Masuk Islam karena kagum akan keberanian Muslim: Secarik kisah Ahmad Saiful (nama islam), Baucau

Oleh : Royhan Mufid Akbar, Santri Praktik Da’wah Ramadhan (PDR) PPIC eLKISI, Mojokerto

Dewandakwahjatim.com, Timor Leste – “Rumah saya jauh ustadz, di kampung sana. Makanya kesini pagi pagi. Kalau malam saya tidak kesini karena kuatir dilempar orang. Disana sebenarnya ada mushola. Tapi ndak ada yang bina jadi jarang ada solat disana.

Saya masuk islam karena kagum dengan Tentara dulu. Waktu perang sebelum kemerdekaan, saya pernah jadi TBO (Relawan pembantu TNI). Waktu tempat kami diserang itu, dia masih solat. Saya teriaki dia tidak mau pergi. Setelah saya lihat tanah rumput disekitar dia hancur semua. Kecuali tempat sujud dia

Setelah itu saya tanya “Gimana kamu bisa berani seperti ini?” Dia jawab “Kalau kita yakin kepada Allah, Allah akan lindungi kita” saat itulah saya mulai tertarik dengan Islam (dulunya katolik)

Tidak lama kemudian saya muallaf. Lalu saya pergi ke Bandung untuk bekerja. Sempat kerja di tempatnya Aa Gym. Bantu beliau jualan sepeda listrik (sepeda ontel yang ada baterainya). Sama pernah jadi debt collector di bank Mandiri.

Waktu itu pernah kami disuru tagih ke sarangnya preman. Semua teman ndak berani masuk. Syaa yang akhirnya masuk, lalu ingat pesan guru saya dulu untuk selalu berdzikir. Akhirnya saya lakukan. Swpanjang jalan itu zikir terus.

Sampai disana ternayata malah dikasi makan sama minum. Dikasi uang juga. Meskipun sempat berdebat masalah penarikan hutang. Alhamdulilkah selelsai.

Daei kejadian itu saya semakin mantab kalau Islam ini memang yang benar. Setelah itu saya selalu berdzikir.

Sampai kembali ke Timor Leste ini pun ustadz, tetap saya jalankan. Ketika lewat di depan kerusuhan. Mereka malah berdiri diam saat saya lewat. Ketika ada orang yang kelihatannya mau jahat ke kita, Ia langsung tunduk.

Yahh begitulah akhirnya semakin mantab dan yaqin dengan Islam. Memang betul dzikir itu luar biasa. Ketika kita terus ingat Allah. Allah pasti akan lindung kita

Admin: Kominfo DDII Jatim

Editor: Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *