Oleh Muhammad Hidayatulloh, Ketua Bidang PSQ DDII Jatim dan penulis buku: Geprek Series (4 judul) serta Seri Epistemologi Qur’ani (6 judul)
Dewandakwwahjatim.com, Mojokerto – Ada suasana yang berbeda di Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI Mojokerto, Kamis (30/7/2026). Langkah seorang ulama dari Kota Nabi Madinah memasuki lingkungan pesantren bukan sekadar memenuhi agenda akademik, tetapi membawa semangat, motivasi, dan harapan bagi lahirnya generasi ulama Indonesia di masa depan.
Adalah Prof. Dr. Fahd bin Mohana Salim Al Ahmadi, mantan Ketua Departemen Peraturan dan Studi Peradilan Fakultas Syariah Universitas Islam Madinah, yang hadir dalam rangka Visitasi Muadalah sekaligus mengisi Daurah Ilmiah di Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI Mojokerto.
Kedatangan beliau disambut hangat oleh Pengasuh Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI sekaligus Direktur PPIC eLKISI, Dr. KH. Fathur Rohman, didampingi Ust. Ainur Rofiq, M.Pd.I., Dr. Hairul Warizin, S.E., M.M., beserta jajaran pengurus dan para asatidz.
Bagi keluarga besar eLKISI, kunjungan ini bukan sekadar kehormatan, tetapi juga pengakuan bahwa pesantren terus berupaya membangun tradisi keilmuan Islam yang berakar pada Al-Qur’an, As-Sunnah, bahasa Arab, dan khazanah turats.
Dalam sambutannya, Dr. KH. Fathur Rohman menyampaikan bahwa kehadiran Prof. Dr. Fahd menjadi energi baru bagi seluruh civitas pesantren.
“Kehadiran Prof. Dr. Fahd merupakan kehormatan sekaligus amanah bagi kami. Ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan kaderisasi ulama. Kami ingin melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh akidahnya, mulia akhlaknya, serta siap mengabdi kepada umat.”
Meninjau Kelas dan Markaz Lughah
Rangkaian visitasi diawali dengan peninjauan langsung ke berbagai ruang pembelajaran. Prof. Dr. Fahd menyaksikan aktivitas belajar para santri, berdialog dengan para guru, serta memberikan motivasi kepada para santri agar terus menjaga semangat menuntut ilmu.
Beliau kemudian mengunjungi Markaz Lughah eLKISI, pusat pembelajaran bahasa Arab yang menjadi salah satu kebanggaan pesantren. Di sana, beliau melihat secara langsung sistem pembelajaran bahasa Arab yang dibangun sebagai fondasi utama dalam memahami Al-Qur’an, hadis, serta literatur klasik Islam.
Silaturahmi kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama Pengasuh eLKISI Dr. KH. Fathur Rohman, Ust. Ainur Rofiq, M.Pd.I., Dr. Hairul Warizin, S.E., M.M., beserta jajaran pengurus sebagai simbol eratnya ukhuwah dan kerja sama dalam membangun pendidikan Islam yang berkualitas.
Diuji Langsung oleh Profesor dari Madinah
Puncak kegiatan berlangsung ketika Prof. Dr. Fahd menguji secara langsung kemampuan santri Program Kader Ulama eLKISI.
M. Asyaddu Hubbalillah tampil mengesankan saat diuji dalam hafalan Shahih Bukhari, salah satu kitab hadis paling otoritatif dalam tradisi keilmuan Islam.
Sementara Ainish Shofa memperlihatkan kualitas hafalan Al-Qur’an 30 juz dengan penuh ketenangan dan keyakinan.
Atas capaian tersebut, keduanya menerima Piagam Penghargaan yang diserahkan langsung oleh Prof. Dr. Fahd sebagai bentuk apresiasi atas kesungguhan mereka dalam menjaga Al-Qur’an dan mempelajari hadis Rasulullah ﷺ.
Bagi sebagian orang, piagam itu mungkin hanyalah selembar kertas. Namun, bagi seorang santri, di baliknya tersimpan ribuan ayat yang diulang setiap hari, halaman-halaman kitab yang dikaji tanpa lelah, malam-malam panjang untuk murojaah, air mata perjuangan, serta doa-doa yang tak pernah putus dipanjatkan oleh kedua orang tua dan para guru.
Pesan dari Kota Nabi
Dalam Daurah Ilmiah yang beliau sampaikan, Prof. Dr. Fahd menekankan pentingnya menjaga tradisi keilmuan Islam melalui penguasaan Al-Qur’an, As-Sunnah, dan bahasa Arab.
“Saya merasa bahagia melihat semangat para santri dalam mempelajari Al-Qur’an, hadis, dan bahasa Arab. Ketiga hal ini adalah fondasi utama bagi siapa pun yang ingin mendalami ilmu syariat. Teruslah belajar dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan, karena ilmu yang diberkahi akan melahirkan manfaat yang besar bagi umat.”
Beliau juga mengingatkan bahwa perjalanan menuntut ilmu adalah jalan yang telah ditempuh para nabi dan ulama sepanjang sejarah.
“Menuntut ilmu adalah jalan para nabi dan ulama. Barang siapa menjaga Al-Qur’an, mempelajari hadis Rasulullah ﷺ, serta bersungguh-sungguh memahami bahasa Arab, maka ia sedang menempuh jalan menuju kemuliaan. Saya berharap para santri eLKISI terus istiqamah hingga kelak menjadi ulama yang membawa rahmat bagi umat dan peradaban.”
Investasi Peradaban
Menurut Ust. Ainur Rofiq, M.Pd.I., kesempatan diuji langsung oleh seorang profesor dari Universitas Islam Madinah merupakan pengalaman akademik yang sangat berharga bagi para santri.
“Kesempatan seperti ini sangat langka. Santri tidak hanya diuji hafalannya, tetapi juga belajar adab, ketelitian, dan tanggung jawab ilmiah di hadapan seorang ulama. Semoga ini menjadi penyemangat bagi seluruh santri untuk terus mencintai ilmu.”
Sementara itu, Dr. Hairul Warizin, S.E., M.M., menilai keberhasilan tersebut merupakan buah dari proses pendidikan yang dibangun secara konsisten.
“Prestasi ini tidak lahir dalam semalam. Ia tumbuh dari kesungguhan santri, keikhlasan para guru, doa orang tua, serta sistem pendidikan pesantren yang terus menjaga tradisi keilmuan Islam. Inilah investasi peradaban yang sesungguhnya.”
Visitasi Muadalah dan Daurah Ilmiah ini menjadi bukti bahwa Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI terus memperkuat jejaring keilmuan dengan dunia internasional, sekaligus meneguhkan komitmennya dalam mencetak kader ulama yang menguasai Al-Qur’an, hadis, bahasa Arab, serta memiliki integritas untuk mengabdi kepada umat.
Hari itu, Prof. Dr. Fahd bin Mohana Salim Al Ahmadi tidak sekadar menyerahkan dua lembar piagam penghargaan. Beliau sedang menitipkan sebuah harapan kepada dua calon ulama—bahwa ilmu bukan untuk dibanggakan, melainkan untuk dijaga, diamalkan, dan diwariskan. Sebab, peradaban tidak dibangun oleh mereka yang hanya mengumpulkan gelar, tetapi oleh mereka yang menjaga amanah ilmu dan menjadikannya cahaya bagi kehidupan umat.
Admin: Kominfo DDII Jatim
Editor: Sudono Syueb
