Oleh: Adi Purnomo, S.Pd., Sekretaris Dewan Dakwah Kab. Banyuwangi
Dewandakwahjatim.com, Bunyawangi – SDI (Syarikat Dagang Islam) didirikan oleh H Samanhudi di Solo, THN 1905 bertujuan untuk memperkuat posisi para pedagang batik muslim dlm bersaing dg pengusaha Tionghoa.
1912 SDI berubah jadi SI dn orientasinya tdk fokus ke ekonomi tetapi lbih dominan ke politik.
Saat ini, SI ingin kembali ke Khittoh ( tujuan utama SDI ) yaitu fokus ke Pemberdayaan Ekonomi Ummat.
Langkah – langkah Syarikat Islam dalam Pemberdayaan Ekonomi Ummat.
Syarikat Islam dapat berperan dalam pemberdayaan ekonomi umat melalui berbagai langkah, termasuk penguatan ekonomi melalui zakat, wakaf, dan infaq, serta pengembangan usaha dan kewirausahaan. Selain itu, syarikat juga dapat fokus pada pendidikan dan pelatihan, serta memberikan bantuan modal dan asistensi usaha untuk meningkatkan kemampuan umat dalam mengembangkan bisnis.
Berikut adalah langkah-langkah yang dapat diambil syarikat Islam dalam pemberdayaan ekonomi umat:
- Pengelolaan Zakat, Wakaf, dan Infaq:
Zakat, wakaf, dan infaq memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi umat jika dikelola dengan baik.
Pendayagunaan dana zakat dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, termasuk modal untuk membangun proyek sosial atau menambah modal pedagang.
Wakaf dapat dimanfaatkan untuk membangun fasilitas pendidikan, kesehatan, atau sarana ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat. - Pengembangan Usaha dan Kewirausahaan:
Syarikat Islam dapat mendukung pengembangan kewirausahaan, misalnya dengan memberikan bantuan modal usaha, asistensi usaha, dan penguatan usaha.
Pembentukan koperasi atau lembaga keuangan syariah dapat menjadi wadah untuk memberikan pembiayaan kepada umat yang ingin mengembangkan usaha. - Pendidikan dan Pelatihan:
Syarikat Islam dapat memberikan pendidikan dan pelatihan kepada umat, terutama dalam bidang ekonomi dan kewirausahaan.
Pendidikan dan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan umat dalam mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan.
- Penguatan Sumber Daya Manusia:
Melalui program-program seperti pendidikan, pelatihan, magang, dan beasiswa, Syarikat Islam dapat membantu meningkatkan kualitas SDM umat.
Penguatan SDM ini akan membantu umat untuk lebih kompeten dalam dunia kerja dan mengembangkan usaha.
- Pembinaan Kelompok Ekonomi Mandiri:
Syarikat Islam dapat membentuk kelompok-kelompok ekonomi mandiri yang berfokus pada pengembangan usaha-usaha kecil dan menengah.
Kelompok-kelompok ini dapat saling mendukung dan berbagi pengalaman, serta mendapatkan bantuan dari Syarikat Islam.
Dengan menjalankan langkah-langkah tersebut, Syarikat Islam dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi umat, mengurangi kemiskinan, dan menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera.
PROFIL SI Terbaru :
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillah was-Syukrulillah kita haturkan ke hadhirat Allah ‘Azza wa Jalla, Majelis Tahkim/Kongres Nasional ke-41 Syarikat Islam telah terlaksana pada 3-6 Desember 2021 bertempat di Surakarta,
Jawa Tengah.
Berbagai ketetapan dan keputusan kongres terkait i’tikad mengembalikan Syarikat Islam kepada posisi idealnya sebagai organisasi pergerakan Islam dan kebangsaan telah disusun dalam buku:
Risalah Hasil Majelis Tahkim/Kongres Nasional ke-41 Syarikat Islam, sebagai acuan/pedoman umum untuk kerja-kerja kepengurusan Syarikat Islam – Masa Jihad 2021-2026.
Untuk kelengkapan dan sosialisasi bagi Kaum SI dan masyarakat, Kesekjenan SI menerbitkan profil ringkas ini yang disusun sebagai upaya untuk lebih mengenalkan pergerakan Syarikat Islam (SI) dalam
visinya yang baru, sebagaimana maksud dari transformasi Syarikat Islam Back to Azimuth yang gagasannya telah diletakkan pada periode sebelumnya (masa jihad 2015-2020) dan menjadi program implementatif untuk periode kepengurusan masa jihad ini.
Profil ringkas ini memuat hal-ihwal gerakan Syarikat Islam:
- Latar Kesejarahan,
- Prinsip Dasar Pergerakan,
- Program Perjuangan,
- Ikhtiar dan Daya Upaya,
- Amal Usaha,
- Transformasi Kejuangan
7, Bangun Budaya Baru Syarikat Islam, - Susunan Pengurus DPP Syarikat Islam Masa Jihad 2021-2026.
Satu hal yang tak kalah penting yaitu tentang butiran dari rumusan Tafsir Program Asas dan Program Tandhim — yang menjadi pegangan dasar Kaum Syarikat Islam sejak 1931 — dan tengah
dikerjakan proses penyelarasannya untuk menyesuaikan pada konteks kekinian, telah kami muat dan mulai perkenalkan sebagaimana tertulis pada halaman 6 buku ini.
Kiranya Allah ‘Azza wa Jalla meridhai dan memudahkan jalan bagi langkah-langkah yang hendak diperjuangkan hamba-Nya untuk berperan aktif membangun kemaslahatan umat dan bangsa melalui
gerakan Syarikat Islam dalam catur-program yang diberi tagline sebagai Dakwah Ekonomi.
Fattaqullaha Mastatha’tum
BILLAHI FII SABILIL-HAQ
PIMPINAN PUSAT / LAJNAH TANFIDZIYAH
SYARIKAT ISLAM
Latar Kesejarahan.
Syarikat Islam adalah organisasi pergerakan nasional, sebagai kelanjutan dari Sarekat Dagang Islam
(SDI). Didirikan oleh Hadji Samanhudi pada 16 Oktober 1905 di Laweyan Solo. Syarikat Islam sejak berdi-
rinya mengalami pasang-surut dan gelombang pertarungan yang bersesuaian dengan dinamika kehidupan kebangsaan sejak zaman kolonialisme Belanda, pendudukan Jepang, hingga memasuki masa kemerdekaan bangsa pada 17 Agustus 1945. Berlanjut mengisi alam kemerdekaan dengan berbagai model kepemimpinan nasional dalam perubahan kehidupan demokrasi hingga saat ini.
Dalam perjuangan panjangnya, beberapa kali berganti nama mulai dari SDI menjadi SI (Sarekat Islam), lalu menjadi Centraal Sarekat Islam (CSI) sebagai konsekuensi dari penyatuan gerakan afdeeling-afdeeling (cabang) menjadi kekuatan nasional di masa kepemimpinan Hadji Oemar Said Tjokroaminoto. Kongres-kongres Afdeeling SI yang semula bersifat lokal dalam wadah Centraal Sarekat Islam diubah dengan memersatukannya secara nasional dengan sebutan baru: Nationaal Indische Congres atau Natico. Natico1 atau Kongres Kebangsaan Hindia/Indonesia itu menandakan bahwa Sarekat Islam adalah merupakan ‘kekuatan kebangsaan’ dari putera-putera Indonesia/ Hindia yang bersebutan sebagai: Kaoem Boemipoetera.
Sesuai alam dan zamannya sebutan CSI pun berganti menjadi Partai Sarekat Islam, lalu Partai Sarekat Islam Hindia Timur (PSIHT), dan terpatrikan menjadi Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII)2.
Kembali menjadi SI (Syarikat Islam) yaitu saat PSII melakukan fusi bersama empat Partai Politik Islam menjadi Partai Persatuan Pembangunan dan akhirnya Syarikat Islam (SI) menjadi wadah nonpartai politik yang dalam perundang-undangan Republik Indonesia berkedudukan sebagai organisasi kemasyarakatan (Ormas).
Sejak 1973 Syarikat Islam menjadi pergerakan keumatan nonpartai politik dan sejak diberlakukannya fusi tuntas Syarikat Islam menyatakan tidak lagi berpartai politik secara praktis dan mengambil jarak yg sama dg semua kekuatan parpol.
SI bersifat mandiri tdk berafiliasi atau menjadi bagian dari parpol manapun, tdk mengisolasi diri dari kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sikap kemandirian SI ini dikukuhkan dlm setiap kongres nasionalnya .
Dua hal yg menjiwai pergerakan SI yaitu keislaman dan kebangsaan, shg dikenal sebagai pergerakan nasional yg islami dan pergerakan Islam yg nasionalistis; National Islamichteh dan Islam Nationalistich. Cara pandang dlm ber-SI adalah Islam dan kebangsaan yg diwujudkan dlm perilaku kehidupan berbangsa yg islami.
Dlm azas kejuanganya SI menempatkan Persatuan dlm Ummat (persatuan bangsa) sebagai yg utama hingga pd muaranya tercapai Kemerdekaan yg Sejati.
Visi :
SI menjadi pelopor utama dakwah ekonomi berbasis Agama, Sosial, Politik dan Budaya.
Misi :
Terciptanya Kemerdekaan Sejati yg diridhoi Allah bagi segenap ummat manusia .
Maksud :
Melaksanakan Islam yg seluas-luasnya dan sepenuh-senuhnya demi terwujudnya dunia Islam sejati berdasarkan kehidupan muslim yg sesungguhnya.
Tujuan :
Mewujudkan kehidupan manusia seutuhnya sebagai hamba Allah yg berpedoman pd Al Qur’an dan Sunnah Rasullullah yg nyata.
Pengurus SI ( 2021- 2026 ) :
Presiden Lazbah Tanfidiyah :
Dr. Hamdan Zulfa.
Sekjen :
Dr. Ferry Yuliantino
DPP Syarikat Islam Periode 2021-2026 di Lantik, Ini Prioritas Kedepan
Dewan Pimpinan Pusat Syarikat Islam (SI) Periode 2021-2026 Resmi dilantik, di hotel borobudur, Jakarta, Senin, 28 Maret 2022.
Setelah dilantik Hamdan Zoelva selaku Presiden Laznah Tanfidiyah Syarikat Islam mengatakan ada dua prioritas yaitu akan lebih fokus kembali agar syarikat islam terbentuk di seluruh provinsi, kabupaten, bahkan ke tingkat desa diseluruh Indonesia.
“Jajaran pengurus DPP Syarikat Islam akan lebih fokus kembali membentuk Syarikat Islam diseluruh Indonesia sampai ke tingkat Desa,” Ungkap Hamdan Zoelva dengan penuh semangat.
Selain itu untuk mendukung roda estapet pengkaderan, Hamdan Zoelva mendorong setiap Pengurus Wilayah dan Cabang untuk segera membentuk organisasi Sayap Syarikat Islam.
“Saya akan mengintruksikan setiap pengurus wilayah dan cabang untuk segera membentuk orsap (Organisasi Sayap), semisal semmi (Serikat Mahasiswa Muslim Muslimin Indonesia), pemuda muslim, sepmi (Serikat Pelajar Muslim Indonesia), dan orsap lainya,”Lanjut Hamdan.
Selain itu Organisasi Masyarakat Syarikat Islam menyatakan bakal membentuk desk anti-Islamofobia.
Presiden SI Hamdan Zoelva beranggapan, fenomena Islamofobia sudah mulai nyata di Indonesia melalui narasi-narasi yang sifatnya mendiskreditkan. Karena itu, hal tersebut harus segera diluruskan.
“Bagi saya nyata dan sangat merugikan umat Islam, baik melalui media sosial maupun media perseorangan, dan aksi-aksi. Oleh karena itu, kita ingin luruskan,” ujar Hamdan kepada wartawan selepas pelantikan DPP Syarikat Islam di Jakarta, Senin (28/3/2022).
“Itu (ekstremisme) juga yang harus kita berikan pengertian bahwa Islam bukan teroris, bukan kekerasan,” lanjutnya.
Hamdan menyebutkan, desk anti-Islamofobia SI akan memiliki dewan pengarah yang beranggotakan majelis siyasah SI yang diketuai profesor ilmu politik Siti Zuhro.
Kemudian, ada dewan pengarah yang diketuai oleh Sekretaris Jenderal SI (Syarikat Islam) Dr. Ferry Juliantono.
“Pertama, tentu kita akan mengidentifikasi seluruh masalah terkait Islamofobia ini. Kita juga akan mengundang instansi terkait misalnya BNPT untuk menyatukan pandangan mengenai persoalan ini,” jelas Hamdan.
“Setelah itu kita akan menyusun agenda aksi, antara lain counter informasi, melalui media, melalui pernyataan, dan saat-saat tertentu melalui aksi dalam menghadapi Islamofobia,” lanjutnya
Dalam kesempatan yang sama, Ferry mengungkapkan bahwa pihaknya akan mempersiapkan naskah akademik hingga menggalang masukan dari organisasi dan lembaga internasional maupun domestik.
“Syukur-syukur insya Allah kita juga bisa membuat rancangan undang-undang anti-Islamofobia untuk diserahkan ke DPR,” kata Ferry.
Mudah-mudahan manfaat. Dg mengenali ormas-ormas Islam yg ada di Indonesia diharapkan sinergi antara sesama ormas Islam bisa lebih baik.
Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur.
Kamis, 17 Dzulqaidah 1446 /
15 Mei 2025.
Pukul 07.00
Admin: Kominfi DDII Jatim
Redaktur: Ainur Rafiq Sophiaan
Editor: Sudono Syueb
