15 Santri Putri PPIC eLKISI Raih Juara Umum Olimpiade Nahwu Jurumiyyah Tingkat ASEAN 2026

Oleh Muhammad Hidayatulloh, Ketua Biro Kaderisasi Ulama DDII Jatim dan penulis buku: Geprek Series (4 judul) serta Seri Epistemologi Qur’ani (6 judul)

Dewandakwahjatim.com, Mojokerto — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan santri putri PPIC eLKISI. Sebanyak 15 santri putri mengikuti Olimpiade Nahwu Jurumiyyah Tingkat ASEAN 2026 yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan dan Kebahasaan ITHLA DPW 4. Kompetisi yang dilaksanakan secara daring tersebut diikuti oleh 250 peserta, dan PPIC eLKISI berhasil meraih predikat Juara Umum.

Olimpiade Nahwu Jurumiyyah Tingkat ASEAN 2026 merupakan kompetisi yang secara khusus menguji penguasaan peserta terhadap Kitab Matan Al-Jurumiyyah, salah satu kitab dasar dalam pembelajaran ilmu Nahwu yang memiliki posisi penting dalam tradisi keilmuan pesantren.

Kompetisi bersifat individu dan terbuka bagi siswa, mahasiswa, maupun peserta umum dengan batas usia maksimal 25 tahun. Peserta mengerjakan 50 soal pilihan ganda melalui Google Form secara daring.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pendaftaran dalam tiga gelombang, yakni 25 Mei–5 Juni, 6–25 Juni, dan 26 Juni–15 Juli 2026. Selanjutnya dilaksanakan sharing session ITHLA dan technical meeting pada 16 Juli, simulasi pengerjaan pada 17 Juli, dan pelaksanaan lomba pada 18 Juli 2026. Adapun webinar sekaligus pengumuman pemenang dilaksanakan pada 20 Juli 2026.

Delegasi PPIC eLKISI dalam ajang tersebut berjumlah 15 santri putri yang berasal dari dua jalur pembinaan, yakni Pesantren Azhari dan Pesantren Kader Ulama.

Pesantren Azhari PPIC eLKISI merupakan program dengan kelas perwakilan resmi Al-Azhar Cairo, yang dipersiapkan sebagai jalur akademik bagi santri untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Pesantren Azhari dipimpin oleh Ust. Shohibul Muttaqin, Lc., M.Pd.I.

Sementara itu, Pesantren Kader Ulama PPIC eLKISI merupakan program khusus dan intensif yang berorientasi pada penguatan kajian kitab-kitab turats. Program ini diarahkan untuk membangun kedalaman keilmuan santri sekaligus kemampuan membaca dan memahami khazanah keislaman klasik. Pesantren Kader Ulama dipimpin oleh Ust. Muhammad Hidayatulloh.

Dalam kompetisi tersebut, para santri mendapatkan pembinaan dari Ustadzah Alfin Nadhiroh, S.Hum., M.Pd. dan Ustadzah Khavivah, M.Hum.

Keikutsertaan santri dari dua jalur pembinaan tersebut memperlihatkan bahwa penguatan Bahasa Arab di PPIC eLKISI tidak berhenti pada kemampuan kebahasaan semata. Bahasa Arab ditempatkan sebagai bagian dari fondasi akademik sekaligus perangkat penting untuk mengakses khazanah keilmuan Islam.

Nahwu sebagai Fondasi Keilmuan

Dalam tradisi pendidikan Islam, ilmu Nahwu memiliki kedudukan penting karena membantu santri membaca struktur bahasa Arab secara tepat dan memahami makna sebuah teks dengan lebih cermat.

Demikian pula Matan Al-Jurumiyyah. Kitab yang ringkas ini telah lama menjadi salah satu matan dasar dalam pembelajaran Nahwu. Penguasaan terhadapnya menjadi fondasi bagi santri untuk memasuki literatur Arab yang lebih luas, termasuk kitab-kitab turats yang menjadi bagian penting dari tradisi keilmuan pesantren.

Karena itu, keberhasilan PPIC eLKISI meraih Juara Umum dalam Olimpiade Nahwu Jurumiyyah Tingkat ASEAN 2026 tidak semata-mata dipandang sebagai keberhasilan dalam sebuah perlombaan.

Ust. Muhammad Hidayatulloh, Kepala Pesantren Kader Ulama PPIC eLKISI, menilai bahwa capaian tersebut merupakan bagian dari proses membangun tradisi keilmuan di kalangan santri.

“Prestasi ini bukan sekadar tentang memenangkan sebuah perlombaan. Di baliknya ada proses belajar, ketekunan, kedisiplinan, dan tradisi keilmuan yang terus dibangun. Nahwu mengajarkan ketelitian membaca dan ketepatan memahami makna. Karena itu, ketika santri mampu berprestasi dalam kompetisi tingkat ASEAN, yang sesungguhnya sedang kita rayakan adalah tumbuhnya tradisi intelektual di kalangan santri.”

Menurutnya, Bahasa Arab perlu diposisikan lebih dari sekadar keterampilan berbahasa.

“Dalam tradisi keilmuan Islam, Bahasa Arab adalah salah satu pintu untuk memasuki khazanah ilmu yang diwariskan para ulama. Karena itu, kemampuan membaca dan memahami teks Arab harus terus diperkuat. Lomba seperti ini menjadi salah satu ruang bagi santri untuk menguji sekaligus mengembangkan kemampuan tersebut.”

Ia juga menekankan bahwa sebuah prestasi hendaknya tidak berhenti pada piala dan penghargaan.

“Lomba jangan hanya dilihat dari pialanya. Yang lebih penting adalah proses bagaimana santri belajar, berlatih, membaca, memahami, kemudian berani menguji kemampuannya di ruang yang lebih luas. Juara adalah buah; tradisi belajar adalah pohonnya.”

Piala Juara Umum Diserahkan di UINSA

Setelah diumumkan sebagai Juara Umum pada 20 Juli 2026, capaian PPIC eLKISI tersebut kemudian ditandai dengan penyerahan piala.

Penyerahan piala Juara Umum Olimpiade Nahwu Jurumiyyah Tingkat ASEAN 2026 berlangsung pada Ahad, 30 Agustus 2026, di UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Piala tersebut diterima oleh Ustadzah Alfin Nadhiroh, S.Hum., M.Pd., selaku salah satu pembina peserta dari PPIC eLKISI.

Ustadzah Alfin Nadhiroh, S.Hum., M.Pd. menerima piala Juara Umum Olimpiade Nahwu Jurumiyyah Tingkat ASEAN 2026 di UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA), Ahad (30/8/2026).

Penyerahan piala tersebut menjadi momentum apresiasi atas proses panjang yang telah dilalui para santri dan pembina. Piala yang diterima bukan sekadar simbol kemenangan, melainkan representasi dari kesungguhan belajar, kedisiplinan, dan proses pembinaan yang berlangsung di lingkungan pesantren.

Prestasi ini juga menjadi gambaran bahwa pembelajaran Bahasa Arab di PPIC eLKISI terus diarahkan untuk melahirkan santri yang tidak hanya mampu menguasai kaidah, tetapi juga memiliki keberanian untuk menguji kemampuan akademiknya dalam ruang yang lebih luas.

Pada akhirnya, Juara Umum bukanlah titik akhir dari sebuah proses pendidikan. Ia adalah salah satu buah dari tradisi belajar yang terus ditanamkan, dirawat, dan dikembangkan.

Sebab, piala dapat disimpan di lemari, tetapi tradisi keilmuan harus terus hidup dalam diri para santri.

Foto: Ustadzah Alfin Nadhiroh, S.Hum., M.Pd. menerima piala Juara Umum Olimpiade Nahwu Jurumiyyah Tingkat ASEAN 2026 di UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA), Ahad (30/8/2026).

Admin: Kominfo DDII Jatim

Editor: Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *