Oleh: Indah Hanifah Hanif
PW KB PII Wati
Jawa Timur
SURABAYA — Hidup ini bukan hanya tentang bagaimana kita memenuhi kebutuhan diri sendiri. Ada saatnya kita bertanya, “Apa yang sudah saya lakukan untuk orang lain?”
Kita sekolah, kuliah, bekerja, mengurus keluarga, memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan menjalani berbagai kesibukan. Semua itu penting. Tetapi hidup akan terasa lebih bermakna ketika keberadaan kita juga memberi manfaat bagi orang lain.
Salah satu jalan untuk belajar memberi manfaat adalah berorganisasi.
Berorganisasi bukan berarti harus menjadi orang penting. Bukan pula harus memiliki jabatan atau selalu tampil di depan. Berorganisasi adalah kesempatan untuk belajar peduli, belajar bekerja sama, belajar bertanggung jawab, dan belajar mengutamakan kepentingan bersama.
Di dalam organisasi kita bertemu dengan banyak karakter. Ada yang berbeda pemikiran, berbeda kebiasaan, bahkan berbeda cara menyelesaikan masalah.
Dari situlah kita belajar:
- Belajar bersabar.
- Belajar mendengarkan.
- Belajar menghargai.
- Belajar menerima kritik.
- Belajar meminta maaf.
- Dan yang tidak kalah penting, belajar bahwa tidak semua hal harus berjalan sesuai dengan keinginan kita.
Kadang kita merasa lelah karena apa yang kita lakukan tidak terlihat. Kadang kita kecewa karena pengorbanan kita tidak dihargai. Bahkan mungkin pernah terlintas, “Lebih baik saya tidak usah ikut organisasi”.
Tetapi ingatlah, nilai sebuah kebaikan tidak selalu ditentukan oleh penghargaan manusia.
Allah berfirman:
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ
“Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat dzarrah, niscaya dia akan melihat balasannya”.
(QS. Az-Zalzalah (99): 7)
Maka jangan meremehkan kontribusi kecil.
Datang ketika dibutuhkan adalah kontribusi.
Membantu menyiapkan kegiatan adalah kontribusi.
Memberikan ide adalah kontribusi.
Menguatkan teman yang sedang lelah juga kontribusi.
Bahkan menjaga nama baik organisasi adalah bagian dari kontribusi.
Tidak semua orang harus melakukan hal yang sama.
Berikan apa yang kita mampu, sesuai keadaan kita.
Sebab berorganisasi bukan tentang siapa yang paling banyak berbuat, tetapi bagaimana kita bersama-sama menghadirkan kebaikan.
Bagi sebagian orang, organisasi mungkin hanya terlihat sebagai kumpulan kegiatan dan rapat. Tetapi bagi orang yang menjalaninya dengan niat yang baik, organisasi dapat menjadi sekolah kehidupan.
Di sana kita belajar bahwa hidup tidak hanya tentang “apa yang saya dapat?”, tetapi juga “apa yang bisa saya berikan?”
Karena itu, “berorganisasilah” agar hidupmu lebih bermakna.
Bukan untuk mencari popularitas.
Bukan untuk mengejar pujian.
Bukan untuk merasa lebih baik daripada orang lain.
Tetapi untuk memperluas manfaat.
Kalau kita hanya hidup untuk diri sendiri, mungkin kita merasa cukup. Tetapi ketika kita bisa membuat orang lain merasa terbantu, didengar, dikuatkan, atau bahagia karena kehadiran kita, di situlah hidup terasa memiliki makna yang lebih luas.
Dan ketika suatu hari kita sudah tidak lagi aktif, semoga masih ada kebaikan yang tertinggal.
Bukan nama kita.
Bukan jabatan kita.
Tetapi manfaat yang pernah kita berikan.
Maka jangan takut memulai.
Tidak harus menunggu punya banyak waktu.
Tidak harus menunggu punya banyak uang.
Tidak harus menunggu menjadi orang yang hebat.
Mulailah dari apa yang kita punya dan dari apa yang kita mampu.
Sebab bisa jadi, satu langkah kecil kita dalam organisasi menjadi sebab hadirnya kebaikan yang besar bagi orang lain.
- Mari berorganisasi dengan niat yang benar.
- Jadikan organisasi sebagai tempat untuk belajar menjadi manusia yang lebih sabar, lebih peduli, lebih bertanggung jawab, dan lebih bermanfaat.
- Berorganisasilah agar hidupmu lebih bermakna.
- Berbuatlah agar kehadiranmu dirasakan.
- Dan beramallah agar setelah kita pergi, masih ada kebaikan yang tertinggal.
- Karena hidup bukan hanya tentang berapa lama kita hidup, tetapi tentang berapa banyak kebaikan yang kita tinggalkan.
والله أعلم بالصواب
فاستبقوا الخيرات
Admin: Kominfo DDII Jatim
Editor: Sudono Syueb
