LIMA USULAN PRAKTISAGAR PEMERINTAHAN PRABOWO SUKSES DUNIA AKHIRAT

Artikel Terbaru ke-2.013
Oleh: Dr. Adian Husaini (www.adianhusaini.id) Ketua Umum DDII Pusat

Dewandakwahjatim.com, Depok - Berikut ini lima usulan praktis agar pemerintahan Prabowo sukses dunia akhirat:

(1) Sepatutnya, menjadi pemimpin dan pejabat negara diniatkan sebagai satu bentuk ibadah kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Pemimpin dan para pejabat negara bukan hanya bertanggung jawab kepada rakyat dan kepada sejarah, tetapi mereka semua akan bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa. Allah sudah menjamin, bahwa pemimpin yang adil akan mendapatkan naungan atau perlindungan di Akhirat kelak. Menjadi pemimpin dan pejabat negara itu sangat berat tanggung jawabnya, di dunia dan di akhirat. Berlaku adil bukanlah memberikan perlakuan yang sama kepada semua warga negara atau kelompok masyarakat. Tetapi, berlaku adil, maknanya merumuskan dan menjalankan kebijakan yang cerdas dan bijak untuk kemaslahatan rakyat, kejayaan bangsa, dan untuk meraih keridhaan Tuhan Yang Maha Kuasa.

(2) Dalam bidang pendidikan, terapkanlah konsep pendidikan yang telah diamanahkan oleh UUD 1945, khususnya pasal 31 ayat (3), bahwa Tujuan pendidikan nasional adalah meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia, serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Tujuan pendidikan yang utama bukan melahirkan pekerja, tetapi untuk melahirkan orang-orang baik, orang yang berakhlak mulia, melahirkan manusia seutuhnya yang sehat jiwanya, dan sehat badannya! Salah satu kriteria orang baik adalah dia mampu hidup mandiri dengan ilmu dan ketrampilan yang diperlukan oleh masyarakat.


Untuk mencapai tujuan pendidikan nasional tersebut, maka pemerintah dan seluruh jajaran pejabat dalam bidang pendidikan, mulai pusat, sampai daerah, juga para dosen dan para guru, harus bisa menjadi contoh sebagai manusia berakhlak mulia. Mereka harus jadi contoh dalam hal kejujuran, kerja keras, dan kasih sayang sesama insan.


Khusus dalam bidang pendidikan tinggi, tugas perguruan tinggi adalah melahirkan manusia-manusia yang baik dan profesional, sesuai bidang keilmuan dan ketrampilan yang dibutuhkan masyarakat.
Untuk dapat melaksanakan hal tersebut, pemerintah sebaiknya memberikan otonomi seluas-luasnya terhadap berbagai institusi pendidikan di masyarakat untuk menjalankan proses pendidikan yang benar-benar merdeka, sehingga melahirkan manusia-manusia merdeka, kreatif, dan mandiri.

(3) Dalam bidang ideologi negara, pemerintah jangan mengulang kesalahan menempatkan Pancasila sejajar dengan agama, atau menempatkan Pancasila sebagai pengganti agama, khususnya agama Islam. Serahkan urusan pembentukan atau pendidikan karakter kepada masing-masing agama. Pemerintah tidak perlu membuat rumusan manusia Indonesia yang baik, yang berbeda dengan rumusan manusia baik meurut agama yang diakui di Indonesia, khususnya agama Islam. Sebab, Islam memiliki panduan dan teladan yang lengkap dalam seluruh aspek kehidupan. Tetapi, pemerintah perlu terus mengarahkan dan membimbing umat beragama, agar pendalaman ajaran agama mengutamakan pembentukan akhlak mulia, sebagaimana diamanahkan dalam Konstitusi.

(4) Dalam bidang ekonomi, pemerintah sebaiknya melakukan program yang serius menuju terwujudnya keadilan ekonomi. Hal ini tidak perlu dilakukan dengan pendekatan konfrontatif atau antagonis. Sebaliknya, pemerintah menumbuhkan budaya gotong royong, saling tolong-menolong, antar golongan masyarakat, dengan mengikis sikap kecurigaan yang berlebihan antar satu golongan dengan lainnya. Presiden Prabowo Subianto sejak lama sudah menyatakan keprihatinannya dengan kondisi paradoks yang ada di Indonesia, dimana kekayaan alam yang melimpah belum dinikmati hasilnya secara memadai oleh mayoritas rakyat Indonesia. Program perwujudan keadilan ekonomi ini perlu dilandasi dengan penanaman jiwa dan budaya zuhud bervisi akhirat, agar sikap egois dan serakah dunia dapat dikikis dari kehidupan masyarakat, khususnya pejabat dan aparatur negara.

(5) Dalam bidang pemerintahan, pemerintah sebaiknya melakukan reformasi birokrasi secara lahir dan batin, masif dan menyeluruh. Caranya adalah dengan menanamkan budaya hidup sederhana dan benar-benar menghindari pemborosan keuangan negara yang dengan susah payah sebagian besarnya dipungut dari pajak rakyat. Sehebat apa pun Presiden Prabowo, jika aparatur negara didominasi oleh jiwa-jiwa serakah harta dan jabatan, tidak takut tanggung jawab di akhirat, maka program pemerintahan ini tidak akan berhasil. Masyarakat kita sudah terbiasa dengan ungkapan sinis terhadap birokrasi: “Jika bisa dibuat lama, mengapa harus dipercepat!”, “Jika bisa dibuat sulit, mengapa harus dipermudah!” Birokrasi yang korup, serakah, dan lamban menjadi faktor penting keluarnya kebijakan-kebijakan yang merugikan negara dan mayoritas masyarakat.

Demikian lima usulan singkat agar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto meraih sukses dunia akhirat. Tentu banyak usulan lain yang bisa disampaikan. Tetapi, jika lima itu saja dijalankan, insyaAllah, sudah cukup untuk melapangkan jalan menuju kesuksesan dunia-akhirat! Semoga para pemimpin kita diberikan bimbingan dan petunjuk oleh Allah SWT untuk dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya. Amin. (Depok, 7 Oktober 2024).

Admin: Kominfo DDII Jatim

SS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *