KEBRUTALAN ISRAELPICU BANYAK ORANG BERSIMPATI DAN MEMELUK ISLAM

Oleh: Dr. Adian Husaini (www.adianhusaini.id)

Ketua Umum DDII Pusat

Dewandakwahjatim.com, Depok - Pada 4 Desember 2023 lalu, laman https://islamic-center.or.id menurunkan tulisan berjudul: “Terinspirasi Warga Gaza, Puluhan Orang Memeluk Islam.” Disebutkan, bahwa 

penindasan rakyat Palestina yang terjadi selama lebih 75 tahun dan agresi brutal ‘Israel’ telah memicu banyaknya warga non-muslim yang memeluk Islam.


Dikabarkan, ada puluhan perempuan di Australia menyatakan diri memeluk Islam. Mareka terinspirasi ketahanan warga Gaza di tengah agresi Israel. Surat kabar Turki Yeni Şafak memberitakan sekelompok perempuan telah memeluk Islam di Masjid Meadow Heights di Melbourne, Australia. Mereka mengaku tergerak hati melihat kekaguman penduduk Gaza.
Christine Crnogorac, seorang yang memeluk Islam mengatakan bahwa dia mengikuti masalah Palestina dan menangis hampir setiap hari. Ia meneliti dan mendapati bahwa ketabahan warga Palestina itu dipengaruhi oleh kepercayaan pada satu Tuhan dalam Islam.
Jaqueline Retzack dari Australia mengatakan bahwa dia merasa sangat bahagia sejak dia memutuskan menjadi seorang Muslim. Para perempuan itu mengungkapkan kekaguman mereka atas ketabahan dan keimanan orang-orang Palestina. Hal itu menyentuh hati dan mendorong mereka untuk mempelajari lebih jauh agama Islam yang kemudian berujung untuk memeluk agama Islam.


Seorang blogger ternama Amerika, Abby Hafez, mengumumkan masuk Islam. Seperti diberitakan Al Jazeera, ia menegaskan bahwa ketabahan dan keyakinan yang ditunjukkan masyarakat Gaza membawanya untuk mencari sumber ketahanan tersebut. Ujungnya, ia mendalami Al-Quran.


Berita tentang banyaknya non-muslim yang memeluk Islam – karena bersimpati dengan penderitaan dan ketahanan mental warga Gaza – terus bermunculan. Ketabahan warga Gaza itu sejatinya merupakan perwujudan kuatnya iman dan ketinggian akhlak mereka kepada Allah. Dunia bisa menyaksikan langsung manusia-manusia yang luar biasa.


Di tengah penderitaan yang mencengkeram mereka, banyak warga Gaza yang menunjukkan akhlak mulia. Mereka tidak menghujat Tuhan. Mereka tidak berputus asa. Bahkan, sejumlah orang yang kehilangan hampir seluruh keluarga intinya, tetap tabah, yakin dan berserah diri pada keputusan Allah.


Kondisi semacam inilah yang menarik minat banyak kaum non-muslim untuk mengkaji dan memahami agama yang dipeluk oleh warga Gaza tersebut. Warga Gaza dan Palestina pada umumnya telah mengalami penderitaan yang panjang selama 75 tahun. Dunia semakin terbuka akan fakta sebenarnya. Bahwa, Zionis Israel adalah teroris sejati yang merampas, menindas, dan mengusir warga Palestina dari negeri yang mereka diami selama ratusan tahun.


Selama puluhan tahun negara Yahudi Israel berhasil menipu dunia, bahwa mereka adalah bangsa kecil yang terancam oleh raksasa-raksasa jahat yang akan memusnahkan bangsa Yahudi. Kini, opini palsu itu telah terbongkar. Dunia menyaksikan langsung bagaimana kebiadaban dan kesombongan kaum Zionis Israel. Puluhan ribu wanita dan anak-anak dibantai tanpa ampun.


Sebagian besar negara di dunia kini mendukung kemerdekaan Palestina. Ironisnya, kekejaman Yahudi itu juga didasarkan atas ajaran agama mereka. Bahwa, negara Tanah Palestina merupakan Tanah yang dijanjikan Tuhan untuk bangsa Yahudi yang mengaku sebagai bangsa pilihan Tuhan (the choosen people).
Di tengah kelemahan umat Islam pada umumnya, warga Palestina justru menunjukkan pada dunia akan kebenaran dan ketinggian ajaran Islam. Kesabaran dan kegigihan mereka dalam mempertahankan hak-hak mereka sebagai manusia telah menarik simpati begitu banyak orang di Barat untuk belajar Islam dan bahkan tak sedikit yang kemudian memilih untuk memeluk agama Islam.


Maka, benarlah apa yang diingatkan Rasulullah saw, bahwa beliau diutus untuk menyempurnakan akhlak. Dan akhlak itu terbetuk dari proses pensucian jiwa. Penderitaan yang dialami oleh bangsa Palestina selama puluhan tahun telah menempa mereka menjadi manusia-manusia tangguh yang menarik simpati umat manusia.


Kaum Yahudi mestinya belajar dari sejarah mereka sendiri. Kaum Yahudi pernah mengalami penderitaan dan penistaan selama ratusan tahun. Selama itu pula mereka mendapat pertolongan dan perlindungan dari kaum muslimin. Tapi, sayangnya, mereka lupa sejarah, sehingga berlaku biadab dan serakah.
Semoga Allah SWT memberikan pertolongan kepada para pejuang di Palestina dan dimana saja berada. Amin. (Depok, 13 Juni 2024).

Admin: Kominfo DDII Jatim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *