Oleh Adi Purnomo, S.Pd., Sekretaris DDII Kab. Banyuwangi
Dewandakwahjatim.com, Banyuwangi – Review buku adalah ulasan, penilaian, atau kritik terhadap suatu buku, yang mencakup ringkasan isi, analisis kelebihan dan kekurangan, serta evaluasi kualitas secara keseluruhan.
Tujuan utamanya adalah memberikan pandangan subjektif atau objektif untuk membantu calon pembaca memutuskan relevansi buku tersebut bagi mereka.
Unsur-Unsur Utama dalam Review Buku:
- Identitas Buku: Judul, pengarang, penerbit, tahun terbit, dan jumlah halaman.
- Ringkasan/Sinopsis: Garis besar isi cerita (fiksi) atau pokok bahasan (nonfiksi).
- Analisis/Evaluasi: Komentar mengenai gaya bahasa, alur, penokohan, atau keakuratan data.
- Kelebihan dan Kekurangan: Apresiasi terhadap poin unggul dan kritik terhadap aspek yang kurang.
- Kesimpulan/Rekomendasi: Pandangan akhir peresensi apakah buku ini layak dibaca.
Tujuan dan Manfaat Review Buku:
- Bagi Pembaca: Memberikan gambaran nyata dan panduan sebelum membeli/membaca.
- Bagi Penulis/Penerbit: Sebagai umpan balik konstruktif dan alat promosi.
- Bagi Pengulas: Melatih kemampuan berpikir kritis dan literasi.
Review seringkali dianggap sama dengan resensi, namun review cenderung lebih berfokus pada analisis, tafsiran, dan komentar yang mendalam, sementara resensi lebih ke arah pertimbangan umum, menurut bintangpustaka.com.
“Sirah Nabawiyah
by Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri
Perjalanan hidup Rasulullah Muhammad s.a.w., adalah samudra yang luas membentang, dengan kebeningan airnya yang merona biru. Di sana tersimpan pesona alami nan abadi. Tiada mata yang bosan memandang. Tiada hati yang jemu menikmati. Tiada berhenti orang menyelami. Karena sosok beliau, adalah pesona ajaib sepanjang masa.
Buku Sirah Nabawiyah ini mencoba menyajikan pesona-pesona itu. Sebagai buku yang berhasil meraih juara satu lomba karya tulis tentang riwayat hidup Rasulullah, yang diprakarsai Rabithah al-Alam al-lslami. Tidak mengherankan jika karya ini juga memiliki pesona tersendiri yang begitu menggugah untuk dibaca dan dinikmati.
Buku Sirah Nabawiyah (atau dikenal dengan judul asli Ar-Rahiq Al-Makhtum) karya Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri adalah salah satu literatur sejarah Nabi Muhammad SAW yang paling diakui di dunia Islam.
Keistimewaan Buku.
- Pemenang Lomba Internasional: Buku ini meraih Juara 1 dalam lomba penulisan Sirah Nabawiyah yang diselenggarakan oleh Rabithah Alam Islami (Liga Dunia Muslim) di Makkah pada tahun 1976.
- Metodologi Ilmiah: Penulis menggunakan pendekatan sejarah yang sistematis, memadukan riwayat hadits yang shahih dengan analisis kondisi sosial-politik bangsa Arab sebelum dan sesudah Islam lahir.
- Gaya Bahasa: Meskipun mendalam dan detail, narasi yang dibawakan tetap mengalir sehingga mudah dipahami oleh pembaca umum maupun akademisi.
Detail Teknis & Ketersediaan.
Di Indonesia, buku ini diterbitkan oleh berbagai penerbit besar dan tersedia dalam berbagai format:
- Edisi Populer: Diterbitkan oleh Pustaka Al-Kautsar (sekitar 584 halaman) dan Ummul Qura.
- Kisaran Harga: Rata-rata dijual mulai dari Rp110.000 hingga Rp130.000 untuk edisi hardcover.
- Versi Digital: Dapat diakses secara gratis melalui platform seperti Internet Archive atau dibaca melalui Google Books.
Tentang Penulis.
Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri (1942–2006) adalah seorang ulama dan sejarawan asal India yang berafiliasi dengan gerakan Salafi. Beliau menghabiskan banyak waktu mengajar di Universitas Islam Madinah dan dikenal karena ketelitiannya dalam memilah sumber-sumber sejarah.
“BUKU SIRAH NABAWIYAH SEJARAH HIDUP NABI MUHAMMAD (UMMUL QURA)
Banyak buku telah menulis kisah hidup Rasulullah ﷺ, namun tidak semuanya menghadirkan kedalaman, keotentikan, dan kemudahan pemahaman secara bersamaan.
Buku Sirah Nabawiyah: Sejarah Hidup Nabi Muhammad ini berbeda—diakui dunia dan memenangkan juara 1 lomba penulisan sirah Nabi oleh Rabithah Alam Islami.
Buku ini menyajikan kisah hidup Rasulullah ﷺ secara utuh, ringkas, namun tetap menyentuh seluruh sisi penting kehidupannya, berdasarkan riwayat yang sahih dan terpercaya.
Dilengkapi takhrij hadits oleh Syaikh Al-Albani dan ulama hadits lainnya, buku ini juga menyajikan peta klasik dan bonus CD interaktif untuk membantu pembaca memahami fase-fase kehidupan Nabi ﷺ secara visual dan audio.
Buku ini bukan hanya bacaan, tapi juga pengalaman spiritual yang memperkuat cinta kepada Rasulullah ﷺ. Miliki segera dan jadikan panduan hidup yang penuh hikmah!
Buku Sirah Nabawiyah Sejarah Hidup Nabi Muhammad
Penulis: Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri
Penerbit: Ummul Qura
“Safi al-Rahman al-Mubarakpuri”
Safiur Rahman Mubarakpuri
(6 Juni 1942 – 1 Desember 2006 )
adalah seorang :
- cendekiawan,
- guru, dan
- penulis Islam India yang berafiliasi dengan gerakan Salafi.
Ia terkenal karena biografi Nabi Muhammad, Ar-Raheeq Al-Makhtum (Nektar Tersegel), yang memenangkan hadiah pada konferensi Islam tentang biografi Nabi (Shirah) yang disponsori Liga Dunia Muslim tahun 1978 di Mekah.
Kehidupan pribadi :
Dilahirkan 6 Juni 1942,
Mubarakpur, Provinsi Bersatu, India.
Meninggal dunia :
1 Desember 2006 (usia 64 tahun) di
Mubarakpur, India.
Kebangsaan : India
Karya terkenal :
Ar-Raheeq Al-Makhtum.
Pendidikan :
- Madrasah Arabiyah Dar At-Ta’leem (1948)
- Madrasah Ihya Al-Ulum (1954)
- Jamia Islamia Faiz-e-Aam (1956)
Pekerjaan :
- Penulis Kehidupan beragama :
Agama Islam
Yurisprudensi
Mandiri
Pergerakan
Salafi
Pemimpin Islam.
Penghargaan :
Liga Dunia Muslim
(pada tahun 1976; hadiah utama pertama sebesar SR 50.000)
“Sirah Nabawiyah Perjalanan Hidup Rasul Yang Agung Muhammad:
Dari Kelahiran Hingga Delik-Delik Terakhir
adalah sebuah karya besar dan lengkap tentang riwayat hidup Nabi kita, Muhammad yang ditulis oleh Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri.
Apa yang dipaparkan di dalam buku ini tidak hanya berkisar tentang kehidupan Nabi semata, namun juga mencakup :
- sejarah kehidupan Bangsa Arab,
- suku-suku dan bangsa-bangsa selain Arab,
- sosial budaya,
- geopolitik,
- ekonomi dan
- demografi. Hal inilah yang membuat buku ini menjadi berbeda dengan buku-buku tentang Sirah Nabawiyah yang diselenggarakan oleh Rabithah al-Alam al-Islami.
Pengarang Furi, Syaikh Shafiyyuraman al-Mubarak.
Edisi Bahasa Indonesia :
Penerbit Jakarta: $ Darul Ishaq, 2016.
Deskripsi Fisik xxxiv+732 Hlm.; 25 Cm.
Biografi Penulis Sirah Nabawiyah (Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri)
9 April 2019 22:05 |Diperbarui: 30 Juni 2021 08:46
Shelma Salsabila.
Biografi Penulis Sirah Nabawiyah (Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri)
Nama lengkap beliau adalah : Shafiyyurrahman bin
- Abdullah bin
- Muhammad Akbar
- bin Muhammad Ali
- bin Abdul Mu’min bin
- Faqirullah Al-Mubarakfuri Al-A’zhami.
Lahir pada 6 Januari 1943 di Mubarakpur, India. Keluarga beliau dinasabkan kepada kaum Anshar,sebagaimana banyak keluarga lain di india dinasabkan kepada mereka.Bahkan,secara spesifik sebagai keturunan Abu Ayyub Al-Anshari.
Pada masa awal pertumbuhan, beliau banyak mempelajari Al-Qur’an,kemudian masuk ke Madrasah Darut Ta’lim di Mubarakpur (1948). Beliau belajar disana selama 6 tahun hingga lulus level Ibtidaiyah.
Kemudian melanjutkan studi di Madrasah Ihya’Ul’Ulum di Mubarakpur pada januari 1954. Di sana selama 5 tahun beliau fokus mempelajari bahasa Arab , kaidah-kaidahnya, serta ilmu-ilmu syar’i seperti Tafsir, Hadist, Fikih, Usul Fikih,dll. Akhirnya beliau berhasil lulus pada Januari 1961 dengan predikat mumtaz (cum laude).
Bahkan,sebelum itu beliau sudah berhasil meraih ijazah bergelar Maulawi pada Februari 1959. Juga, titel Alim dari Hai’ah Al-Ikhtibarat li Al-‘Ulum Asy-Syarqiyyah di Allahabad, India pada februari 1960.
Selepas menyelesaikan pendidikan formal, beliau banyak menghabiskan waktu untuk mengajar, berkhotbah, dan menyampaikan kajian umum serta berdakwah di daerah Allahabad. Beliau pun diundang untuk mengajar di Madrasah Faidh’Ammselama 2 tahun. sempat pula mengajar setahun di Universitas Ar-Rasyad di A’zhamkadah.
Kemudian diundang ke Madrasah Darul Hadist di Mu”afi pada Februari 1966 dan mengajar di sana selama 3 tahun. Beliau dipercaya sebagai Pembantu Ketua Bagian Pengajaran dan Urusan Internal. Kemudian beliau mendapatkan amanat sebagai Wakil Ketua Umum yang bertanggung jawab terhadap urusan internal maupun eksternal lembaga sekaligus sebagai supervisor staf pengajar di Jami’Saiwani selama 4 tahun akademik.
Setelah kembali ke Tanah Air pada akhir 1972, beliau mengajar di Madrasah Darut Ta’lim, dan menjabat sebagai DIrektur Pengajaran selama 2 tahun akademik.
Atas permintaan rektor Universitas Salafiyah,Benares, beliau pindah mengajar di sana pada 1974. Selanjutnya lebih banyak melaksanakan amanat di bidang kegiatan belajar-mengajar dan dakwah di sana selama sekitar 10 tahun ke depannya. Beliau pun menjadi Pemimpin Redaksi majalah bulanan Muhaddits yang terbit di india dalam bahasa Urdu. di sela-sela kesibukan tersebut, beliau sempat meraih gelar formal dengan titel Fadhilah di bidang Sastra Arab pada 1976.
Pada tahun yang sama Rabithah Al-Alam Al-Islami di Mekkah menyelenggarakan kompetisi ilmiah tentang sirah nabawiyyah, yaitu pada Konferensi Islam International I tentang Sirah Nabawiyyah yang diselenggarakan di pakistan.
Pada momen itulah Syaikh menulis kitab Ar-Rahia Al-Makthum dan berhasil meraih juara I.
Kemudian melanjutkan proyek riset ilmiah ke Universitas Islam Madinah untuk melanjutkan proyek riset ilmiah di Pusat Pelayanan Sunnah dan Sirah Nabawiyyah pada 1409 H dan bekerja di sana hingga akhir Sya’ban 1418 H.
Beliau meniggal ketika shalat jumat pada 10 Dzulqa’dah 1427 H/1 Desember 2006 M di tempat kelahiran beliau,Mubarakpur,India.
“Syaikh memiliki sejumlah karya di bidang tafsir, hadist, mushthalah, sirah nabawiyyah, dakwah.
Jumlahnya sekitar 10 judul dalam dua bahasa,Arab dan Urdu. Di antaranya yang terpenting:
Ar-Rahiq Al-Makhtum (telah diterjemahkan setidaknya ke dalam 15 bahasa yang berbeda),
Raudhatul Anwari fi Siratin Nabiyyil Mukhtar (versi ringkas tentang sirah nabawiyyah),
Minnatul Mun’im:Syarh Shahih Muslim,
Ithaful Kiram: Syarh Bulugh Al-Maram,
Bahjatun Nazhari fi Mushthalahi Ahlil Atsar,
Ibrazul Haqqi wash Shawwab fi Mas alatis sufuri wal Hijab,
Al-Firqah An-Najiyyah: Khasha’ishuha wa Mizatuha,
Al-Bisyarat bi Muhammad fi Kutub Al-Hind wa Al-Budziyyin, dan
Al-Mishbah Al-Munir: Tahdzib Tafsir Ibn Katsir.”
(Dari tulisan Blogger : Shelma Salsabila)
InsyaAllah, mendatang kita bedah Isi Buku Shirah Nabawiyah yang ditulis oleh Syaikh Syafiurrahman Al Mubarakfurry ini.
Afwan.
(وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ) ;
Wallahu a’lam bishawab;
Dan Allah lebih mengetahui kebenaran yang sesungguhnya.
“And Allah knows the real truth better.”
جَزَاكُمُ اللهُ خَيْرًا
Jazakumullahu khairan.
“Semoga Allah membalas anda semua dengan kebaikan”.
May Allah reward you all with goodness.
(بَارَكَ اللهُ فِيْكُم)
Barakallahu Fiikum;
Semoga Allah memberkahi anda semua.
“May Allah bless you all.”
Sumber / Sources :
- Tulisan Blogger Shalma Salsabila
- Istiqomah.net
- www.alawwl.com
- ar islamyway.net
Pukul, 13.43 WIB.
Rabu, 14/15 Ramadhan 1447 H /
4 Maret, 2026 M
Wednesday, March 4th, 2026 AD.
Wednesday, 4th March 2026 AD.
By : Adi Purnomo bin Mughofir bin H. Jalal Makhali bin H. Rais bin H. Ilyas.
Wadungdolah, Kaligondo, Genteng, Banyuwangi, East Java, Indonesia.
Admin: Kominfo DDII Jatim
Editor: Sudono Syueb
