Oleh Al lkhsan, Mahasantri ADI Jawa Timur
Dewandakwahjatim.com, Kediri – Sholat tarawih ini dilaksanakan di Masjid At Taqwa Desa Parang, Kec. Banyaan Kab. Kediri, Jawa Timur, pada hari Sabtu, 28 Februari 2026.
Selesai sholat witir dilanjutkan tausiah oleh ust. Fathul Mubin, M.Pd.l.
Adapun pokok-pokok materi yang disampaikan adala tentang Haq dan Bathil.
“Haq (kebenaran) dan Batil (kebatilan/keburukan) adalah dua konsep berlawanan dalam Islam. Haq adalah sesuatu yang tetap, benar menurut syariat, dan berasal dari Allah, sedangkan batil adalah kebatilan, kerusakan, kepalsuan, atau hal terlarang beradal dari syetan. Muslim dilarang mencampuradukkan keduanya atau menyembunyikan yang hak (QS. Al-Baqarah: 42).”, ujar ust. Fathil Mubin.
Selanjutnya ust. Fathul mengutip hadits Abi Abdullah Nu’man Ra. Yang diriwayatkan Bukhori Muslim menerangkan :
عَنِ أَبِيْ عَبْدِ اللهِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: (( إِنَّ الْحَلاَلَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ، وَبَيْنَهُمَا أُمُوْرٌ مُشْتَبِهَاتٌ، لاَ يَعْلَمُهُنَّ كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ، فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ فَقَدِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ، وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِي الْحَرَامِ كَالرَّاعِي يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى يُوشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيهِ
Dari Abu ‘Abdillah Nu’man bin Basyir Radhiyallahu anhuma berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya yang halal itu telah jelas dan yang haram pun telah jelas pula. Sedangkan di antaranya ada perkara syubhat (samar-samar) yang kebanyakan manusia tidak mengetahui (hukum)-Nya. Barangsiapa yang menghindari perkara syubhat (samar-samar), maka ia telah membersihkan agama dan kehormatannya. Barangsiapa yang jatuh ke dalam perkara yang samar-samar, maka ia telah jatuh ke dalam perkara yang haram. HR. Bukhori wa Muslim.
Dalam Qur’an Surat Al-Furqān ayat 1
نَصٌّ بِالْحَرَكَات:
تَبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا
Artinya: “Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqān kepada hamba-Nya agar dia menjadi pemberi peringatan bagi seluruh alam.”
Al-Furqān, yang membedakan antara hak dan batil. Dipertegas dalam Qur’an Surat Al-Isrā’ ayat 81.
نَصٌّ بِالْحَرَكَات:
وَقُلْ جَآءَ ٱلْحَقُّ وَزَهَقَ ٱلْبَٰطِلُ ۚ إِنَّ ٱلْبَٰطِلَ كَانَ زَهُوقًا
Artinya: “Katakanlah: telah datang kebenaran dan lenyaplah kebatilan. Sesungguhnya kebatilan itu pasti lenyap.”
Ini menunjukkan, Hak datang Batil hilang
Qur’an membawa hak, Batil tidak bisa bertahan di depan wahyu.
Rasulullah Saw. bersabda:
نَصٌّ بِالْحَرَكَات:
تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا: كِتَابَ ٱللَّهِ وَسُنَّتِي
Artinya: “Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara, kalian tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya: Kitab Allah dan Sunnahku.” (HR. Mālik)
Maknanya, Selama manusia Berpegang pada Al-Qur’an. Mengikuti Sunnah Nabi, mereka bisa membedakan hak dan batil dan tidak akan tersesat.
Kesimpulan Al-Qur’an disebut Al-Furqān karena Membedakan kebenaran dan kebatilan, yang menjadi tolok ukuran halal dan haram. Halal menjadi cahaya umat di tengah kesesatan.
Hadits menegaskan, Pegangan hidup Qur’an dan SunnahTanpa itu manusia bingung mana hak mana batil
No da,i Al-Ikhsan (081330979023)
Admin: Kominfo DDII Jatim
Editor: Sudono Syueb
