Refleksi Idul Fitri 1443
Lulusan Sekolah Ramadhan untuk Indonesia

Oleh M. Anwar Djaelani
pengurus Dewan Da’wah Jatim

Dewandakwahjatim.com, Surabaya –

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

الله أكبر الله أكبر و لله الحمد
Idul Fitri adalah salah satu syi’ar Islam yang agung. Memasuki 1 Syawal, kita bertakbir. Berbahagialah siapapun yang berada di barisan hamba-hamba-Nya yang selalu membesar-besarkan Allah. Beruntunglah siapapun yang senantiasa mendahulukan urusan Allah. Sejahteralah siapapun yang menjadikan Allah sebagai sebaik-baik penolong.

Ketahuilah, takbir-tahlil-tahmid yang kita lafalkan sepenuh penghayatan adalah manifestasi cinta kita kepada Allah. Kalimat-kalimat itu sebentuk bukti bahwa kita berada dalam golongan kaum yang selalu meninggikan syi’ar Islam. Sikap ini, insya Allah, adalah salah satu wujud ketakwaan hasil tempaan puasa Ramadhan. “Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati” (QS Al-Hajj [22]: 32).

الله أكبر الله أكبر و لله الحمد
Idul Fitri merupakan salah satu syi’ar dari sekian banyak syi’ar Islam. Hari Raya adalah momentum agung. Sungguh, takbir-tahlil-tahmid yang kita lantunkan sambil menahan haru adalah sebentuk pernyataan syukur bahwa di tahun ini kita telah disempatkan Allah menyempurnakan ibadah puasa Ramadhan. ”Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur” (QS Al-Baqarah [2]: 185).

Allahu Akbar, Allahu Akbar ….

Apa saja spirit Idul Fitri? Antara lain: Pertama, bersikap penuh harap bahwa amal ibadah kita di bulan Ramadhan diterima Allah: Taqabbalallahu minna wa-minkum. Kedua, berharap dosa-dosa kita diampuni Allah dan kita “Kembali ke Fitrah”. Untuk itu, sebagai konsekuensi, kita harus berusaha merawat agar posisi “Kembali ke Fitrah” itu terus menjadi keseharian kita sampai masing-masing dijemput maut.

الله أكبر الله أكبر و لله الحمد
Mari, berbagai pelajaran lewat Sekolah Ramadhan dan kemudian mengkristal menjadi “spirit Idul Fitri” kita hayati. Lalu, kita jadikan landasan pengokoh jiwa-raga kita. Hikmah Madrasah Ramadhan harus terus kita hidup-hidupkan.

Pribadi takwa adalah capaian yang insya Allah didapat oleh orang-orang yang berpuasa. _“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”_ (QS Al-Baqarah [2]: 183). 

الله أكبر الله أكبر و لله الحمد

Pelajaran pertama, pribadi takwa selalu bersyukur kepada Allah di semua situasi. Puasa Ramadhan mengajarkan hal itu. Bahwa, sebagai Sang Pencipta yang Maha Tahu atas semua ciptaan-Nya, Allah telah memberi salah satu resep hidup bahagia, yaitu: Berpuasalah di bulan Ramadhan! Bersyukur mendapat kewajiban berpuasa.

Alhamdulillah ‘ala kulli haal (segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan). Kita tetap bersyukur di saat menjalankan puasa Ramadhan di tahun ini, meski berada dalam kondisi prihatin karena ekonomi yang sulit. Kita tetap bersyukur meski Idul Fitri sekarang ini bersuasana prihatin.

Juga, kita prihatin di lebih dari dua tahun belakangan ini, kita diuji pandemi Covid-19. Meski kini sudah jauh berkurang tingkat ancamannya, pandemi belum berakhir.

Kita prihatin, ujian dirasakan ada di banyak aspek. Di bidang agama, misalnya, ada pernyataan sejumlah pihak yang kontroversial dan membuat masyarakat gaduh.

Allahu Akbar, Allahu Akbar….

Di saat puasa Ramadhan bisa kita tunaikan dengan baik dan sekarang kita dalam posisi beridul Fitri, hal ini sungguh nikmat yang besar dan harus kita syukuri. Alhamdulillah!

الله أكبر الله أكبر و لله الحمد

Pelajaran kedua, pribadi takwa punya sikap syukur sekaligus sabar. Hal ini wujud konkrit dari hasil berlatih lewat puasa Ramadhan. Di saat mendapat nikmat, kita senang dan bersyukur. Kala ditimpa susah, kita sabar dengan tetap memuji Allah.

Sikap untuk selalu bersyukur dan bersabar dengan senantiasa memuja Allah, penting selalu kita amalkan. Hal ini, karena jalan hidup manusia tak akan selalu mulus.

Ssbar harus menjadi akhlak kita. Perhatikanlah hadits ini: “Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya”(HR Muslim).

الله أكبر الله أكبر و لله الحمد

Pelajaran ketiga, pribadi takwa itu siap berjihad dan bersabar. Perhatikan ayat ini: “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar” (QS Ali ‘Imraan [3]: 142).

Apa makna jihad? Jihad dapat berarti: 1).Berperang untuk menegakkan Islam dan melindungi orang-orang Islam. 2).Memerangi hawa nafsu. 3).Mendermakan harta-benda untuk kebaikan Islam dan umat Islam. 4).Memberantas yang bathil dan menegakkan yang haq.

Perhatikan makna kedua, bahwa jihad itu “Memerangi hawa nafsu”. Sangat jelas, puasa Ramadhan mendidik dan melatih kita agar bisa mengendalikan hawa nafsu.

Sementara, makna pertama, bisa kita lihat bahwa “Berperang untuk menegakkan Islam dan melindungi orang-orang Islam” tetap bisa kita tunaikan meski di bulan Ramadhan. Sekadar contoh, Perang Badar yang legendaris itu terjadi di Bulan Ramadhan.

Makna ketiga, “Mendermakan harta-benda untuk kebaikan Islam dan umat Islam” lebih kerap kita lakukan di Bulan Ramadhan. Di bulan suci itu kita bisa lebih bermurah hati, berbagi dengan sesama.

Makna keempat, “Memberantas yang bathil dan menegakkan yang haq” harus bisa kita lakukan kapanpun termasuk di Bulan Ramadhan. Lihat, sekadar contoh! Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, sebagai wujud pengamalan “Memberantas yang bathil dan menegakkan yang haq”, terjadi di Bulan Ramadhan.

الله أكبر الله أكبر و لله الحمد

Sebagai pribadi takwa, mari hasil pendidikan dan pelatihan selama sebulan penuh di Ramadhan kita jadikan bekal di sebelas bulan berikutnya. Perhatikan Petunjuk Allah ini: “Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa”(QS Al-Baqarah [2]: 197).

Yakinlah Indonesia! Bahwa, dengan bekal takwa kita bisa menyelesaikan semua persoalan hidup.

الله أكبر الله أكبر و لله الحمد

Sebaris Doa


Yaa Allah, kami menunduk dan dengan sepenuh harap memohon kepada-Mu.

Sekolah Ramadhan meluluskan sosok bernama Abu Dzar Al-Ghifari, “Tokoh gerakan hidup sederhana”. Yaa Allah, semoga kami bisa meneladaninya, bisa hidup sederhana dan sama sekali tak tergoda untuk memperkaya diri secara tidak sah.

Madrasah Ramadhan melahirkan alumnus berkategori intelektual penjaga kebenaran, yang menjadi penerang bagi sekitarnya. Antara lain bernama Mu’adz bin Jabal, “Cendekiawan yang paling tahu mana yang halal dan mana yang haram”. Yaa Allah, semoga kami mendapat inspirasi dari dia, untuk-misalnya-tidak terpesona kepada ide-ide sekularisme dan liberalisme.

Sekolah Ramadhan menghasilkan lulusan berkarakter pembela agama Allah. Antara lain bernama Khalid ibnul Walid, lelaki yang “Selalu waspada dan tidak membiarkan orang lengah dan alpa”. Yaa Allah, semoga kami bisa meneladaninya, berani ber-amar ma’ruf nahi munkar.

Madrasah Ramadhan melahirkan Asma binti Abu Bakar, “Pemilik Dua Selendang”. Asma binti Abu Bakar pemberani, antara lain seperti yang ditunjukkannya di Peristiwa Hijrah. Dia pemberani dengan kesediannya turut di Perang Yarmuk. Di samping itu, Asma binti Abu Bakar dermawan. Dia, kata sang suami, “Tidak pernah menyimpan sesuatu untuk besoknya”. Yaa Allah, semoga kami seperti Asma binti Abu Bakar yang ahli sedekah.

Madrasah Ramadhan melahirkan Ummu Sulaim, pribadi takwa yang cerdas. Sebagai ibu, dia “sekolahkan” anaknya langsung kepada Nabi Saw. Hasilnya, dialah Anas bin Malik Ra, salah seorang yang paling banyak meriwayatkan hadits. Yaa Allah, semoga kami cerdas dan berpikir ke masa depan seperti Ummu Sulaim.

Yaa Allah, kuatkan kami. Kuatkan para lulusan Madrasah Ramadhan, sedemikian rupa bisa turut aktif dalam usaha-usaha mewujudkan Indonesia yang baik di bawah berkah dan ampunan-Mu.

Yaa Allah, beri kami kebaikan di dunia. Beri kami kebaikan di akhirat. Bebaskan kami dari siksa neraka. Aamiin.

Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Editor: Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *