Pendidikan Gratis, El Fataa Cetak 17 Hafiz

Dr. Slamet Muliono Redjosari, Pengurus DDII Jatim

Dewandakwahjatim.com, Banyuwangi – Ma’had El Fataa Banyuwangi membuktikan bahwa keterbatasan biaya bukan penghalang melahirkan generasi Qur’ani. Dengan sistem pendidikan gratis total, ma’had ini telah mencetak 17 santri penghafal 30 juz di usia muda.

Berlokasi di Jl. Bangka No.88, Lateng, Banyuwangi, Ma’had El Fataa berdiri di atas prinsip tegas: melahirkan generasi yang tidak hanya menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkannya di tengah masyarakat.

Tunda S2 ke Turki Demi Santri

Ma’had ini lahir dari pengabdian Ustaz Kamal Husin Diban, alumnus STAI Ali Surabaya 2012. Setelah 4 tahun mengelola toko pakaian muslim di Surabaya, pandemi COVID-19 tahun 2020 membawanya pulang ke Banyuwangi.

Kegiatan mengajar tahsin Al-Qur’an yang awalnya sekadar mengisi waktu, berkembang menjadi ma’had yang kini menampung lebih dari 200 santri. Bahkan, Ustaz Kamal rela menunda rencana studi S2 ke Turki.

“Pendidikan bukan tentang mengejar gelar di negeri jauh jika di depan mata ada jiwa-jiwa yang membutuhkan arahan. Ma’had ini adalah jawaban atas kebutuhan anak-anak yang rindu nilai-nilai Al-Qur’an,” tegasnya.

Gratis Total Tanpa Sekat Ekonomi

Keunikan Ma’had El Fataa adalah sistemnya yang inklusif dan 100% gratis. Tidak ada lalu lintas keuangan antara wali santri dengan pondok.

“Gratis untuk semua yang masuk, baik miskin atau kaya,” kata Ustaz Kamal. Pintu ma’had terbuka lebar bagi anak-anak dari keluarga bermasalah, yatim piatu, atau terlantar karena faktor ekonomi. Penerimaan santri juga tidak terbatas tahun ajaran baru.

Lewat pendekatan home schooling nonformal, fokus utama ma’had adalah hafalan Al-Qur’an dan penanaman adab Islam. Hingga April 2026, tercatat 17 santri berhasil khatam 30 juz sebelum lulus SMA.

Hafiz Harus Bermanfaat

Motto “Bersama melahirkan generasi muda cinta Qur’an” diwujudkan lewat aksi nyata. Santri dididik untuk tidak eksklusif, melainkan menjadi pelayan masyarakat Lateng dan sekitarnya.

“Seorang penghafal Al-Qur’an harus bermanfaat bagi tetangganya. Kekuatan hafalan harus berbanding lurus dengan kekuatan manfaat sosial,” ujar Ustaz Kamal.

Untuk payung hukum, awal 2023 ma’had meresmikan yayasan yang berafiliasi dengan PKBM ALIZA. Santri tetap mendapat ijazah paket yang diakui tanpa menggeser fokus utama pada Al-Qur’an.

Ma’had El Fataa kini menjadi jaring pengaman sosial berbasis Qur’an. Dengan merangkul anak-anak yang “tidak jelas arahnya”, ma’had ini memberi tujuan hidup lewat Al-Qur’an dan mengubah ketidakpastian menjadi harapan. (*)

Banyuwangi, 26 April 2026

Admin: Kominfo DDII Jatim

Editor: Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *