Kecanduan Doa

Oleh Sigit, Waket Dewan Da’wah Kab. Kediri

Dewandakwahjatim.com, Kediri – Hari ini saya kembali belajar tentang doa.

Saya bertanya kepada diri sendiri, “Apakah saya sudah menjadikan doa sebagai kebutuhan, atau baru mencarinya ketika sedang punya masalah?”

Kadang kita begitu mudah mengingat Allah ketika hati sedang sesak. Ketika ada yang ingin kita dapatkan. Ketika keadaan tidak berjalan sesuai harapan.

Padahal, bukankah seharusnya doa menjadi bagian dari keseharian kita?

Saya ingin belajar membuat doa menjadi “candu” yang baik. Bukan karena hidup selalu sulit, tetapi karena saya sadar bahwa saya selalu membutuhkan Allah, bahkan ketika hidup sedang baik-baik saja.

Karena itu saya mulai belajar memperhatikan waktu-waktu mustajab untuk berdoa.

Di sepertiga malam. Di antara adzan dan iqamah. Saat sujud. Di waktu hujan. Dan pada waktu-waktu lain yang dianjurkan untuk memperbanyak doa.

Bukan sekedar meminta sesuatu.

Tetapi juga bercerita kepada Allah. Mengadu. Bersyukur. Memohon ampun. Meminta hati yang lembut. Meminta keluarga yang Allah jaga. Dan memohon agar setiap langkah kita selalu berada dalam ridha-Nya.

Karena mungkin, yang perlu kita ubah bukan hanya isi doa kita, tetapi juga hubungan kita dengan doa.

Jangan sampai kita hanya datang kepada Allah ketika membutuhkan pertolongan.

Datanglah kepada-Nya karena kita memang membutuhkan-Nya setiap waktu

Semoga menjadi pengingat bagi diri sendiri dan siapa pun yang membacanya.

Admin: Biro Komonfo DDII Jatim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *