Safar: Hikmah dan Keringanan dalam Ibadah

Oleh: Muhammad Hidayatullah, Wakil Ketua Bidang Pengembangan Studi Al-Qur’an (PSQ) Dewan Da’wah Jatim

Dewandakwahjatim.com, Surabaya –
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ, فَرَأَى زِحَامًا وَرَجُلا قَدْ ظُلِّلَ عَلَيْهِ, فَقَالَ : مَا هَذَا, فَقَالُوا : صَائِمٌ. فَقَالَ : لَيْسَ مِنْ الْبِرِّ الصَّوْمُ فِي السَّفَرِ . (رواه البخاري ومسلم)

“Dari Jabir bin Abdullah berkata: Adalah Rasulullah dalam suatu perjalanan, dan beliau melihat desak-desakan/kerumunan dan seorang laki-laki dinaungi atasnya, maka beliau bertanya: ‘Ada apa ini?’ Mereka menjawab: ‘Ia berpuasa.’ Maka Rasulullah bersabda: ‘Tidak ada kebaikan berpuasa dalam keadaan safar.'” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hukum Berpuasa saat Safar

Safar bermakna bepergian. Hadits di atas menjelaskan tentang keadaan berpuasa ketika dalam keadaan bepergian, di mana para ulama’ membaginya menjadi tiga kondisi:

  1. Jika berpuasa tidak memberatkan, maka berpuasa lebih baik.
  2. Jika berpuasa memberatkan, maka lebih baik tidak berpuasa.
  3. Jika berpuasa malah membahayakan atau berisiko buruk, maka diharamkan berpuasa.

Hadits ini menunjukkan bahwa dalam kondisi yang membahayakan, Rasulullah menegaskan bahwa tidak ada kebaikan dalam berpuasa. Ini menunjukkan adanya rukhshah atau keringanan dalam Islam sebagai agama yang penuh rahmat dan tidak membebani di luar batas kemampuan manusia.

Keutamaan Ilmu dalam Beribadah

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ

“Katakanlah (wahai Muhammad), apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya hanya orang-orang yang berakal yang dapat menerima pelajaran.” (QS. Az-Zumar: 9)

Semua ibadah, termasuk puasa, jika dijalankan dengan ilmu akan membawa dampak positif bagi diri sendiri dan masyarakat. Ibadah tanpa ilmu berisiko hanya menjadi rutinitas tanpa makna, bahkan bisa menjerumuskan ke dalam kesombongan spiritual.

Dalam kehidupan sosial, jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, bukan sebagai ajang kesombongan. Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّكُمْ سَتَحْرِصُونَ عَلَى الإِمَارَةِ، وَسَتَكُونُ نَدَامَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَنِعْمَتِ الْمُرْضِعَةُ، وَبِئْسَتِ الْفَاطِمَةُ

“Sesungguhnya kalian akan berambisi terhadap kepemimpinan, padahal kelak pada hari kiamat ia akan menjadi penyesalan. Sungguh, (jabatan itu) adalah nikmat di awalnya dan penyesalan di akhirnya.” (HR. Bukhari)

Oleh karena itu, seseorang yang memiliki jabatan atau kedudukan hendaknya tidak sombong, apalagi merendahkan orang lain hanya karena status sosialnya.

Kesetaraan di Hadapan Allah

Dahulu, sahabat Bilal bin Rabah pernah direndahkan oleh Abu Dzar karena warna kulitnya. Abu Dzar pernah berkata kepada Bilal, “Wahai anak budak hitam!” Mendengar hal itu, Rasulullah ﷺ menegur Abu Dzar dengan keras:


إِنَّكَ امْرُؤٌ فِيكَ جَاهِلِيَّةٌ

“Sesungguhnya dalam dirimu masih ada sifat jahiliyah!” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa Islam menentang diskriminasi berdasarkan warna kulit, keturunan, atau status sosial. Kemuliaan seseorang di sisi Allah tidak diukur dari jabatan atau asal-usulnya, melainkan dari ketakwaannya:

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.” (QS. Al-Hujurat: 13)

Kesimpulan

  1. Islam memberikan keringanan dalam ibadah, termasuk dalam hal puasa saat safar.
  2. Ilmu dan iman harus berjalan beriringan agar ibadah memiliki dampak yang baik.
  3. Jabatan adalah amanah, bukan alat kesombongan.
  4. Islam menentang diskriminasi dan mengajarkan kesetaraan berdasarkan ketakwaan.
  5. Puasa bukan hanya menahan lapar, tetapi juga melatih empati dan meningkatkan kualitas diri.

Semoga kita bisa menjalankan ibadah dengan penuh ilmu dan keimanan sehingga mendapat manfaat dunia dan akhirat. Aamiin!

Admin: Kominfo DDII Jatim

Editor: Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *