 

Informasi mengenai buku fisik maupun digital dari karya-karyanya dapat ditemukan di berbagai platform seperti Blibli atau Shopee. 

Apakah Anda sedang mencari ringkasan isi dari kitab Sirah-nya atau ingin tahu lebih dalam mengenai metode penulisan sejarahnya?

UJN Raden Intan Lampung
google book
You Tube

XIX.
Tokoh-tokoh Kontenporer dari Al Azhar Mesir.

Tokoh-tokoh kontemporer yang berafiliasi dengan Al-Azhar, Mesir, mencakup para ulama terkemuka yang menjadi Grand Syekh (Imam Besar), akademisi, serta pemikir moderat yang berpengaruh dalam dunia Islam Sunni. 

Berikut adalah beberapa tokoh kontemporer dan akademisi Al-Azhar yang menonjol:

XX.

  1. Pimpinan Tertinggi (Grand Syekh Al-Azhar) 
    Syaikh Dr. Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb: Grand Syekh Al-Azhar yang menjabat sejak 2010 hingga sekarang (2026). Beliau dikenal sebagai tokoh moderat yang vokal dalam dialog antaragama, kelahiran Luxor, Mesir, 1946. 

Tokoh Kontemporer dan Al Azhar Mesir.:
Dr. Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayeb.

Syaikh Dr. Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb (lahir 6 Januari 1946) adalah Imam Besar (Grand Syeikh) Al-Azhar ke-48 yang menjabat sejak Maret 2010. Beliau dianggap sebagai salah satu otoritas tertinggi dalam pemikiran Islam Sunni di dunia dan dikenal sebagai tokoh yang gencar mempromosikan moderasi beragama (wasathiyah) serta dialog antar-iman. 

Profil dan Karier.

Berikut adalah rincian profil dan perjalanan karier beliau:

Latar Belakang:

Lahir di Luxor, Mesir, dari keluarga sufi yang taat. Beliau memiliki garis nasab yang bersambung hingga Hasan bin Ali bin Abi Thalib.

Pendidikan:

Menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar dengan spesialisasi Akidah dan Filsafat, lalu meraih gelar doktor dari Universitas Paris Sorbonne pada tahun 1977.

Jabatan Penting:

Sebelum menjadi Grand Syeikh, beliau pernah menjabat sebagai Mufti Negara Mesir (2002–2003) dan Rektor Universitas Al-Azhar (2003–2010).

Pengaruh Global:

Beliau secara rutin masuk dalam daftar Muslim Paling Berpengaruh di Dunia (The Muslim 500). Salah satu pencapaian internasionalnya yang monumental adalah penandatanganan “Dokumen Persaudaraan Manusia” bersama Paus Fransiskus di Abu Dhabi pada 2019. 

Karakteristik Pemikiran.

Sebagai pemimpin tertinggi Al-Azhar, Syaikh Ahmad Thayyeb menekankan beberapa prinsip utama: 

Moderasi (Wasathiyah):

Melawan ekstremisme dengan menyebarkan pemahaman Islam yang moderat dan damai.

Tradisi Asy’ariyah:

Menjaga tradisi akidah Asy’ariyah dan Maturidiyah yang menjadi ciri khas Al-Azhar selama berabad-abad.

Kemandirian:

Sebagai Grand Syeikh, kedudukannya di Mesir setara dengan Kepala Negara/Perdana Menteri, namun beliau dikenal sangat menjaga integritas dan kesederhanaan. 

Apakah Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai kunjungan beliau ke Indonesia atau detail karya-karya ilmiah yang telah beliau tulis?

Sumber :

hidayatullah.or.id
Instagram

XXI.
2.1. Dr. Yusuf al-Qardhawi (Almarhum):

Meskipun telah wafat, beliau adalah ulama kontemporer paling berpengaruh yang merupakan alumni Al-Azhar. Beliau dikenal dengan pemikiran fikih wasathiyah (moderat).

Syekh Yusuf al-Qaradhawi (1926–2022) adalah seorang cendekiawan Muslim Sunni terkemuka asal Mesir yang berbasis di Doha, Qatar. Beliau dikenal secara luas sebagai Ketua Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional (IUMS) dan pemimpin spiritual Ikhwanul Muslimin. 

Berikut adalah beberapa hal penting mengenai sosok beliau:

Profil dan Riwayat Hidup.

Kelahiran & Wafat:

Lahir di Mesir pada tahun 1926 dan wafat di Qatar pada 26 September 2022 di usia 96 tahun.

Pendidikan:

Beliau merupakan lulusan Universitas Al-Azhar di Kairo dan meraih gelar doktor pada tahun 1972.

Kepemimpinan:

Menjadi pendiri sekaligus ketua pertama International Union of Muslim Scholars (IUMS). 

Pemikiran dan Kontribusi Utama.

Al-Qaradhawi dikenal melalui pendekatannya yang moderat namun tegas dalam isu-isu kontemporer, sering disebut sebagai pionir ijtihad modern. 

Karya Tulis:

Menulis lebih dari 120 buku, termasuk karya monumental seperti Fiqh al-Zakat, Al-Halal wa al-Haram fi al-Islam, dan Fiqh al-Jihad.

Zakat Profesi:

Beliau merupakan tokoh kunci yang merumuskan konsep zakat profesi atau penghasilan di era modern.

Ekonomi Syariah:

Menekankan bahwa ekonomi Islam harus berlandaskan ketuhanan dan syariat Allah SWT.

Demokrasi:

Memandang demokrasi sebagai alat atau sarana yang dapat digunakan untuk mewujudkan tujuan hidup seorang Muslim dalam bingkai Islam. 

Pengaruh Global.

Beliau memiliki pengaruh besar melalui program populer “Sharia and Life” di stasiun TV Al Jazeera yang menjangkau jutaan penonton di seluruh dunia.

Meskipun sering dipuji sebagai ulama modernis oleh pendukungnya, beliau juga kerap menuai kritik dan kontroversi dari beberapa negara Barat dan Teluk terkait pandangan politiknya. 

Apakah Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang fatwa tertentu atau karya tulis beliau yang spesifik?

NU Online Jabar.
You Tube.
LAZISMU Kendal
Wikipedia
Neliti.

XXII.
2.2. Muhammad Al-Ghazali (Almarhum):

Pemikir Islam yang dikenal dengan pendekatan rasional-modernis dalam menafsirkan ajaran Islam, lulusan Al-Azhar.

Muhammad Al-Ghazali
Ulama
Informasi umum
Buku

Kelahiran
22 Sep 1917
Buhayrah, Mesir.

Meninggal
Maret 1996
Riyadh, Arab Saudi.

Syekh Muhammad al-Ghazali merupakan guru Syekh Yusuf al-Qaradhawi.

Penulis lebih dari 94 buku itu lahir di Desa Nakla al-‘Inab, Buhairah, Mesir, pada 22 September 1917. Anak pertama dari tujuh bersaudara itu bernama Syekh Muhammad al-Ghazali.

Islami.co

XXIII.
2.3. Syekh Ali Jum’ah:

Mantan Mufti Agung Mesir, seorang pakar hukum Islam (fikih) dan ahli tasawuf yang memiliki pengaruh besar di Al-Azhar.

Syaikh Prof. Dr. Ali Jum’ah (atau Ali Gomaa) adalah salah satu ulama besar Mesir kontemporer yang sangat berpengaruh dalam dunia Islam, khususnya dalam bidang fikih dan ushul fikih. Beliau dikenal sebagai sosok intelektual yang moderat dan produktif dalam menulis karya ilmiah. 

Berikut adalah beberapa poin penting mengenai profil beliau:

Jabatan dan Peran Penting.

Mufti Besar Mesir:

Menjabat sebagai Mufti Agung Republik Arab Mesir selama sepuluh tahun, dari tahun 2003 hingga 2013.

Akademisi Al-Azhar:

Merupakan Guru Besar Ushul Fikih di Fakultas Dirasat Islamiyah wa al-Arabiyah, Universitas Al-Azhar, Kairo.

Anggota Dewan Ulama Senior:

Menjadi anggota Majma’ al-Buhuts al-Islamiyyah di Al-Azhar sejak tahun 2004.

Pemimpin Thariqah:

Beliau juga dikenal sebagai Syaikh dari Thariqah Shiddiqiyyah Syadziliyyah. 

Biografi Singkat.

Kelahiran:

Lahir pada tanggal 3 Maret 1952 di Beni Suef, Mesir.

Pendidikan:

Menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Ain Shams (Fakultas Perdagangan) sebelum akhirnya mendalami ilmu agama di Universitas Al-Azhar hingga meraih gelar Doktor.

Metode Mengajar:

Beliau sangat dikenal karena menghidupkan kembali tradisi talaqqi (belajar langsung tatap muka dengan guru) di Masjid Al-Azhar. 

Pengaruh dan Pemikiran
Moderat:

Dianggap sebagai tokoh ulama yang moderat dan seringkali memberikan fatwa yang relevan dengan perkembangan zaman.

Ahli Debat:

Selain mengajar, beliau dikenal piawai dalam orasi, seminar, hingga diskusi interaktif di media televisi untuk menyampaikan ajaran Islam secara merakyat.

Karya:

Menulis banyak buku dan artikel yang tersebar luas tidak hanya di Mesir tetapi juga di mancanegara. 

Apakah Anda ingin mencari informasi mengenai kitab-kitab karangan beliau atau jadwal kunjungan beliau ke Indonesia?

Wikipedia
Medan Aktual
Facebook

XXIV.
2.4. Syekh Usamah Al-Azhari:

Ulama muda kontemporer Mesir yang aktif mengajar di Al-Azhar dan dikenal dengan pendekatan wasathiyah serta ahli hadis. 

Syekh Usamah Sayyid Mahmud Muhammad al-Azhari adalah seorang ulama besar, akademisi, dan pendakwah terkemuka asal Mesir yang saat ini menjabat sebagai Menteri Wakaf Mesir sejak Juli 2024. Beliau dikenal sebagai pakar di bidang hadis, logika, dan akidah, serta merupakan murid kesayangan dari mantan Mufti Agung Mesir, Syekh Ali Jum’ah. 

Berikut adalah beberapa poin penting mengenai profil dan kiprah beliau:

Pendidikan & Akademisi:

Lahir di Iskandariyah pada 16 Juli 1976, beliau menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar dan kini menjadi guru besar di fakultas Usuluddin dan Dakwah di universitas tersebut.

Jabatan Penting:

Selain menjabat sebagai Menteri Wakaf, beliau juga merupakan Penasihat Urusan Keagamaan bagi Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi.

Hubungan dengan Indonesia:

Beliau memiliki kedekatan khusus dengan Indonesia dan sering berkunjung untuk mengisi kajian di berbagai tempat seperti Masjid Istiqlal dan Aceh.

Beliau bahkan pernah menyebut bahwa Nahdlatul Ulama (NU) adalah “saudara kandung” bagi Al-Azhar.

Karya Sastra:

Salah satu karya monumentalnya yang terkenal adalah buku berjudul ‘Ihya’ Ulum al-Hadith (Menghidupkan Kembali Ilmu-Ilmu Hadits).

Pemikiran:

Beliau dikenal karena dakwahnya yang menekankan pada nilai-nilai kasih sayang, moderasi beragama (wasathiyah), serta cinta tanah air sebagai bagian dari iman. 

Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dakwah beliau dapat dilihat melalui Instagram resmi Yayasan Syekh Usamah Al Azhari.

Apakah Anda sedang mencari karya tulis tertentu dari beliau atau ingin tahu lebih lanjut mengenai jadwal kunjungannya ke Indonesia?

UPTD Musium Tsunami Aceh.
Wikipedia

  1. Tokoh Al-Azhar dari Indonesia (Alumni).

XXV.
3.1. Prof. Dr. Amany Burhanuddin Umar Lubis: Akademisi perempuan Indonesia yang lahir di Mesir dan pernah mengenyam pendidikan di Ma’had Al-Azhar.

Prof. Dr. Hj. Amany Burhanuddin Umar Lubis, Lc., M.A. (lahir 22 Desember 1963) adalah seorang ulama perempuan dan akademisi Indonesia yang menjabat sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta periode 2019–2023.

Ia mengukir sejarah sebagai perempuan pertama yang memimpin universitas tersebut sejak didirikan. 

Profil Singkat & Karier.

Latar Belakang:

Lahir di Kairo, Mesir, ia merupakan keturunan campuran Mandailing dan Mesir. Ibunya, Prof. Nabilah Lubis, juga merupakan seorang pakar filologi terkemuka di Indonesia.

Jabatan Akademik:

Selain pernah menjabat rektor, ia adalah Guru Besar dalam bidang Sejarah Politik Islam di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Organisasi:

Aktif dalam berbagai organisasi keagamaan dan sosial, termasuk menjabat sebagai salah satu Ketua di Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. 

Kontribusi & Penghargaan.

Karya Tulis:

Sangat produktif dalam menulis; selama menjabat sebagai rektor saja, ia berhasil menerbitkan sedikitnya tujuh buku.

Penghargaan Internasional:

Pada akhir 2024, ia menerima penghargaan internasional Fatimah al-Fihriyah dari Kerajaan Maroko atas kontribusinya dalam memajukan peran perempuan dan pendidikan Islam.

Fokus Pemikiran:

Dikenal sebagai tokoh yang memperkuat moderasi beragama dan mendorong perempuan agar tidak menjadi subordinat dalam masyarakat. 

Apakah Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai daftar buku karya beliau atau detail mengenai masa jabatannya sebagai Rektor UIN Jakarta?

Wikipedia
Instagram
MUI

XXVI.
3.2. Ustaz Dr. Abdul Somad (UAS):

Dai Indonesia yang dikenal luas sebagai alumni Universitas Al-Azhar, Mesir. 

Tokoh-tokoh ini berperan penting dalam menjaga reputasi Al-Azhar sebagai pusat keilmuan Islam Sunni yang mengedepankan wasathiyah (moderasi). 

Ustadz Prof. H. Abdul Somad Batubara, Lc., D.E.S.A., Ph.D. (dikenal sebagai UAS) adalah salah satu penceramah terkemuka di Indonesia yang terkenal dengan gaya penyampaiannya yang lugas, humoris, dan berwawasan luas. Beliau lahir di Silo Lama, Asahan, Sumatera Utara, pada 18 Mei 1977. 

Profil Singkat & Latar Belakang.

Pendidikan:

Beliau menempuh pendidikan S1 di Universitas Al-Azhar (Mesir), S2 di Darul-Hadits Al-Hassania (Maroko), dan S3 di Universitas Islam Omdurman (Sudan).

Gelar:

Diangkat menjadi Profesor dari UNISSA Brunei Darussalam dan menyandang gelar Datuk Seri Ulama Setia Negara.

Mazhab & Aliran:

Beliau mengikuti mazhab Syafi’i dalam fiqih dan merupakan penganut Sunni (Ahlussunnah wal Jama’ah). Beliau juga tercatat mengikuti tarekat Naqsyabandiyah. 

Informasi Terbaru
(Mei 2026)
UAS masih aktif melakukan kegiatan dakwah di berbagai wilayah:

Tabligh Akbar:

Baru-baru ini beliau mengadakan Tabligh Akbar di Alun-alun Stabat, Kabupaten Langkat yang dihadiri oleh ribuan masyarakat pada 3 Mei 2026.

Kunjungan Silaturahmi:

Beliau sempat mengunjungi Polres Labuhanbatu untuk memberikan tausiah mengenai integritas dan sikap humanis kepada personel kepolisian.

Konten Digital:

Terus mengunggah ceramah tematik melalui kanal YouTube Ustadz Abdul Somad Official, mencakup topik seperti pentingnya silaturahmi, ikhlas, dan menghadapi krisis. 

Media Sosial Resmi.

Untuk mengikuti perkembangan dakwah beliau secara langsung, Anda dapat mengunjungi:
Instagram: @ustadzabdulsomad_official
Facebook: Ustadz Abdul Somad عبد الصمد
YouTube: Ustadz Abdul Somad Official 

Apakah Anda mencari jadwal ceramah UAS di lokasi tertentu atau ingin mengetahui karya buku yang telah beliau tulis?

Instagram
You Tube

XXVII.
3.3. Ust. Muhammad Gufron Amrullah, Lc.

Asli dari Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia.
Alumni Ponpes Darussalam Gontor dan juga alumni Al Azhar Mesir. Sekarang Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Kabupaten Banyuwangi.

Pengasuh Ponpes “Ladunna” yang berlokasi di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Kab. Banyuwangi.

Aktif berdakwah.

Selain sebagai Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia beliau juga Ketua MSAI ( Majlis Silaturahmi Aktifis Islam ) di Kab. Banyuwangi.

Sumber :
Ust Gufron
Penulis.

XXVIII. Penutup

Demikian sekilas tentang Perkembangan Islam setelah Islam masuk Yaman tanpa Peperangan yg waktu itu Rasullullah masih hidup dan menugaskan sahabat Ali bin Abu Tholib r.a. memimpin ekspedisi dakwah ke Yaman.

Berikutnya Islam masuk Hirah (Iraq sekarang), ekspedisi dakwah ke Hirah terjadi pada masa Khalifah Abubakar Ash Shidiq, r.a.
Khalifah Abubakar r.a. menugaskan Khalid bin Walid memimpin ekspedisi dakwah ke Hirah dan Islam berhasil masuk Hirah.

Setelah Hirah masuk wilayah Islam, ekspedisi dakwah Islam berikutnya adalah ke Syam ( Suriyah sekarang).

Di Syam, pasukan muslim harus berhadapan dengan pasukan Romawi Timur ( Byzantium ) . Waktu itu negeri Syams dibawah kekuasaan Romawi Timur.

Empat Batalyon pasukan muslim (+/- 40.000 pasukan) harus menghadapi 200.000 pasukan Romawi Timur yang dibantu oleh pasukan Arab non-muslim

Dibawah kepemimpinan Jendral Khalid bin Walid, 40 ribu pasukan muslim bisa mengalahkan 200 ribu pasukan Romawi Timur (Byzantium).

Negeri Syams dibawah kekuasaan kaum muslimin di era Khalifah Abubakar dan berlanjut sampai di era Khalifah Umar bin Khotob r.a.

Setelah Yaman, Hirah dan Syam ekspansi Islam berikutnya adalah ke Mesir.
Ekspedisi dakwah ke Mesir dipimpin oleh Jendral Amr bin Ash atas perintah Khalifah Umar bin Khotob.

Tulisan diatas telah menerangkan ,”Bagaimana Islam masuk Mesir” dan “Perkembangan Islam di Mesir dari masa ke masa hingga saat ini”.

Mudah-mudahan bermanfaat untuk menambah dan memperluas wawasan keilmuan dan keislaman kita untuk meningkatkan dan memperkuat Keimanan dan Ketaqwaan kita. Afwan.
Barokallahfikum.
بَارَك اللهُ فِيْكُمْ 

Pukul : 18.20 WIB.

Ahad,
15 Dzulqaidah 1447 H /
3 Mei 2026 M

Sunday, 3rd May 2026 AD.
Sunday, May 23rd, 2026 AD.

Rewritten by Adi Purnomo bin Mughofir bin Haji Jalal Makhali bin Haji Rais bin Haji Ilyas.

Jalan Marditani No. 33
RT 04 / RW 01, Dusun Wadungdolah, Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Propinsi Jawa Timur ( East Java ), Indonesia.

Phones :
0823 3863 5057
0813 9331 756

Admin: Kominfo DDII Jatim

Editor: Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *