IDUL FITRI MENJADI MANUSIA SUKSES

Oleh : Ust. KASDIKIN
(Kepala KUA kecamatan Rengel Kabupaten Tuban)

Dewandakwahjatim.com, Tuban – lbadah Ramadhan adalah ibadah yang diprgram dan langsung dirancang oleh Allah swt. untuk membentuk pribadi-pribadi Mukmin yang sukses. Ritual-ritual Ramadhan bila dilaksanakan atas dasar kesadaran iman dan kesadaran ikhlas semata karena mencari ridha dari Allah swt semata. Sebagaimana petunjuk Rasulullah saw. Puasa itu akan memberikan sentuhan dan energi transformatif yang segnifikan terhadap setiap Mukmin. Sentuhan puasa Ramadhan dalam lintasan sejarah telah menghasilkan generasi yang unggul (khaira ummah) dan insan kamil , seperti para sahabat Rasulullah saw dan generasi penerusnya.

Sebagaimana telah kita fahami Bersama bahwa hasil akhir yang diharapkan setelah melalui puasa dan ibadah lainnya di bulan Ramadhan adalah menjadi insan yang bertaqwa, yaitu manusia yang mempunyai akal budi yang halus penuh cinta kasih terhadap Allah, sehingga seluruh tubuhnya, tunduk dan patuh terhadap perintah Allah. Oleh karena itu tidak ada ukuran atau standart keunggulan manusia yang lebih hebat daripada standart taqwa (al-Hujurat, ayat 13). Selain itu alquran juga menyebutkan bahwa orang yang mendapatkan kesuksesan besar adalah mereka yang bertaqwa (al-ahzab ayat 70). Bahkan didalam khutbah setiap jumat pesan taqwa selalu didengungkan dan menjadi rukun dari khutbah. Bahkan ada diksi dalam setiap khutbah yaitu Sungguh Sukses bagi orang yang bertaqwa (faqod Faza al-Muttaqun).Yang menjadi pertanyaan adalah ada apa dengan taqwa itu? Apa hubungan sukses dan Taqwa?

Dalam hidup ini manusia mempunyai satu tujuan yang ingin dicapai dalam hidupnya, siapapun orangnya pasti mempunyai visi hidup yang ingin dicapai, dan tujuan hidup atau visi itu sama bagi manusia, yaitu visi untuk sukses. Dan seluruh fareabel karakter orang yang sukses itu ada pada diri manusia yang bertaqwa. Sebagaimana tujuan yang ingin hendak dicapai didalam puasa itu. Dan diantara Karakter itu adalah kemampuan untuk mengendalikan Lisan, kemampuan berbagi kebahagiaan, kemampuan mengendalikan emosi serta mempunyai kemampuan untuk memaafkan kepada siapapun.
Mengendalikan Lisan.

Salah satu indikasi dan ciri pertama orang bertaqwa adalah mengendalikan lisanya sebagaimana dalam surat al-ahzab ayat 70-71, Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.
Dan termasuk perkataan yang benar adalah berkata lembut, santun Ketika berbicara kepada orang lain dan perkataan yang mengandung nasihat, motivasi dan bimbingan kepada apa yang lebih maslahat. Sebagaimana yang dituturkan Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, pakar tafsir abad 14 H . dalam tafsirnya Tafsir as-Sa’di .

Orang tidak mungkin sukses dan maju dalam bisnis dan kariernya ketika lisannya tidak bisa dipegang, lisannya tidak bisa dipercaya serta lisannya selalu melukai hati orang lain. Mereka tidak mungkin sukses Ketika diksi dan kata yang terucap selalu menjatuhkan harga diri orang lain. Orang tidak mungkin bisa menjadi dosen atau guru yang baik Ketika lisannya ngawur. Oleh karena itu dengan lisan bisa membuat orang lain sakit hati yang luar biasa, dengan lisan bisa membuat orang lain jatuh ke titik nadir. dan dengan lisan orang bisa semangat dan bangkit Kembali. Dan puasa Ramadhan mengajarkan kita untuk menjadi orang sukses dengan mengendalikan lisan kita, yang merupakan salahsatu indikasi orang sukses dan sebagai ciri orang yang bertaqwa.
Berbagi Kebahagiaan.

Indikasi dan ciri orang taqwa kedua adalah mempunyai kegemaran untuk berbagi kebahagiaan Bersama orang lain , Ketika dalam kondisi senang, lapang dan banyak harta, bahkan dalam kondisi susah sekalipun. Sebagaimana dalam surat ali Imron 134 (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit,

Dalam sejarah peradaban manusia tidak ada orang yang kikir itu sukses, yang ada adalah mereka yang banyak membantu orang lain dan berbagi dengan orang lain itulah yang sukses, contoh yang paling dekat adalah Bill Gates dan Warren Buffett adalah salah satu investor paling sukses sepanjang masa dan mereka menyumbangkan 90% hartanya untuk Yayasan kemanusiaan. Bahkan yang lebih dekat lagi dengan kita, terlepas setuju atau tidak kenyataannya, bahwa caleg yang sukses untuk menjadi anggota DPR atau DPRD adalah mereka yang banyak berbagi dengan konstituennya atau berbagi banyak dengan konstituennya, terlepas setuju atau tidak dengan prilaku semua itu.

Ketika orang berbagi dalam kondisi lapang dan serba berkecukupan adalah sesuatu yang biasa, yang luar biasa adalah berbagi dalam kondisi susah. Itulah tantangan yang diberikan oleh Allah bagi mereka yang serba berkekurangan. Dengan demikian sesungguhnya Allah memberikan kesempatan yang sama bagi siapapun untuk selalu berbagi, karena yang terpenting adalah semangat dan keihlasan untuk berbagi itu tumbuh dalam diri orang yang mendapat kesuksesan.
Mengendalikan Emosi

Indikasi dan ciri orang yang bertaqwa ketiga adalah mempunya kemampuan untuk mengendalikan Emosi dirinya sebagaimana dalam surat ali Imron 134 selanjutnya (yaitu) dan orang-orang yang menahan amarahnya
Dalam kehidupan berkeluarga, rumah tangga bisa berantakan bahkan terjadi percerian adalah disebabkan ketidak mampuan mereka dalam mengendalikan emosi mereka. Bahkan ketidakmampuan mengendalikan emosi itu, bisa membalikkan situasi dalam sekejap dari sukses menjadi gaga Ketidakmampuan mengendalikan emosi bisa membuat orang salah dalam mengambil keputusan dan kebijakan. Puasa mengajarkan kita untuk mampu mengendalikan emosi agar menjadi sukses, yang juga menjadi indikasi orang yang bertaqwa. Dan kemampuan mengendalikan emosi inilah yang biasa disebut dengan emotional Quistion yang merupakan kecerdasan yang paling besar digunakan dalam kehidupan.
Mampu Memaafkan

Indikasi dan ciri orang yang bertaqwa keempat adalah mempunya kemampuan untuk memaafkan siapapun sebagaimana dalam surat ali Imron 134 selanjutnya (yaitu) dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan

Orang sukses adalah mereka yang mempunyai kemampuan memaafkan kepada siapapun, bahasa gaulnya tidak baperan, selalu mudah memaafkan kesalahan orang lain. Pebisinis tidak akan perna sukses Ketika dirinya tidak mampu memaafkan pelangganya, apalagi selalu mengingat-ingat kesalahan castemer atau pelanggannya. Dan bisa saja sikap tidak mampu memaafkan itu akan membuat pelanggan tidak nyaman, sehingga akan jauh dari sukses.

Memaafkan adalah sarana untuk mengurangi amarah dan dendam yang menjadi beban dalam hati, dan akhirnya Membuat hati lebih lega dan nyaman. Memaafkan adalah juga melatih diri kita agar menjadi ihlas dalam menjalani hidup Bersama siapapun dan menjaga hubungan baik terutama dengan mereka yang bersalah dengan kita dan pada akhirnya lebih dihargai orang lain.

Itulah kenapa islam mengajarkan kita untuk berpuasa, karena pada hakekatnya Allah ingin kita menjadi orang yang taqwa yang sukses dalam kehidupan dunia dan akherat, dengan melatih diri kita berpuasa. Sehingga dengan puasa kita mempunyai kemampuan untuk mengendalikan Lisan, berbagi kebahagiaan, mengendalikan emosi serta mempunyai kemampuan untuk memaafkan kepada siapapun. Semoga diakir Ramadhan kita ini Allah menjadikan kita manusia yang dicita-citakan yaitu insan yang muttaqin. Dan idul fitri ini bisa mengantarkan kita menjadi manusia yang sukses. Selamat hari raya idul fitri 1445 H mohon maaf lahir batin. Wallahu a’lam

Tuban, 4 April 2024

Admin: Kominfo DDII Jatim/ss

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *