Buku Islam ala Prabowo: Tinjauan Dekonstriksi dan Semiotika

Oleh Sudono Syueb, Biro Kominfo Dewan Da’wah Jatim

Dewandakwahjatim.com, Surabaya – Buku Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam merupakan karya yang memantik diskusi hangat di ruang publik akademik. Buku setebal 368 halaman yang ditulis oleh Abdur Rahim Hasan, Rikal Dikri, dan Mush’ab Muqoddas (diterbitkan oleh Atmosphere Publishing House) ini mengulas dimensi spiritualitas, karakter, dan manifestasi nilai Islam dalam kepemimpinan politik Presiden RI.

Berikut ini adalah analisis ilmiah dan akademis terhadap buku tersebut secara objektif:

  1. Dekonstruksi Substansi dan Pendekatan Teoretis

Secara konseptual, buku ini menerapkan pendekatan Islam Substantif (bukan Islam formal-ritualistik). Penulis tidak menarasikan munculnya ajaran atau mazhab baru, melainkan bagaimana nilai-nilai universal Islam diintegrasikan dalam kebijakan publik.

Agama sebagai Etika Sosial (Social Religion)

Buku ini menggeser fokus Islam dari sekadar ritual individu menjadi instrumen keadilan sosial, perdamaian, dan tanggung jawab kepemimpinan.

Komparasi Historis: Pada bagian epilog, analisis mengaitkan visi pengelolaan negara dan optimalisasi zakat Prabowo dengan model kepemimpinan Khalifah Umar bin Abdul Aziz demi kesejahteraan masyarakat.
Nasionalisme Religius: Pembahasan berupaya memosisikan tokoh utama sebagai penggerak lokomotif keagamaan dan keumatan meskipun secara latar belakang ia bukan figur “santri bersarung” tradisional.

  1. Kritik Semiotika Politik: Polemik Judul

Ditinjau dari sosiolinguistik dan semiotika politik, pemilihan judul “Islam ala Prabowo” dinilai memicu kerentanan tafsir (amphiboly) di ruang publik.

Reduksionisme & Personifikasi Agama

Penggunaan diksi “ala” memunculkan kesan komodifikasi atau personalisasi ajaran agama yang berorientasi pada figur individu.

Analisis Alternatif

Pakar hukum dan tokoh nasional seperti Yusril Ihza Mahendra memberikan catatan ilmiah bahwa judul yang lebih deskriptif seperti “Prabowo dan Islam” akan lebih kokoh secara akademik dan meminimalisasi miskonsepsi publik seolah-olah ada “varian” Islam baru.

  1. Tinjauan Aspek Integritas Akademik dan Metodologi

Kritik paling signifikan dari perspektif ilmiah pada buku ini berada pada wilayah metodologi pengumpulan data dan etika penerbitan. Setelah buku beredar, muncul masalah validitas kontribusi tulisan:

Pencatutan Nama Tanpa Konfirmasi: Tokoh agama terkemuka seperti Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi dan KH Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar (Gus Kautsar) secara terbuka membantah pernah menulis atau memberikan izin agar namanya dicantumkan dalam daftar penulis artikel di dalam buku tersebut.

Kelemahan Validasi Data

Dari sudut pandang metodologi penelitian kualitatif, tindakan mencantumkan naskah atau klaim kontribusi tanpa adanya lembar persetujuan (informed consent) formal dari narasumber/penulis merupakan pelanggaran integritas akademik yang serius. Hal ini menurunkan derajat objektivitas ilmiah buku tersebut dan menggeser posisinya menjadi lebih condong ke arah alat propaganda/glorifikasi politik ketimbang karya ilmiah murni.

Metodologi & Etika

Melibatkan teknik wawancara dengan tokoh-tokoh nasional untuk memperkaya narasi. Pelanggaran etika penerbitan berat akibat pencantuman kontributor naskah tanpa konfirmasi tertulis.

Fungsi Sosial-Politik Menjembatani hubungan antara figur nasional sekuler/militer dengan basis keumatan. Mengaburkan batas antara kajian ilmiah sosiologi agama dengan instrumen political branding pasca-pemilu.

Kesimpulan Analisis
Secara ilmiah, buku Islam ala Prabowo memiliki substansi menarik dalam memotret hubungan dialektis antara agama dan kekuasaan di Indonesia. Namun, status keilmiahannya menjadi cacat secara metodologis akibat kecerobohan etika akademik berupa pencatutan nama-nama ulama besar tanpa konfirmasi langsung. Judulnya yang provokatif juga membuat buku ini rentan menjadi bumerang politik dan menurunkan nilai objektif riset keagamaan yang coba dibangun oleh para penulisnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *