Naviri Pagi: PRASANGKA

Oleh: Ust. dr. Anwar Luthfi, M.Th.l

Dewandakwahjatim.com, Nadura –

Seorang wanita tua datang kepada Khalifah yang adil dan bijaksana untuk mengadu : Wahai khalifah, apakah Allah itu dholim atau adil ?

Khalifah menjawab ; “Celaka engkau wahai wanita, Dia Maha Adil tak ada yg menandingi Nya . Apa maksudmu berkata demikian ?”

Wanita itu berkata ; ” Aku seorang janda dan memiliki 3 anak perempuan dan aku yang menafkahinya dengan menyulam benang di atas kain dan menjualnya ke pasar.
Kemarin ketika aku sedang menyulam di kain warna merah dan hampir selesai, tiba² datang seekor burung yang merebut kain berikut benangnya yang siap aku jual kepasar. Maka aku bersedih karena tidak punya sesuatu yang bisa aku jual untuk aku belikan sesuatu bagi anak²ku.

Ditengah² percakapan khalifah dengan wanita itu, tiba² ada yg mengetuk pintu rumah khalifah. Lalu dipersilahkan masuk, dan ternyata 10 org saudagar kaya, masing² membawa 100 dinar dan diberikan kepada khalifah seraya berkata : “Yaa khalifah, tolong berikan harta ini kepada yang berhak menerimanya.”

Khalifah tak langsung menerima harta tsb tapi malah bertanya ; ” Apa yg menyebabkan kalian membawa harta ini kepadaku ?

Maka diceritakan oleh mereka ; Wahai khalifah yang adil dan bijaksana, kami bersama sedang naik perahu, kemudian datang angin kencang dan badai yang menggoncangkan perahu kami, setelah reda ternyata perahu kami berlubang sehingga air laut masuk ke dalam perahu kami. Kami ketakutan dan bernazar kepada Allah, jika kami selamat dari karam, maka setiap kami akan bersedekah 100 dinar. Tak lama setelah ikrar kami itu, datanglah seekor burung membawa kain warna merah dengan sulaman yg indah tapi belum selesai berikut benangnya. Kain tsb dilemparkan pada kami, maka segeralah kami ambil dan kami sumbatkan pada lubang diperahu kami, dan selamatlah kami dari karam yang akan menimpa perahu kami jika tidak kami sumbat dengan kain tsb. Karena itu terimalah harta ini dan berikan kepada yang berhak.

Kemudian khalifah pun berpaling pada wanita itu dan berkata.: Allah telah berdagang denganmu di daratan maupun di lautan. Janganlah berprasangka buruk pada-Nya. Terimalah 1000 dinar ini dan belanjakanlah untuk keperluan putri²mu.

Satu pelajaran buat kita semua.

Jangan pernah berburuk sangka kepada Allah. Sungguh Allah lebih menyayangi kita, lebih sayang dari orangtua sendiri yang sangat menyayangi kita.

Semoga kita termasuk hamba yang berprasangka baik kepada Allah dan pada semua qadha serta qadar Nya

Ed. Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *