Oleh Fathul Mubin, wakil Ketua Dewan Da’wah Kab. Kediri. Bidang Dawah
Dewandakwahjatim.com, Kediri -Alhamdulillah, dengan memanjat rasa syukur kepada Allah, pada hari Sabtu, 28 Februari 2026 bertempat di Masjid At-Taqwa Ds. Parang Kec. Banyakan Kab. Kediri telah terlaksana sebuah kegiatan penuh berkah yaitu kolaborasi kegiatan Ramadhan antara Dewan Da’wah Kediri dan Garda Muslim Kediri Raya (GMKR). Acara ini mengusung semangat kebersamaan dengan agenda buka bersama serta pembagian sembako sebanyak 187 paket dan bisyaroh guru ngaji dimulai pukul 16.00 WIB – adzan maghrib
Acara diawali dengan sambutan dari Wakil Ketua Dewan Da’wah Kediri, Ust. Sigit Subiatara, yang menyampaikan rasa terima kasih kepada GMKR atas kerjasama yang terjalin, serta harapan agar sinergi ini terus berlanjut di masa mendatang.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian bisyaroh untuk para guru ngaji dan pembagian sembako kepada jama’ah. Penyerahan secara simbolis sampaikan oleh Ust. Rifki Ja’far Thalib selaku pembina GMKR bersama Ust. Sigit Subiatara selaku Wakil ketua dewan da’wah kediri.
Kajian menjelang berbuka diikuti oleh 300 jama’ah, adapun yang menjadi pemateri disampaikan oleh Ust. Rifki Ja’far Thalib. Beliau menekankan pentingnya kebersamaan serta sikap saling memahami perbedaan pendapat dalam fiqih beragama.
Adzan maghrib berkumandang menandakan waktunya berbuka puasa. Jama’ah berbuka dengan kurma dan air putih yang sudah diberikan saat masuk masjid, kemudian melaksanakan shalat maghrib, setalah itu mereka antri menerima menu berbuka.
Setelah jama’ah selesai menikmati menu berbuka, sebagian dari jama’ah langsung mempersiapkan diri untuk melaksanakan shalat Isya’ dan tarawih berjamaah dengan imam Ust. Mubin. Dalam kultumnya, beliau menyampaikan keutamaan membaca Al-Qur’an dengan mengutip hadist:
“Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya Al-Qur’an nanti akan menjadi syafaat pada hari kiamat bagi pembacanya.”
Beliau juga mengingatkan tentang lima golongan orang yang meninggalkan Al-Qur’an:
- Orang yang tidak bisa membaca Al-Qur’an dan tidak memiliki mushaf.
- Orang yang memiliki mushaf tetapi tidak bisa membacanya.
- Orang yang bisa membaca Al-Qur’an tetapi tidak pernah membacanya.
- Orang yang membaca Al-Qur’an tetapi tidak berusaha memahami artinya.
- Orang yang membaca Al-Qur’an, mengetahui artinya, tetapi tidak mengamalkannya.
Acara ditutup dengan pembagian sembako. Jama’ah tampak antusias dan penuh rasa syukur, serta menyampaikan terima kasih atas kepedulian yang diberikan.
Admin: Kominfo DDII Jatim
Editor: Sudono Syueb
