DARI eLKISI MENUJU AL-AZHAR

Meninggalkan Tanah Air, Menjemput Ilmu di Negeri Para Ulama

Oleh Muhammad Hidayatulloh, Ketua Biro Kaderisasi Ulama DDII Jatim dan penulis buku: Geprek Series (4 judul) serta Seri Epistemologi Qur’ani (6 judul)

Dewandakwahjatim.com, JAKARTA — Ada perjalanan yang tidak sekadar mengantarkan seseorang dari satu tempat ke tempat lain. Ada perjalanan yang membawa doa, harapan, air mata perpisahan, dan cita-cita panjang di dalamnya.

Demikianlah perjalanan para santri Markaz Lughoh eLKISI menuju Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Sepanjang September 2026, mereka diberangkatkan secara bertahap dari Jakarta menuju Kairo melalui sejumlah rute penerbangan.

Bagi mereka, Kairo bukan sekadar sebuah kota tujuan. Ia adalah pintu menuju babak baru perjalanan menuntut ilmu.

Perjalanan Dimulai

Rangkaian keberangkatan dimulai pada 2 September 2026. Sebanyak 35 orang diberangkatkan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Kairo menggunakan EgyptAir MS 978. Penerbangan langsung tersebut dijadwalkan berangkat pukul 00.50 WIB dari Terminal 3 dan tiba pukul 07.25 di Cairo International Airport Terminal 3.

Dua hari berselang, pada 4 September 2026, kembali diberangkatkan 11 santri menuju Kairo melalui penerbangan langsung Jakarta–Cairo menggunakan EgyptAir MS 978. Penerbangan dijadwalkan berangkat pukul 00.50 dan tiba pukul 07.25 waktu setempat.

Perjalanan berikutnya berlangsung pada 5 September 2026. Sebanyak 23 santri diberangkatkan dari Jakarta menuju Kuala Lumpur menggunakan AirAsia AK 354. Perjalanan mereka kemudian dilanjutkan pada 6 September, menempuh rute Kuala Lumpur–Sharjah–Kairo menggunakan Air Arabia.

Pada 8 September 2026, sebanyak 27 santri kembali diberangkatkan dari Jakarta menuju Kuala Lumpur menggunakan TransNusa 8B-675. Dari Kuala Lumpur, perjalanan dilanjutkan melalui Abu Dhabi sebelum akhirnya menuju Kairo menggunakan Etihad Airways.

Rangkaian keberangkatan kemudian dilanjutkan pada 9 September 2026, dengan 30 santri menempuh perjalanan Jakarta–Kuala Lumpur menggunakan TransNusa, kemudian melanjutkan perjalanan melalui Abu Dhabi menuju Kairo menggunakan Etihad Airways.

Berbeda-beda rutenya, berbeda pula waktu keberangkatannya.

Namun satu hal menyatukan seluruh perjalanan itu:

mereka berangkat untuk menuntut ilmu.

Syukur dan Komitmen Markaz Lughoh

Keberangkatan para santri tersebut menjadi kebahagiaan sekaligus amanah bagi Markaz Lughoh eLKISI.

Kepala Markaz Lughoh eLKISI, Ust. Agung Purwono, menyampaikan rasa syukurnya atas diterimanya para santri untuk melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

“Kami bersyukur atas diterimanya santri-santri Markaz Lughoh eLKISI di Universitas Al-Azhar Cairo, Mesir. Ini tentu menjadi kebahagiaan sekaligus amanah bagi kami.”

Menurutnya, Markaz Lughoh akan terus berusaha memberikan yang terbaik untuk mengantarkan para santri yang memiliki cita-cita melanjutkan pendidikan ke Kairo.

“Markaz Lughoh akan selalu berusaha memberikan yang terbaik agar dapat mengantarkan para santri untuk dapat melanjutkan studinya di Cairo, Mesir ini.”

Komitmen itu tidak berhenti pada generasi yang berangkat tahun ini. Markaz Lughoh eLKISI, kata Ust. Agung, akan terus membuka kesempatan bagi mereka yang ingin melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar.

“Maka kami akan terus membuka pendaftaran dalam rangka membantu mereka yang ingin melanjutkan ke Universitas Al-Azhar secara berkesinambungan.”

Sebuah ikhtiar yang menunjukkan bahwa jalan menuju Al-Azhar diupayakan agar terus terbuka bagi generasi-generasi berikutnya.

Di Antara Haru Perpisahan dan Harapan Menuntut Ilmu

Bagi para santri, keberangkatan menuju Mesir tentu memiliki cerita yang berbeda-beda.

Hasniyah Mufakkirah, salah seorang calon mahasiswa asal Makassar, Sulawesi Selatan, merasakan betul bagaimana dua perasaan bertemu dalam satu perjalanan: kebahagiaan menyambut kesempatan menuntut ilmu dan kesedihan karena harus meninggalkan orang tua serta keluarga.

Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Markaz Lughoh eLKISI yang telah mengantarkannya hingga sampai pada tahap ini.

“Saya berterima kasih kepada Markaz Lughoh eLKISI yang telah mengantarkan kami sampai di sini. Perasaan saya campur aduk karena harus berpisah dengan orang tua dan pergi ke negeri yang jauh, tetapi di sisi lain ada harapan untuk semakin menuntut ilmu.”

Hasniyah juga menyampaikan terima kasih kepada para masyayikh Al-Azhar Cairo, khususnya Syaikh Ahmad Abdul Adhim dan Syaikh Dr. Majdi, mab‘ūts dari Al-Azhar Mesir, serta para asatidzah Markaz Lughoh eLKISI yang telah membimbing mereka hingga sampai pada tahap keberangkatan.

“Kami juga berterima kasih kepada para masyayikh Al-Azhar Cairo, khususnya Syaikh Ahmad Abdul Adhim dan Syaikh Dr. Majdi yang merupakan mab‘ūts dari Al-Azhar Mesir, serta para asatidzah di Markaz Lughoh eLKISI yang telah membimbing kami sehingga kami bisa sampai di tahap ini.”

Harapannya sederhana, tetapi begitu dalam:

“Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar demi menuntut ilmu dan kembali bermanfaat bagi umat.”

Dari Pesantren, untuk Ilmu dan Umat

Pada akhirnya, perjalanan menuju Mesir bukan hanya tentang meninggalkan tanah air.

Ada sesuatu yang sedang dibawa oleh para santri: doa orang tua, bimbingan para guru, bekal pendidikan, dan harapan untuk masa depan.

Mereka berangkat dari lingkungan pesantren.

Dibimbing oleh para asatidzah.

Dibekali bahasa di Markaz Lughoh.

Kemudian melanjutkan perjalanan menuju Al-Azhar, tempat mereka berharap dapat memperluas ilmu dan pengalaman.

Sebab pendidikan tidak berhenti pada mendapatkan gelar.

Ilmu harus melahirkan manfaat.
Pengetahuan harus melahirkan pengabdian.
Dan perjalanan jauh harus menemukan jalan pulang kepada umat.

Karena itu, doa terbesar yang mengiringi keberangkatan mereka bukan hanya agar sampai di Kairo dengan selamat, tetapi juga agar perjalanan tersebut menjadi perjalanan ilmu yang penuh keberkahan.

Semoga Allah SWT memberikan kelancaran dan keselamatan kepada seluruh santri dalam perjalanan, memudahkan mereka dalam menuntut ilmu, menjaga langkah mereka di negeri yang jauh, dan kelak mengembalikan mereka kepada keluarga, pesantren, masyarakat, dan umat sebagai pribadi-pribadi yang berilmu, beradab, dan bermanfaat.

Dari eLKISI menuju Al-Azhar.

Berangkat membawa doa.
Menempuh perjalanan demi ilmu.
Dan kelak kembali membawa manfaat bagi umat.

بِسْمِ اللهِ، فِي أَمَانِ اللهِ

🇮🇩 Indonesia → Cairo, Mesir 🇪🇬

Markaz Lughoh eLKISI — 2026

Admin: Biro Kominfo DDII Jatim

Editor: Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *